Halo Om Eko ...
Saya coba mengomentari pendapat anda (saya lagi males meng-click and drag 
isi mail anda  di bawah ..) tapi saya yakin anda tau bagian yang mana dari 
mail anda ini yang saya komentari ...
Anda menuliskan bahwa anda berbicara berdasarkan fakta ini , itu , dst dst 
..., tapi secara de facto bagi millist ini at least buat saya facta yang 
anda sebutkan itu secara factual dimana , kapan kita nggak tahu ... kan yang 
bilang begitu bercerita begini adalah anda ...
Bisa saja saya menuliskan disini bahwa anda (maaf) adalah temen maen 
kelereng ayah saya misalnya yang menurut ayah saya sampeyan pernah kalah 
maen kelereng lalu ngutang then waktu ditagih ngeplang ... then saya bilang 
bahwa cerita itu berdasarkan facta lho ... 100% facta tanpa campuran apapun 
...
Tapi meskipun saya bilang itu facta 100% tapi buat para millist disini  
apakah cerita saya itu facta juga buat mereka ???
Saya bisa bercerita juga bahwa saya pernah ketemu and makan satu meja dengan 
Lady Di misalnya di salah satu cafe Heatrow sana ... dan saya bisa bilang 
itu adalah facta ... karena memang England multy entry visa di passport saya 
masih valid sampai 2003 ... dan beberapa kali saya memang pernah ke sono 
tapi ke Huntington bukan ngendon di London ...TAPI masalah yang saya pernah 
makan semeja denga LADY DI itu meskipun saya ngotot sampai melotot bilang 
facta facta facta 100% tetap aja itu cuma facta versi saya ... bagi millist 
ini belum tentu ...
Om Eko apa yang bilang itu facta ... facta bagi siapa or buat siapa ??


