Salam

Hal ini diperparah dengan masuknya unsur klenik. Seperti pengakuan 
sorang paranormal yang saya kenal. Menurut dia cukup banyak "oknum" 
dunia advertising yang memanfaatkan jasa paranormal, agar produknya 
laris, karena konsumen kena "pelet". 
Fenomenanya dengan memasang "jampi-jampi", misal pada materi iklan yang 
akan ditayangkan di TV. Dengan begitu seorang dukun mampu "menyihir" 
jutaan pemirsa dengan sekali kerja. Yah, hampir mirip Dedi ilusionis 
itu lah, mengontrol pikiran dan emosi orang via media wireless.

Ini sudah lama terjadi, hampir 10 tahun yang lalu saat saya masih S1.
So, bukan hanya tidak lagi mempertimbangkan harga, tapi akal sudah 
ditinggalkan.....

Wasalam
Kang Bas
Petani Tembalang

Nasrullah Wrote:
>..... Jajakan pada mereka sebuah keinginan, bukannya
> kebutuhan, sehingga harga tidak lagi menjadi pertimbangan....



---------------------------------------------------------------------
Milis Archive: http://archive.undip.ac.id
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #131
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList              http://www.undip.ac.id


Kirim email ke