Mosok negara nanggung $9000/orang/hari.... kok banyak sekali? Aku yakin tidak ada pejabat amerika yg dapat uang jalan $9000/hari ke luar negeri. Hotel yg $300-an itu sudah mewah sekali & pantas bagi pejabat. Ongkos makan $200/hari itu sudah kenyang sampe mbonjrot. Taruhlah uang taksi $200 per hari kalau suka puter-puter kota sehari suntuk sampai drop dead, jadi total $700 sudah foya-foya. Lha kok $9000 lantas sisanya utk apa? I don't believe this. Sungguh tidak efisien pengelolaan keuangan di negeri kita. I am sorry... kok jadi ngetung-etung rejeki orang.
Sembuh dari kanker itu jarang-jarang, mosok nazarnya foya-foya, bukannya menyenangkan Tuhan.
novi leigh
-------------------
Anggota MPR Foya-foya
Oesman Sapta: "Saya Tanggung Kelebihan Biaya Itu"
Tempo on-line Jakarta, Senin, 23 Jun 2003 14:46
Wakil Ketua MPR Oesman Sapta menegaskan kelebihan biaya kunjungan sejumlah Wakil Ketua MPR ke sejumlah negara Eropa ditanggung oleh dirinya, dan negara hanya menanggung sesuai plafon yang disetujui Departemen Keuangan.
Menurut Oesman, kunjungan kerja ke sejumlah negara Eropa tersebut sudah ditentukan sejak lama dan ia juga pernah bernazar apabila dirinya sembuh dari penyakit kanker yang dideritanya akan "menraktir" rekan-rekannya sesama Wakil Ketua MPR itu.
Oesman Sapta bersama empat wakil ketua MPR lainnya, yakni Slamet Supriyadi (F-TNI/Polri), Nazri Adlani (F-UG), Husni Thamrin (F-PPP), Yusuf Amir Faisal (F-PBB) selama dua pekan melakukan kunjungan kerja ke negara-negara Eropa yakni Inggris, Belanda, Perancis, Spanyol dan Italia.
"Kelebihan biaya kunjungan kerja ke luar negeri ini saya yang menanggungnya. Apa salah saya menraktir teman-teman saya sendiri," kata Oesman yang juga Ketua Fraksi Utusan Daerah (FUD) MPR itu.
Mengenai jumlah rombongan, Husni Thamrin menjelaskan, para wakil ketua MPR didampingi istri masing-masing dan rombongan masih ditambah lagi dengan tiga anggota FUD MPR dan tiga orang staf dari MPR.
Untuk ongkos keluarga masing-masing, Slamet Supriyadi menegaskan semuanya ditanggung pribadi dan tidak dibiayai negara.
Sementara itu, Sekjen MPR Rahimullah menjelaskan bahwa kunjungan kerja itu sebagian dibiayai APBN yang sudah dimasukkan dalam daftar isian kegiatan.
Menurut dia, indeks biaya ke negara-negara yang diberikan untuk masing-masing Wakil Ketua MPR itu sudah ditetapkan berdasarkan SK Menkeu dan tidak boleh melebihi dari yang ditentukan, seperti untuk Inggris dan Perancis adalah 300 USD dan 210 USD per orang per hari.
Ditanya berapa besar biaya yang ditanggung negara, Rahimullah mengatakan jumlah itu total sebesar 450.000 USD dengan perincian 9.000 USD dikali enam orang untuk 10 hari kunjungan kerja.
Sementara ketika ditanya berapa kelebihana biaya yang menjadi tanggungannya, Oesman Sapta enggan menjelaskannya dengan alasan hal itu adalah rahasia pribadinya.
| "Ressa Yanuardin Widiyatmoko" <[EMAIL PROTECTED]>
06/18/03 11:51 PM
|
To: <[EMAIL PROTECTED]> cc: Subject: [UNDIP] FW: Bisnis Indonesia hari ini: Anggota MPR berlimusin ria di Cham ps Elysee |
Ressa Yanuardin Widiyatmoko
Traffic Management, Marketing and Sales Division
PT. Televisi Transformasi Indonesia
Jl. Kapt. P. Tendean Kav 12-14A
Jakarta 12790 - Indonesia
email : [EMAIL PROTECTED]
-
Ironic...
> -----Original Message-----
> From: Eva
> Sent: Tuesday, June 17, 2003 11:15 AM
> Subject: Bisnis Indonesia hari ini: Anggota MPR berlimusin ria di
> Champs Elysee
>
> Halaman Depan
>
> Selasa, 17/06/2003
>
> Anggota MPR berlimusin-ria di Champs Elysee
>
> "Gilingan abis," ungkap Amy, pemuda berperawakan gemuk berumur 30-an
> tahun ketika melihat serombongan warga Indonesia keluar masuk Hotel
> Crillon yang terletak pas di jantung kota Paris, di pertemuan jalan
> protokol Avenue Champs Elysee, Rivoli dan Place de la Concorde, Jumat
> malam lalu.
>
