Saya tidak senang berasumsi. Tulisan saya berdasar pada fakta dan
blak-blakan. Andalah yang suka punya asumsi yang tidak berdasar,
misalnya menganggap bahwa kalau diskusi ini diperpanjang akan
menimbulkan kericuhan. Ledakan kericuhan terjadi justru karena
persoalan yang ada (dan membawa banyak korban) tidak pernah dibawa
kepermukaan. Kegelisahan anda berbeda dengan kegelisahan saya
sebab anda hanya ingin menghindari persoalan. Bung! itu namanya
bukan kegelisahan tapi KETAKUTAN! Kegelisahan saya merupakan
ungkapan keprihatinan yang senantiasa disertai USAHA untuk
mengangkat persoalan kepermukaan untuk dibicarakan, diurus
dan dicari penyelesaian seadil-adilnya.

Tulisan anda adalah ciri dari orang yang tidak berani menghadapi
persoalan (dan tentu pula tidak berani mencari pemecahannya), yakni
hanya berisi statements TANPA disertai dengan REASONS, eg.
"menimbulkan perpecahan", "kericuhan", "meniupkan isu SARA dengan
topeng keadilan", "provocator" dst, dst. Mana reasonnya, mana
penjelasannya, mana datanya, mana rujukannya? Anda ini seorang
manusia yang mempunyai otak untuk berpikir, menganalisa, mencari
sebab-musabab dan solusi atau anda ini tukang pembuat slogan.
Saya ragukan kalau anda membaca tulisan yang saya postingkan e.g.
Church Needs Public Exorcism. Kalau memang membaca dan mengerti,
coba berilah komentar, analisis mengenai subtansinya. Jangan
sekedar antem kromo, ASBUN, mengatakan meniupkan isu SARA, dst.
Disini adalah forum diskusi, pakailah inteligence anda; bukan
jalanan, dimana orang hanya mengacung-acungkan spanduk berisi
slogan-slogan atau rethoric. Sekali lagi berilah alasan,
penjelasan, data, rujukan atau apa sajalah yang berbau intelek. 

Salam
Eko Raharjo



BAGUS SASMITO wrote:
> 
> Pak Eko Raharjo Yth,
> Berarti dalam hal ini saya salah persepsi dalam meng-arti-kan tulisan Anda.
> Kalau begitu, anggap saja saya tidak pernah menuliskan tanggapan tersebut.
> Karena kalau diperpanjang akan menimbulkan 'kericuhan' dalam penafsirannya.
> Tapi Anda jangan mengasumsikan bahwa saya termasuk orang yang ABS atau
> 'pokoke asal apik-apikan', karena saya juga orang yang turut merasa gelisah
> kepada keadaan yang menyimpang dari nurani. Apalagi jika ada orang munafik
> yang sengaja meniupkan isu SARA dengan topeng keadilan, seperti para
> provokator yang selama ini masih berkeliaran dengan nyaman di Indonesia.
> Well, terima kasih dan selamat menyuarakan keadilan.
> 
> Regards,
> BAGUS S.
> ---------------------------------------------------------------
> 
> From: Eko Raharjo <[EMAIL PROTECTED]>
> Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
> To: BAGUS SASMITO <[EMAIL PROTECTED]>
> CC: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [UNDIP] Gereja Melindungi Kriminal (2)
> Date: Tue, 25 Jun 2002 13:58:25 -0600
> 
> Bagus Sasmito Yth.
> Terimakasih atas tanggapan anda. Pertama-tama ada kesalahan
> pengertian disini yakni Gereja bukanlah agama. Gereja adalah
> hirarki dari iman-iman yang secara otoriter berkuasa terhadap
> peri-kehidupan beragama dari umat Kristen Katolik. Penguasa
> agama adalah bukan agama itu sendiri, seperti halnya penguasa
> Indonesia tidaklah identik dengan bangsa indonesia. Kalau
> seseorang mencaci-maki penguasa Indonesia yang korup
> tidak bisa diartikan sebagai mencaci-maki bangsa Indonesia;
> Sebaliknya merupakan pembelaan terhadap bangsa Indonesia.
> Mencaci Gereja karena keterkaitannya dengan tindak kriminal
> (korbannya adalah umat Kristen sendiri), dalam arti yang luas
> bahkan merupakan pembelaan terhadap umat Kristen, ajaran
> Kristen, dus agama Kristen sendiri! Bahkan tertulis telah dalam
> Injil barang siapa merusak anak-anak, ganjarannya adalah
> diceburkan kelaut dengan bandul besi dilehernya.
> 
> Haruskah saya memberi kredit kepada orang-orang seperti itu.
> Tentu saja tidak!. Siapa saja yang melakukan perbuatan kriminal
> terutama kepada anak-anak tidak saja patut didiskredit melainkan
> harus dituntut, diadili dan dihukum sekeras-kerasnya. Memberikan
> opini berdasarkan fakta mengenai keterlibatan/pertanggungan
> jawab Gereja dari tindakan kriminal bukan meniupkan angin
> perpecahan melainkan menyuarakan keadilan!  Mereka yang
> mengerti betul akan apa arti persatuan justru akan meneriakkan
> keadilan, sebab PERSATUAAN SEJATI HANYA TUMBUH
> KALAU BERBASIS PADA KEADILAN. Merupakan kekeliruan
> yang fatal membangun persatuan dengan menutup mata akan
> ketidak-adilan, penyelewengan atau bahkan tindakan kriminal.
> Kalau yang kita inginkan adalah "pokoke asal apik-apikan"
> kenapa kita harus repot-repot mengadili eks presiden Suharto.
> Apakah karena Suharto cs sekarang sudah lemah seperti macan
> ompong. Kita takut mengadili tindak kriminal dalam Gereja
> karena mereka kaya dan kuat, punya lobi politik national
> maupun international. Betapa tidak adil dan pengecutnya kita!
> 
> Salam
> Eko Raharjo
> 
> BAGUS SASMITO wrote:
> 
>  > Pak Eko,
>  > Tulisan yang bernada mendiskriditkan salah satu agama (atau suku atau
> ras)
>  > sebaiknya tidak perlu Anda posting ke sini. Karena di UNDIP Mailing List
>  > beranggotakan banyak orang dari aneka Suku, Ras, dan Agama.
>  > Saya yakin Anda pun setuju supaya negara kita segera bangkit dari
>  > keterpurukan sekarang ini. Tidak ada salahnya, kan, kalo kita mulai dari
>  > diri kita sendiri dengan tidak menghembuskan angin perpecahan terhadap
> apa
>  > yang menjadi angan-angan kita bersama.
>  > Tidakkah kita ingin supaya hidup kita (anak atau cucu kita) tidak seperti
>  > kehidupan kita sekarang ini. Selalu ada perpecahan, persengketaan, iri,
>  > dengki, dan terakhir mungkin kehancuran.
>  > Well, saya tidak menggurui Anda sama sekali, karena saya juga minim
>  > pengalaman hidup. Tapi paling tidak dalam hati saya masih punya kesadaran
>  > dan keinginan untuk hidup damai bersama Anda dan rekan-rekan lainnya.
>  > Saya harap Anda bisa memakluminya, dan saya minta maaf kalau ada tulisan
>  > yang menyinggung Anda.
>  >
>  > Salam,
>  > BAGUS S.
>  >
>  >
> 
> _________________________________________________________________
> MSN Photos is the easiest way to share and print your photos:
> http://photos.msn.com/support/worldwide.aspx

--------------------------
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 424
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList               http://www.undip.ac.id

Kirim email ke