Ressa, kenal kerja di TRANS TV kan? Kenal Bowo (alumni ITB)?
Aku juga punya cerita tentang Preman dan pacarnya

Suatu hari sang Preman membuka pakiannya untuk memamerkan
kekekaran tubuhnya dihadapan Pacarnya. Sang pacar tambah kagum
ketiga melihat tatto disekitar tubuh sang Preman. Ada tulisan
NIKE didadanya, PUMA dipunggungnya, PLAYBOY di lengannya, dan
Merek mahal lain ditubuh sang Preman. Tiba tiba sang Pacar
menjerit ketakutan ketika melihat tulisan AIDS (maaf) di
kelamin sang Preman. Dengan tenang si Preman berkata: "jangan
takut honey, itu tidak berbahaya .... kalau ereksi, tulisan
itu terbaca ADIDAS"

Salam nakal!

---- Original message ----
>Date: Wed, 3 Mar 2004 17:14:10 +0700
>From: "Ressa Yanuardin Widiyatmoko" <[EMAIL PROTECTED]>  
>Subject: [UNDIP] JOKE  
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>
>
>PREMAN PENAKUT 
>Suatu hari seorang preman mendekati 4 orang pemuda yang lagi
duduk dikedai nasi untuk meminta uang secara paksa
(mengompas) mereka. 
>Lalu dia menggertak mereka, " SIAPA YANG BERANI DI SINI
!!!!????" 
>Seorang pemuda berdiri dan berkata, " SAYA BERANI !!!!" 
>Preman itu menggertak sekali lagi, "AYO! SIAPA LAGI YANG
BERANI??!" 
>Pemuda berikutnya berdiri dan berkata, " SAYA JUGA BERANI!!" 
>Preman itu mulai gentar, tapi dia terus menggertak, "SIAPA
LAGI??!" 
>2 pemuda berikutnya berdiri dan berkata, "KAMI BERANI!" 
>Preman itu pun ciut nyalinya dan berkata,"KALAU BEGITU KITA
ADALAH 5 ORANG PEMUDA PEMBERANI!!" 
>
>Bindeng 
>Suatu ketika ada dua orang bindeng/sengau yang sedang
berkelahi gara-gara  rebutan duit,lalu ada seorang bindeng
lagi yang mencoba melerai tetapi malah ikut dipukuli juga. 
>Tiba-tiba polisi datang menangkap mereka kemudian dibawa
untuk diadili di pengadilan. 
>Panitera : Coba tolong jelaskan duduk perkaranya 
>A : Nan nini pa' aya emu uit,ehh au-au ni oang ngebut uitna
nan aya adi eosyi. 
>(khan gini pak,saya nemu duit..ehh tau-tau ini orang ngerebut
duitnya kan saya jadi emosi.) 
>Panitera : Ohh gitu...Kalau kamu B ? 
>B : Uan nyitu pa'...inyi uit imang unya aya nyia aya tuh
nyang oyong. 
>(Bukan begitu pak...ini duit memang punya saya,dia aja tuh
yang nyolong.) 
>Panitera : Kalau kamu C ? 
>C : Ayo aya nan uma isahin aca ehh cipukung uga. 
>(Kalo saya kan cuma misahin aja eh dipukul juga) 
>Panitera : Wah,kok cerita nya bikin bingung gini. 
>Ok...Mungkin pak hakim lebih baik memutuskan hukuman apa yang
setimpal untuk mereka. 
>Dengan wajah merah melotot hakim mengetukan
palu: "Empa'caun,empa'caun,Empa'caun....mangina aim ciuka umum." 
>(Empat taun,empat taun,empat taun...menghina hakim dimuka umum). 
>
>Bukan yg pertama dan bukan pula yg terakhir 
>Dua tahun sudah Moli dan Andun menikah. Suatu hari ketika
mereka sedang bersantai Moli berkata, "Aku kemarin ketemu
dengan Mira, teman kuliahmu. 
>Katanya kamu dulu banyak pacarnya. Benar nggak?" 
>"Yaaah, nggak banyak-banyak amat kok. Itu sih bisa-bisanya
Mira aja," jawab Andun. 
>"Berapa sih jumlah perempuan yang pernah mengisi hatimu?" 
>"Sudahlah, itu kan masa lalu. Untuk apa diungkit-ungkit lagi?" 
>"Aah, aku cuma ingin tahu aja kok. Berapa sih?" 
