Ressa Yanuardin Widiyatmoko Traffic Management, Marketing and Sales Division PT. Televisi Transformasi Indonesia Jl. Kapt. P. Tendean Kav 12-14A Jakarta 12790 - Indonesia Telp. (021) 79177000 ext. 5145 Believe It Or Not Pada tahun 1899, di Austria, tepatnya di city of Linz, seorang bernama Gearl Zaitz merasa sangat takut dan gelisah karena telah beberapa malam belakangan ia selalu tidur dengan mimpi buruk. Dalam mimpinya, ia berulang kali melihat pembunuhan, pembantaian dan banjir darah di mana-mana. Tidak tahan oleh ketakutan yang mencekam perasaannya dan yang selalu mengganggu pikirannya,ia mendatangi Alois Muller, seorang "dukun" yang dikenal bisa meramal dan menjelaskan makna mimpi. Dengan nada sedih dan suara yang dalam Muller mengatakan bahwa mimpi itu artinya hidup Zaitz lah yang suatu saat kelak akan menyebabkan banjir darah, pembantaian dan terbunuhnya ribuan bahkan ratusan ribu nyawa manusia. Perasaan sedih Zaitz tidak lagi tertahankan. Baginya lebih baik mati daripada hidup justru menyebabkan terbunuhnya orang lain. Demikianlah akhirnya, Zaitz memutuskan bunuh diri dengan jalan terlentang di lintasan kereta api. "Dari pada aku menyebabkan terbunuhnya banyak orang, biarlah banyak orang yang membunuhku," pikirnya. Baru saja ia merebahkan badannya, alangkah terkejutnya ketika ia menoleh ke arah datangnya kereta api, seorang bocah berusia sekitar 10 tahun tengah melakukan hal yang sama dengan yang ia lakukan. Karena tidak ingin "menyebabkan" orang terbunuh, maka ketika kereta telah semakin dekat, buru-buru ia lari dan menyelamatkan si bocah malang. Kereta api telah lewat dan si bocah berhasil ia selamatkan. Ada perasaan tenteram bercampur bahagia yang sulit ia ungkapkan. Gangguan mimpi buruk itupun lenyap seketika. Kini ia merasa sangat tenang dan tenteram. Ia memutuskan untuk membatalkan "acara" bunuh dirinya dan menganggap bahwa apa yang dikatakan Muller ha nya omong kosong belaka. Berbuat baiklah ternyata yang mampu menentramkan hatinya. Nyatanya, Zaitz memang hidup tenang sebagai petani di desa kecil Lambach, tidak jauh dari Linz. Sampai akhirnya hayatnya ia tidak pernah tahu bahwa anak yang ia selamatkan itu tidak lain adalah orang yang kelak dikenal dengan nama Adolf Hitler. . Confidentiality Clause We intend this electronic mail message only for the person or entity named in the addressee field. This message may contain information that is privileged, confidential or exempt from disclosure under applicable law. If you are not the addressee or an employee or agent responsible for delivering this message to the addressee, please notify us immediately by telephone, return this message to us at the email address noted above and permanently destroy any copies you may have. Any dissemination or copying of this message by anyone other than the addressee is strictly prohibited. Email Policy and Conditions http://www.colliersmn.com/prod/ccabout.nsf/publish/legal_index.html --------------------------------------------------------------------- Milis Archive: http://archive.undip.ac.id to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #181 DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
