Bad Ass wrote:
>Agaknya saya mulai muak dengan kata-kata anda, Pak Eko! Saya gak
>mudeng apa maksud anda bercerita terus soal agama dan suku, yang
>cenderung mengunggulkan dan menjelekkan satu pihak dengan lainnya.
>Saya kira sudah cukup diakhiri sampai di sini saja. Gak salah kalau
>kita bicara soal agama dan suku, tapi yang jelas batasannya dong!
Eko Raharjo:
Dear Mrs/Mr Bad Ass,
Anda merefer pada cerita saya yang mana?. Kata-kata saya yang
mana yang cenderung mengunggulkan dan menjelekkan satu pihak?.
Setahu saya, saya selalu menampilkan cerita maupun opini yang
berdasar pada fakta atau paling tidak saya selalu menyertakan
alasannya. Tanpa ada quote terhadap apa yang anda sinyalir,
tanggapan anda tidak lebih dari gossip belaka.
Anda menyinggung mengenai soal batasan bicara mengenai suku dan
agama. Tulisan saya yang manakah yang melewati batas?. Batasan
yang mana?. Apa alasannya?. Sekali lagi tanpa anda pinpoint
pernyataan atau kata-2 dari saya yang anda tuduh tsb, tanggapan
anda bagaikan orang yang ngedumel sendiri tanpa ujung pangkal.
Orang-2 jalanan mungkin bisa anda pengaruhi dengan taktik ugly
semacam ini, namun saya tidak percaya bahwa anggota dari milis
universitas ini tidak bisa berpikir kritis.
Bad Ass wrote:
>Saya hargai anda karena telah membuka wawasan kita about
>permasalahan rawan yang sering terjadi di antara kita. Dan
>itu harus.. karena setelah sekian lama kita dipaksa tutup mulut
>tetapi toh di belakang tetap melakukan juga, saya lebih suka itu
>disebut sebagai pembodohan bangsa. Namun tidak sampai arogan, Pak.
>Gaya anda bicara terus terang bikin saya mau muntah! Cukup...
>saya kira anda salah berbicara dengan gaya seperti itu di Indonesia.
>Saya kira mungkin di Canada anda lebih baik, karena di sini bakal
>menyusahkan banyak pihak.
Eko Raharjo:
Bad Ass, anda ini mau muntah karena melihat gaya tulisan saya
atau karena anda tidak tahan melihat fakta yang saya tampilkan
dalam tulisan saya? Kalau yang terakhir, ya silahkan benamkan
kepala anda seterusnya kedalam pasir, sebab memang demikianlah
kenyataan yang ada dalam masyarakat Indonesia. Kegunaan lain
membenamkan kepala kedalam pasir adalah kalau sampeyan muntah
tidak akan ada orang yang tahu bahwa sampeyan suka makan
sego kucing :).
Kalau sampeyan menganggap saya arogan, saya sama sekali tidak
keberatan. Sebab tidak ada relevansinya dengan opini-2 saya.
Tidak ada relevansinya pula dengan penggelapan hak-2 anda maupun
hak-2 masyarakat umum. It's totally your personal opinion.
I have no objection and am not responsible for it!
Apakah saya mau tinggal di Canada atau di Indonesia that's not
your business. Saya adalah seorang warga negara Indonesia oleh
karena itu punya hak untuk tinggal dan ikut campur mengenai
permasalahan kemasyarakatan di Indonesia. Kapan saja saya ingin
datang ke Indonesia saya akan datang ke Indonesia tanpa harus
melapor pada sampeyan. Di Canada saya punya status sebagai
permanent resident, saya punya hak untuk bekerja dan tinggal
selamanya disini. Saya juga mempunyai hak-2 lain yang sama
dengan seorang warga negara Canada kecuali hak untuk memilih
dan dipilih. Jadi sangat lucu kalau anda ikut campur mengenai
perkara pribadi saya, sepertinya saya orang yang tak tahu
menahu mengenai hak-2 saya.
You, Bad Ass, mengatakan bahwa kalau saya di Indonesia akan
menyusahkan banyak pihak. Apakah maksud sampeyan saya akan
menyusahkan "mbahmu"? :). Mengacalah anda. Look at you, anda
posting dengan nama samaran Bad Ass. Isinya 'rak teges'
Kemudian you bertingkah seolah-olah seperti seorang kakek
yang menasehati cucunya, apa tidak benar-2 absurd?!
Dilain pihak, mungkin benar perkataan anda bahwa banyak orang
yang susah kalau orang seperti saya tinggal di Indonesia.
Saya pernah berpendapat bahwa betapa nikmatnya menjadi koruptor,
opresor dan pemerkosa di Indonesia sebab orang tidak berani
membikin susah hidup mereka. Tanpa sungkan-2 saya katakan pula
masyarakat seperti itu adalah masyarakat pengecut. Apakah semua
orang Indonesia demikian?. Tidak. Sekarang banyak bukti bahwa
tidak semua orang Indonesia demikian. Banyak orang Indonesia
bahkan berani mengucurkan darah untuk menegakkan keadilan.
Dalam arti ini, bahwa koruptor, penindas, pemerkosa disana
hidupnya menjadi susah kalau saya balik ke Indonesia adalah
masuk akal. Sebab bahkan sebelum saya berangkat keluar negeri
saya sudah banyak mempermasalahkan dan bikin banyak susah
orang-2 semacam mereka, termasuk diantaranya adalah pihak
penguasa gereja Katolik.
Bad Ass:
>Saya masih ingat milis yang terdahulu :
>"Bahkan dalam tubuh Gereja sendiri terdapat suatu organisasi
>sayap kanan rahasia yang disebut Khasbul (saya adalah eks anggota)
>termasuk didalamnya adalah tokoh-2 CSIS dan Pastor-2 Jesuit."
>Saya pikir mungkin ini gaya anda yang terbawa sejak anda aktif
>di organisasi sayap kanan tersebut.
Eko Raharjo:
Anda keliru, dulu sebagai "keong" saya justru banyak tutup mulut,
sebab pertama-tama dengan cara begitulah orang tidak akan tahu bahwa
saya hook-up dengan jaringan rahsia sayap kanan tersebut, yang waktu
itu punya koneksi orang-2 kuat dalam tubuh ABRI dan pemerintah pusat.
Kedua, saya terikat sehingga tidak bisa dengan bebas menyuarakan
maupun bertindak sesuai dengan nurani saya. Jadi organisasi tsb
justru membentuk anggota-2 nya untuk menjadi orang yang buta dan
tuli dengan kenyataan sebenarnya. Meskipun benar bahwa dalam training
mereka dilatih untuk tidak mengenal takut, namun sesungguhnya mereka
adalah orang-2 yang takut akan kenyataan dan kebenaran.
Sekian dulu Bad Ass
Eko Raharjo.
Calgary
______________________________________________________________
>From Eko W Raharjo <[EMAIL PROTECTED]> to UNDIP List
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id