salam pak Nasrullah Idris,

perkenalkan dulu saya alumni ft. undip, baru lulus.
saya bukan dokter, apalagi doktor,...hanya saja tergelitik dengan email 
bapak ini. sekaligus juga ada beberapa pertanyaan yg mungkin (semoga)masih 
ada kaitannya dg tulisan bapak.
bukankah kalau kita (mahasiswa) dalam menulis tulisan ilmiah dianjurkan 
untuk mencantumkan referensi2 dari tulisan2 ilmiah/ jurnal/ literatur/ 
apapun sehubungan dg penemuan seseorang sesuai dg masalah yg kita angkat. 
semakin banyak masalah dan statement yg dicantumkan dg sendirinya akan 
dituntut argumen/ statement yg semakin banyak untk mendukung pemikiran kita 
dalam tulisan tsb.

masalah literatur dari barat, bukankah jumlahnya memang sedemikian banyak 
dibanding dg sumber2 dari ngr lain?, karena mereka telah lama mengembangkan 
berbagai macam teknologi termasuk kedokteran jauh2 hari, shg apa yg akan 
kita kembangkan saat ini sudah ada precedents-nya di dunia barat? kemudian 
tinggal inovasi/ adjustment/ justifikasi, dll. dr. kita bila akan diterapkan 
di dalam konteks wilayah tanah air.

teknologi barat yg sudah mengglobal kemudian berdampak bhw, apapun teori yg 
kita angkat atau kembangkan tidak bisa mengabaikan teori dari ngr2 barat, 
apalagi untuk masalah2 yg berkaitan erat dg teknologi, sperti kedokteran 
misalnya, yg menciptakan alat2nya siapa? karena teknologi misal, kita sudah 
sama/ mirip/ menyusul, berarti teori barat lebih punya adaptability yg 
tinggi? tentunya utk kasus2 yg bisa mengambil precedent dr. mereka,...belum 
lagi orientasi sistem pendidikan kita? apakah juga mempengaruhi dalam 
melihat/ mensikapi masalah?

komentar dari bapak akan sangat bermanfaat bagi kami. terima kasih.

salam,
aswin g. sukahar



>      Pernahkah kita mengamati dokter yang terkadang mengaku sebagai 
>ilmuwan,
>tetapi sebenarnya masih berpikiran modis. Mereka terjebak oleh image yang
>seolah-olah sebuah pemikiran kedokteran mempunyai legitimasi keilmuan bila
>datangnya dari Barat. Karya ilmiah pun, mereka anggap bermutu bila
>menyertakan catatan perpustakaan yang panjang, terutama buku hasil
>terjemahan dari Inggeris atau Latin. Kalau tidak bisa-bisa dituduh
>mengada-ada, nyeleneh, atau melanggar kaidah-kaidah keilmuan yang sudah
>disepakati.
>      Lihat saja gayanya saat berbicara ketika membacakan makalah atau
>memberi ceramah. Bangga sekali mereka mengungkapkan argumentasi peneliti
>maupun pengajar dari perguruan tinggi selevel Harvard of University.
>Sementara para pendengar yang terkesimak mengangguk-anggukan kepalanya
>setiap sebentar.
>
>
>Salam,
>
>Nasrullah Idris
>
>
>______________________________________________________________
> >From "Nasrullah Idris" <[EMAIL PROTECTED]> to UNDIP List
>Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
>DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList               http://www.undip.ac.id

_________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com.

______________________________________________________________
>From "Aswin G. Sukahar" <[EMAIL PROTECTED]> to UNDIP List
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList               http://www.undip.ac.id

Kirim email ke