Bagaimana mutu pendidikan (tinggi) bisa baik jika: 1. dosennya sering ngobyek di luar karena gajinya nggak cukup beli makan apalagi beli buku belum lagi ditambah malas baca buku..bego tenan dosennya..entah dosennya otaknya berfungsi atau tidak nggak tahu deh
2. mahasiswanya bego. bagaimana tidak bego, hanya diminta beli buku teks saja nggak mau..maunya pinjam..apalagi kalau kuliah cuman bawa buku satu...boro-boro baca buku teks..ngerjain PR saja nyontek temannya...belum lagi banyak mahasiswa (terutama yang s2/s3) yang kalau kuliah hanya setor muka...otaknya ditinggal di mana gitu... 3. alumninya juga senangnya ngritik doang nggak pernah memberi feedback untuk memperbaiki sarana dan prasarana kampusnya...kalau pun memberi pasti ada tapinya...belum lagi alumninya yang otaknya ditinggal di rumah sehingga prestasi kerjanya awut-awutan..kalau seperti itu bego tenan alumninya.. 4. masyarakatnya bego..karena apa? karena tahu dosennya bego, mahasiswanya bego, alumninya bego kok ya masih maunya disekolahin disitu...lha apa nggak masyarakatnya bego... 5. anggota DPR/MPR juga bego...pasti dong...kalau masyarakatnya saja bego..pasti yang mewakili juga bego.... kalau demikian yang membaca email ini juga bego dong...kok mau-maunya membaca email bego-begoan gini... nanti yang mengatakan yang nulis juga bego pasti ybs..mbahe bego... kesimpulannya..karena bego makanya mutu pendidikan (tinggi) Indonesia rendah. he...he...he.... Cheers, IW -------------------------------------------------------------------------- Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum: http://forum.undip.ac.id to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #809 DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
