Mahalnya biaya pendidikan tinggi apakah bukan karena berkurangnya rasa tanggung jawab pemerintah terhadap pendidikan? Maaf kalau saya mempertanyakan tanggung jawab government.  Kalau tak salah, alokasi APBN utk pendidikan hanya 4% sedang utk militer 7%.  Mana gerangan yg perlu diprioritaskan? Ada selentingan di TV: "Indonesia negara bangkrut tapi terus membeli peralatan militer".   Adanya beberapa daerah konflik barangkali menjadikan militer sebagai prioritas.  Konflik di daerah-daerah merupakan hasil ketidak-sensitifan penguasa, sekarang masyarakat yg harus menanggung akibatnya di berbagai sektor: pendidikan mahal, unemployment rate meningkat, harga-harga mahal, kemiskinan meningkat......
Alokasi APBN tak mencukupi, tak heran bangku fisika teknik ITB dijual sebesar $25,000. Saya disagree 100%, tapi saya tak mau menyalahkan pihak ITB.  Coba kita bandingkan dengan India yg kategori kaya-miskin-nya sama dengan Indonesia, bahkan jumlah penduduknya hampir 1 milyar. Indian Institute of Technology (IIT), biayanya per tahun $700 sudah termasuk tuition, board & asrama.  Ini hanya 20%, sisanya disubsidi pemerintah India.  Ini bentuk tanggung-jawab pemerintah India terhadap pendidikan. Karena uang bukan masalah, IIT mampu berkonsentrasi terhadap kualitas pendidikan.  IIT berani menyejajarkan diri dengan Princeton (dulu Einstein ngajar di sini), MIT, Carnegie Mellon, Cornell. Lulusannya berkontribusi banyak terhadap sektor high-tech di India. Yg mengejutkan lagi, belum luluspun sudah banyak perusahaan Amerika yg merekrut. Ratusan ribu enterpreneur dari India ada di Silicon Valley, Calif.  Pemerintah India tidak kecewa ada brain-drain ke US. Jadi kalau ada pejabat negeri kita ingin studi banding, perlulah studi banding dengan India yg lebih 'apple-to-apple', kenapa musti ke Champs Elysee?
Ini baru dikti yg dibicarakan, pendidikan dasar lebih parah lagi.  Banyak gedung SD ambruk, bocor, berlantai tanah, guru wiyata bakti tak terima honor. Yg mestinya pendidikan dasar itu gratis, pada kenyataannya tak pernah gratis.  Yg miskin mana mampu bersekolah? Statistik mengatakan, rendahnya pendidikan salah satu penyebab kemiskinan.  Lebih dari 50% rumah tangga miskin, kepala rumah tangganya tak tamat SD.  Apakah keluarga miskin akan miskin terus turun temurun? Tapi .... semiskin-miskinnya rakyat miskin, kalau ada si kaya yg mampu membayar $25000 utk kuliah..... what a bummer!

Novi Leigh



"Firman Tri A" <[EMAIL PROTECTED]>

07/02/03 09:31 PM
Please respond to undip

       
        To:        <[EMAIL PROTECTED]>
        cc:        
        Subject:        Re: [UNDIP] Mengapa Biaya Pendidikan Tinggi Mahal



ada beberapa slide yang saya dapatkan dari UGM mungkin ini bisa membantu
untuk melihat lebih dalam permasalahan yang ada di dunia pendidikan kita.

Selain itu saya mau menanyakan apa perbedaan antara Pusat Penelitian dengan
Pusat Studi.

Sebetulnya perlu ngga sih suatu badan yang mengurusi masalah komersialisasi
di sebuah fakultas atau harus tersentral di universitas.
----- Original Message -----
From: "Nasrullah Idris" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, June 30, 2003 8:47 AM
Subject: [UNDIP] Mengapa Biaya Pendidikan Tinggi Mahal


> Mengapa biaya pendidikan tinggi mahal?
> Salah satu jawabannya karena :
> * adanya segmen  dosen yang tidak mampu mengaplikasikan ilmunya yang
ujung-ujungnya bisa menurunkan biaya pendidikan.
>  Saya yakin, ada sejumlah orang yang bersedia menjadi dosen bukan karena
ingin mengabdi, tetapi ya karena tidak mampu
> mengaktulisasikan ilmunya ke dalam kehidupan sehari-hari, khususnya yang
bisa memberikan nilai ekonomis.
>
> Wassala,.
>
> Nasrullah Idris
>
>
>
> --------------------------------------------------------------------------
> Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum:
http://forum.undip.ac.id
> to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #776
> DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList              http://www.undip.ac.id
>
>
>


--------------------------------------------------------------------------
Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum: http://forum.undip.ac.id
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #800
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList              http://www.undip.ac.id



Kirim email ke