Benny
Makati, Manila



>From: Eko W Raharjo <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: [UNDIP] PIAGAM JAKARTA, CAMPUR TANGAN NEGARA
>Date: Tue, 22 Aug 2000 21:04:21 -0700
>
>
>Bad Ass wrote:
> >Agaknya saya mulai muak dengan kata-kata anda, Pak Eko! Saya gak
> >mudeng apa maksud anda bercerita terus soal agama dan suku, yang
> >cenderung mengunggulkan dan menjelekkan satu pihak dengan lainnya.
> >Saya kira sudah cukup diakhiri sampai di sini saja. Gak salah kalau
> >kita bicara soal agama dan suku, tapi yang jelas batasannya dong!
>
>Eko Raharjo:
>
>Dear Mrs/Mr Bad Ass,
>Anda merefer pada cerita saya yang mana?. Kata-kata saya yang
>mana yang cenderung mengunggulkan dan menjelekkan satu pihak?.
>Setahu saya, saya selalu menampilkan cerita maupun opini yang
>berdasar pada fakta atau paling tidak saya selalu menyertakan
>alasannya. Tanpa ada quote terhadap apa yang anda sinyalir,
>tanggapan anda tidak lebih dari gossip belaka.
>
>Anda menyinggung mengenai soal batasan bicara mengenai suku dan
>agama. Tulisan saya yang manakah yang melewati batas?. Batasan
>yang mana?. Apa alasannya?. Sekali lagi tanpa anda pinpoint
>pernyataan atau kata-2 dari saya yang anda tuduh tsb, tanggapan
>anda bagaikan orang yang ngedumel sendiri tanpa ujung pangkal.
>Orang-2 jalanan mungkin bisa anda pengaruhi dengan taktik ugly
>semacam ini, namun saya tidak percaya bahwa anggota dari milis
>universitas ini tidak bisa berpikir kritis.
>
>Bad Ass wrote:
> >Saya hargai anda karena telah membuka wawasan kita about
> >permasalahan rawan yang sering terjadi di antara kita. Dan
> >itu harus.. karena setelah sekian lama kita dipaksa tutup mulut
> >tetapi toh di belakang tetap melakukan juga, saya lebih suka itu
> >disebut sebagai pembodohan bangsa. Namun tidak sampai arogan, Pak.
> >Gaya anda bicara terus terang bikin saya mau muntah! Cukup...
> >saya kira anda salah berbicara dengan gaya seperti itu di Indonesia.
> >Saya kira mungkin di Canada anda lebih baik, karena di sini bakal
> >menyusahkan banyak pihak.
>
>Eko Raharjo:
>Bad Ass, anda ini mau muntah karena melihat gaya tulisan saya
>atau karena anda tidak tahan melihat fakta yang saya tampilkan
>dalam tulisan saya? Kalau yang terakhir, ya silahkan benamkan
>kepala anda seterusnya kedalam pasir, sebab memang demikianlah
>kenyataan yang ada dalam masyarakat Indonesia. Kegunaan lain
>membenamkan kepala kedalam pasir adalah kalau sampeyan muntah
>tidak akan ada orang yang tahu bahwa sampeyan suka makan
>sego kucing :).
>
>Kalau sampeyan menganggap saya arogan, saya sama sekali tidak
>keberatan. Sebab tidak ada relevansinya dengan opini-2 saya.
>Tidak ada relevansinya pula dengan penggelapan hak-2 anda maupun
>hak-2 masyarakat umum. It's totally your personal opinion.
>I have no objection and am not responsible for it!
>
>Apakah saya mau tinggal di Canada atau di Indonesia that's not
>your business. Saya adalah seorang warga negara Indonesia oleh
>karena itu punya hak untuk tinggal dan ikut campur mengenai
>permasalahan kemasyarakatan di Indonesia. Kapan saja saya ingin
>datang ke Indonesia saya akan datang ke Indonesia tanpa harus
>melapor pada sampeyan. Di Canada saya punya status sebagai
>permanent resident, saya punya hak untuk bekerja dan tinggal
>selamanya disini. Saya juga mempunyai hak-2 lain yang sama
>dengan seorang warga negara Canada kecuali hak untuk memilih
>dan dipilih. Jadi sangat lucu kalau anda ikut campur mengenai
>perkara pribadi saya, sepertinya saya orang yang tak tahu
>menahu mengenai hak-2 saya.
>
>You, Bad Ass, mengatakan bahwa kalau saya di Indonesia akan
>menyusahkan banyak pihak. Apakah maksud sampeyan saya akan
>menyusahkan "mbahmu"? :). Mengacalah anda. Look at you, anda
>posting dengan nama samaran Bad Ass. Isinya 'rak teges'
>Kemudian you bertingkah seolah-olah seperti seorang kakek
>yang menasehati cucunya, apa tidak benar-2 absurd?!
>
>Dilain pihak, mungkin benar perkataan anda bahwa banyak orang
>yang susah kalau orang seperti saya tinggal di Indonesia.
>Saya pernah berpendapat bahwa betapa nikmatnya menjadi koruptor,
>opresor dan pemerkosa di Indonesia sebab orang tidak berani
>membikin susah hidup mereka. Tanpa sungkan-2 saya katakan pula
>masyarakat seperti itu adalah masyarakat pengecut. Apakah semua
>orang Indonesia demikian?. Tidak. Sekarang banyak bukti bahwa
>tidak semua orang Indonesia demikian. Banyak orang Indonesia
>bahkan berani mengucurkan darah untuk menegakkan keadilan.
>Dalam arti ini, bahwa koruptor, penindas, pemerkosa disana
>hidupnya menjadi susah kalau saya balik ke Indonesia adalah
>masuk akal. Sebab bahkan sebelum saya berangkat keluar negeri
>saya sudah banyak mempermasalahkan dan bikin banyak susah
>orang-2 semacam mereka, termasuk diantaranya adalah pihak
>penguasa gereja Katolik.
>
>Bad Ass:
> >Saya masih ingat milis yang terdahulu :
> >"Bahkan dalam tubuh Gereja sendiri terdapat suatu organisasi
> >sayap kanan rahasia yang disebut Khasbul (saya adalah eks anggota)
> >termasuk didalamnya adalah tokoh-2 CSIS dan Pastor-2 Jesuit."
> >Saya pikir mungkin ini gaya anda yang terbawa sejak anda aktif
> >di organisasi sayap kanan tersebut.
>
>Eko Raharjo:
>Anda keliru, dulu sebagai "keong" saya justru banyak tutup mulut,
>sebab pertama-tama dengan cara begitulah orang tidak akan tahu bahwa
>saya hook-up dengan jaringan rahsia sayap kanan tersebut, yang waktu
>itu punya koneksi orang-2 kuat dalam tubuh ABRI dan pemerintah pusat.
>Kedua, saya terikat sehingga tidak bisa dengan bebas menyuarakan
>maupun bertindak sesuai dengan nurani saya. Jadi organisasi tsb
>justru membentuk anggota-2 nya untuk menjadi orang yang buta dan
>tuli dengan kenyataan sebenarnya. Meskipun benar bahwa dalam training
>mereka dilatih untuk tidak mengenal takut, namun sesungguhnya mereka
>adalah orang-2 yang takut akan kenyataan dan kebenaran.
>
>Sekian dulu Bad Ass
>
>Eko Raharjo.
>Calgary
>______________________________________________________________
> >From Eko W Raharjo <[EMAIL PROTECTED]> to UNDIP List
>Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
>DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList               http://www.undip.ac.id

_________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com.

Share information about yourself, create your own public profile at 
http://profiles.msn.com.

______________________________________________________________
>From "Benny Murdianto" <[EMAIL PROTECTED]> to UNDIP List
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList               http://www.undip.ac.id

Kirim email ke