Saya pernah mengamati peristiwa berikut ini yang terjadi beberapa tahun
yang lalu :
Seorang pengangkut sampah yang badannya basah berkeringat duduk sejenak
di sebuah bangku tembok, dekat gerbang pintu masuk kampus yang di dalamnya
terdapat sejumlah jurusan bidang teknik. Ia baru saja menarik roda yang
penuh berisi sampah yang dikumpulkan di sekitarnya untuk kemudian dibawa ke
pusat penampungan yang jaraknya entah berapa.
Sebentar kemudian temannya yang pengemudi becak menghampiri.
Kepadanyalah, ia mengeluhkan pemborosan minyak tanah di rumahnya yang sulit
dihindari. Untuk itu, ia berusaha mengumpulkan sampah berupa potongan kayu
yang kira-kira bisa dimanfaatkan untuk bahan bakar.
Sedangkan sang teman membalasnya dengan keluhan yang sama. Karena
pemborosan minyak tanah tidak bisa dihindarinya, terpaksalah setiap sebelum
menarik becak, ia pergi mencari kayu bekas.
Saya nggak tahu, apakah mereka tahu bahwa di kampus itu banyak sekali
solusi penghematan minyak tanah? Yang jelas pengangkut sampah sudah banyak
mengumpulkan sampah yang berasal dari kampus. Sedangkan pengemudi becak
sudah sering menarik penumpang dari kampus.
Salam,
Nasrullah Idris
----------------------
P.O. Box 1380 - Bandung 40013
Bidang Studi : Reformasi Sains Matematika Teknologi
http://bdg.centrin.net.id/~acu
______________________________________________________________
>From "Nasrullah Idris" <[EMAIL PROTECTED]> to UNDIP List
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id