Pernahkah kita mengamati dokter yang terkadang mengaku sebagai ilmuwan,
tetapi sebenarnya masih berpikiran modis. Mereka terjebak oleh image yang
seolah-olah sebuah pemikiran kedokteran mempunyai legitimasi keilmuan bila
datangnya dari Barat. Karya ilmiah pun, mereka anggap bermutu bila
menyertakan catatan perpustakaan yang panjang, terutama buku hasil
terjemahan dari Inggeris atau Latin. Kalau tidak bisa-bisa dituduh
mengada-ada, nyeleneh, atau melanggar kaidah-kaidah keilmuan yang sudah
disepakati.
     Lihat saja gayanya saat berbicara ketika membacakan makalah atau
memberi ceramah. Bangga sekali mereka mengungkapkan argumentasi peneliti
maupun pengajar dari perguruan tinggi selevel Harvard of University.
Sementara para pendengar yang terkesimak mengangguk-anggukan kepalanya
setiap sebentar.


Salam,

Nasrullah Idris


______________________________________________________________
>From "Nasrullah Idris" <[EMAIL PROTECTED]> to UNDIP List
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList               http://www.undip.ac.id

Kirim email ke