Ramadan Bikin Ketar-Ketir ******************
Sudah lama diketahui bahwa second hand smoker punya resiko kesehatan yang lebih tinggi. Oleh karena itu di banyak negara barat sudah lama memperlakukan aturan no smoking di tempat-2 umum. Kota Paris sudah 5 tahun lebih melarang orang merokok di restoran. Vancouver Canada memberlakukan larangan yang sama sejak tahun lalu. Calgary Canada masih berdebat sengit untuk menerapkan aturan tsb. Sangat wajar kalau di Indonesia ada orang mulai memunculkan issue mengenai secondhand smoker. Namun mempermaslahkan hal tsb di bulan PUASA oleh umat Islam? Kemungkinan besar akan muncul komplikasi-2 yang tambah bikin runyam. Kenapa? Sebab secara umum umat islam sudah punya label jelek dalam perkara larang melarang. Kedua, umat Islam dalam bulan puasa terkenal suka cari-cari untuk melarang ini-itu. Memang susah kalau sudah terlanjur punya cap jelek, ide yang baik pun buntut-2nya bisa menjadi jelek. Menurut saya yang paling penting dalam bulan puasa ini adalah banyak merenung untuk menemukan cara yang baik untuk membersihkan citra (umat) Islam yang jelek. Misalnya kalau meyakini second hand smoker merupakan masalah, ya permasalahkan hal tsb di bulan-2 biasa, tidak pada bulan puasa (saja). Kalau meyakini pelacuran adalah masalah masyarakat maka tidak perlu tunggu bulan puasa untuk memunculkannya, dst. Kalau tidak sanggup mempermasalahkan pada bulan biasa maka bagi saya malah mencurigakan (pamrihnya) untuk mempermaslahkannya di bulan Ramadan. Ada perbedaan besar mengenai dua hal tsb yang kurang disadari oleh umumnya umat Islam. Yang pertama Islam dijadikan sumber inspirasi untuk berbuat baik terhadap masyarakat. Sedangkan yang kedua, yakni berbuat baik hanya pada bulan puasa, berarti memakai Islam (sebagai alat) demi orang ybs bisa berbuat baik. Jadi Islam dijadikan tameng; umat islam bersembunyi dibalik Islam. Hiding behind Islam sesunguhnya merupakan masalah kronis umat Islam yang membuat citra mereka menjadi jelek. Kan tidak baik bila setiap bulan puasa malah membuat orang lain ketar-ketir (mikirin ulah apa lagi yang dikeluarkan umat Islam) padahal seharusnya ramadan bisa mendatangkan ketentraman bagi siapa saja. Selamat menunaikan bulan puasa. Eko Raharjo. Calgary Wassalam Eko Raharjo bayu wrote: > Ini tergantung niatnya sih, tapi sangat beresiko jika mengharapkan asap > dari perokok itu > > menurut saya ada dua macam asap rokok yang mengganggu kesehatan. > Asap mainstream, yaitu asap yang dihisap oleh si perokok > Asap sidestream, asap hasil pembakaran dari ujung rokok, kemudian menyebar > ke udara > Asap sampingan memiliki konsentrasi yang lebih tinggi, karena tidak melalui > proses penyaringan yang cukup. Dengan demikian pengisap asap sampingan > memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita gangguan kesehatan akibat > rokok, belum lagi ditambah bonus dari asap utama yang dihembuskan balik oleh > perokok > > kesimpulannya, yg merokok malah lebih aman dan sudah pasti batal puasanya. > > ----- Original Message ----- > From: "Nasrullah Idris" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[EMAIL PROTECTED]> > Sent: Thursday, November 22, 2001 9:26 AM > Subject: [UNDIP] Mendekati Perokok > > > Kita sudah sepakat bahwa merokok itu membatalkan puasa bagi mereka > yang mengisapnya. > > Banyak dokter mengatakan bahwa asap rokok itu tidak saja berbahaya > bagi kesehatan perokok, juga kesehatan mereka yang mendekati perokok. > Soalnya dengan mendekati perokok akan mempunyai kemungkinan untuk terisap > akan asap rokoknya. > > Kalau memang demikian, apakah orang yang mendekati perokok itu akan > membatalkan puasanya ? > > > > Salam, > > > > Nasrullah Idris > > > > -------------------------- > Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2 > to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 212 > DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id -------------------------- Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2 to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 213 DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
