That's the real life, buddy...
Repotnya lagi...pengalaman menunjukkan yang kadang galak itu bukanlah senior 
yang jadi panitia namun senior nya panitia....

Mungkin Sila Kedua Pancasila perlu diganti menjadi Kemanusian Yang Ngadil dan 
Biadab...

Hmmm

CU

IW

>===== Original Message From Eko W Raharjo <[EMAIL PROTECTED]> =====
>Perploncoan Suatu Tolok Ukur
>Eko W Raharjo
>
>Menurut data penelitian mereka yang menjadi korban
>bully punya kecenderungan kuat untuk menjadi bullier.
>Perploncoan tidak diragukan adalah salah satu bentuk
>tindakan bully. Dalam prespektif yang lebih luas korban
>korupsi (misal pada penerimaan pegawai) cenderung pula
>menjadi koruptor. Korban kesewenang-wenangan akan
>mudah berlaku maharajalela. Kebobrokan kalau tidak
>disetop akan melahirkan kebobrokan lebih lanjut.
>
>Masyarakat Barat dengan segala daya dan ongkos
>(termasuk melalui research)berusaha melenyapkan tindakan
>bully dimasyarakatnya. Adalah tidak bisa dipahami bahwa
>pihak peruruan tinggi di Indonesia justru melestarikan kultur
>tsb lewat perploncoan. Plonco jelas bukan kebutuhan dari
>perguruan tinggi karena bertentangan dengan segala gagasan
>pendidikan, melainkan kebutuhan para "pervert", mahasiswa
>yang jiwanya lemah. Mereka ini mungkin korban dari senior
>sebelumnya. Selain itu mungkin juga merupakan gambaran
>dari masyarakat Indonesia secara luas.
>
>Apakah para cendekiawan di PT tidak mengerti mengenai
>hal ini?. Saya yakin mereka mengerti. Mungkin mereka sendiri
>merasa lemah tak berdaya sehingga tidak berbuat apa-apa.
>Mungkin ada pula justru yang membutuhkan pelampiasan
>untuk menunjukkan kuasanya meskipun kecil-kecilan.
>Atau mungkin kebanyakan mereka mengharapkan turunnya
>seorang Nabi yang akan membereskan semua masalah dan
>kebobrokan yang meluas di Indonesia.
>
>Kemungkinannya akan muncul nabi atau ratu adil yang
>membereskan segalanya adalah zero. Yang bisa dikerjakan
>adalah menggalang komitmen dari pihak PT sendiri, pemerintah
>dan orang tua/masyarakat untuk menyetop perploncoan.
>Perploncoan adalah suatu tolok ukur kecil akan kemampuan
>masyarakat Indonesia dalam menyetop rantai kebobrokan.
>Kalau yang kecil saja tidak mampu, bagaimana mungkin
>bisa mengatasi korupsi, penyalahgunaan kekuasaan,
>human rights, gender equity, drug abuse, seksual abuse dst.
>
>Calgary, 9092003
>
>
>
>--------------------------------------------------------------------------
>Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum: http://forum.undip.ac.id
>to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #986
>DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList              http://www.undip.ac.id


--------------------------------------------------------------------------
Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum: http://forum.undip.ac.id
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #990
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList              http://www.undip.ac.id


Kirim email ke