WHO Ingatkan, SARS Bakal Mewabah Kembali Senin, 08 September 2003, 23:59:32 WIB 13 klik MANILA - Direktur Jenderal Badan PBB Urusan Kesehatan (World Health Organization/ WHO) Lee Jong-Wook, kemarin memperingatkan bahwa bahaya virus SARS bisa mewabah kembali. Oleh karenanya dia meminta pada semua negara untuk meningkatkan kewaspadaan, dalam menjaga kemungkinan penyebaran virus itu kembali secara global. "Akankah SARS kembali atau tidak? Kita harus melakukan persiapan dengan asumsi bahwa hal itu akan kembali. Tantangan bagi kita saat ini adalah untuk meningkatkan kemampuan jaringan yang mampu memdeteksi dan bekerja pada saat SARS kembali." kata Lee pada sidang ke-54 Komite Regional WHO untuk kawasan Pasifik Barat.
Penyakit saluran yang menyerang saluran pernafasan itu, pada manusia dideteksi berasal dari Propinsi Guangdong China Selatan November tahun lalu. Penyakit yang disebabkan oleh Coronavius itu kemudian menyebar pada sekitar 30 negara, menginfeksi 8.000 orang dan menewaskan sekitar 916 orang sampai dengan bulan lalu. Para ahli khawatir, penyebaran SARS memiliki pola perkembangan musiman. Jika hal itu benar kemungkinan besar akan menyebar kembali pada bulan depan, sejalan berlangsungnya musim dingin pada belahan bumi bagian utara. Lee menyatakan bahwa tidak adanya peralatan diagnosa yang cepat dan pola pengobatan hal itu bisa menimbulkan kepanikan pada saat datangnya musim dingin nanti. Hal itu dikarenakana gejala yang ditimbulkan SARS sangat mirip dengan gejala flu kebanyakan. "Jelasnya, hal ini adalah salah satu perhatian selama musim dingin ini, ketika batuk dan flu biasanya menyerang, dimana kebanyakan dari orang-orang yang terserang juga mengalami demam dan batuk yang merupaka ciri SARS. Akan terjadi kebingungan yang besar." Karena itu, menurutnya metode diagnosa yang efektif dan cepat, sangat dibutuhkan dan diperlukan waktu beberapa tahun untuk mampu mengembangkan dan menciptakan obat yang bisa menyembuhkan SARS . "Jadi kita saat ini berada pada tahap awal masalah." Shigeru Omi, direktur WHO pada kawasan Pasifik Barat, menyatakan bahwa sekitar 90% pasien SARS yang terjadi diseluruh dunia terjadi di kawasannya. Terkait dengan itu dia mengajak pada para petugas untuk berjaga-jaga atas eungkinan penyebaran SARS. Menurut Wang Longde, Wakil Menes China, korban SARS tahun itu tidak akan sebanyak tahun lalu. (ang/jpnn) -------------------------------------------------------------------------- Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum: http://forum.undip.ac.id to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #992 DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
