biadab memang kata yang tepat bagi pembom bali, tapi bila para oarng tak
beradab berkeliaran di indonesia bukan berarti merupakan alasan untuk
merubah kewarganegaraan, apakah itu solusi?
tumpah darah indonesia akan senatiasa melekat dalam h saya yakin orang
amerika sangat-sangat maklum, lebih banyak orang beradab di indonesia
dibanding orang tidak beradab yang sedang berkeliaran di sini

On Mon, 14 Oct 2002 [EMAIL PROTECTED] wrote:

>
> Tertegun saya mendengar berita pemboman di Bali yg disiarkan radio hari
> Sabtu siang waktu bagian Timur Amerika atau Minggu dini hari WIB.  Bali
> adalah tempat saya & suami biasa transit dalam perjalanan ke Semarang,
> mengingat Jakarta bukan kota yg convenient bagi kami.  Namun Senin pagi ini
> sebelum berangkat ke kantor, kami saling bertanya: "What are we gonna say
> if people at work ask us about this bombing?"  Jelas kesal & bingung....
> walau suami bukan WNI, ia paling gencar mempromosikan wisata & budaya di
> Indon ke kawan-kawan di Amerika.  Dulu dengan menepuk dada saya mengatakan
> tak mau berubah kewarganegaraan karena I was proud to be an
> Indonesian.......  Sekarang kami mau bicara apa kalau ada gerombolan biadab
> berkeliaran di sana?  Adakah yg masih tertinggal yg bisa saya banggakan?
>
> My prayers and thoughts for the family of the victims.......
> Saya salut dengan para sukarelawan yg membantu menangani korban.......
> great job dude, God bless you.
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> Milis Archive: http://archive.undip.ac.id
> to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #167
> DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList              http://www.undip.ac.id
>
>


---------------------------------------------------------------------
Milis Archive: http://archive.undip.ac.id
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #173
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList              http://www.undip.ac.id


Kirim email ke