>"Nanti kamu marah?!" 
>"Nggak." 
>"Janji ya." 
>"Janji!!" 
>Andun pun mulai menghitung dengan tangannya, "Satu ... dua
... tiga ... empat ... lima ... enam" Kemudian Andun
berhenti sebentar lalu melanjutkan "kamu ... delapan ...
sembilan ... sepuluh ... sebelas ..." . 
>
>Pidato Kepala Desa 
>Dalam rangka menyambut HUT RI seorang Kepala Desa  berpidato
dihadapan warganya. 
>"Saudara-saudara, syukur alhamdulillah desa kita sekarang
sudah maju." 
>"Pembangunan sudah ada dimana-mana" 
>"Gedung, jembatan, taman desa, semua dibangun" 
>"Pabrik-pabrik juga sudah sangat banyak di desa kita" 
>"Ada pabrik besi.., ada pabrik plastik.., ada
pabrik makanan.., ada pabrik TEKTIL.." 
>Karena mendengar ucapan sang Kepala Desa yang
salah, Sekretaris Desa yang duduk di sebelahnya membisiki. 
>"Pak, Pak. kurang "S"" 
>Tanpa berpikir panjang sang Kepala Desa tersebut segera
melanjutkan pidatonya dengan lantang,"....daaan pabrik Es!". 
>Kontan saja warga yang tahu kalau di desanya tidak ada pabrik
es tertawa ngakak. 
> 
>Suatu hari dalam hutan rimba ....... 
>Monyet: "Tarzan..., kenapa sih engkau aja yang pakai celana?
Kami semua tak pakai. Ada rahasia apa sih?" 
>Tarzan: "Nggak ada rahasia-rahasiaan!" 
>Monyet: "Kita kan berkawan baik. Masak ama kita aja ada
rahasia?" 
>Tarzan: "Aku bilang nggak ada..., ya nggak ada!" 
>Monyet sungguh enggak puas dengan jawaban Tarzan. 
>Jadi dia pun mengajak kawan-kawan dia ke pondok Tarzan dan
mengintai untuk mencari rahasia Tarzan. 
>Seperti biasa, sebelum mandi Tarzan mesti buka celananya
(itulah satu-satunya celana dia). Begitu lihat Tarzan yang 
>bugil, monyet-monyetpun ketawa sampe sakit perut. Monyet
berkata, "Pantesan aja dia pake celana. 
>Rupanya dia malu, sebab ekor dia ada di depan, pendek dan
buntet lagi!!!!" 
> 
>ADA TUTUPNYA 
>Kejadian ini terjadi pada suatu terminal bis ketika menjelang
Lebaran. 
>Kala itu terminal penuh sesak, sehingga untuk berjalan pun
sulit. 
>Seorang ibu muda, dengan susah payah akhirnya dapat mencapai
sebuah bis yang masih kosong dan duduk di dalamnya
sambil menunggu bis diberangkatkan. 
>Akan tetapi tiba-tiba si ibu merasa kebelet ingin buang air
kecil, karena terminal penuh sesak, akhirnya si ibu terpaksa
pipis ditempat duduk bis tersebut. 
>Tak lama kemudian datang seorang bapak yang hendak duduk
disebelah ibu muda tersebut. Melihat tempat duduknya basah,
maka sang bapak pun bertanya. 
>Bpk : Maaf bu . . , mengapa tempat duduk ini basah ? 
>Ibu : Oh . . maaf, ini . . anu . . , minyak wangi saya tadi
tumpah engga ada tutupnya . . . . 
>Kemudian sang bapak tadi mengeluarkan sapu tangannya dan
mulai membersihkan tempat duduk itu. Akan tetapi curiga dengan
baunya yang lain, 
>maka diciumnya sapu tangan itu . . . . 
>Akhirnya sambil tersenyum sang Bapak itu berkata : 
>" Wah . . . Bu, kalo minyak wangi yang seperti ini sih, saya
punya tutupnya !" 
>
>
>
>
>Ressa Yanuardin Widiyatmoko
>Traffic Management Departement
>PT. Televisi Transformasi Indonesia
>Jl. Kapt. P. Tendean Kav 12-14A 
>Jakarta 12790 - Indonesia
>Telp. (021) 79177000 ext. 5145
>email : [EMAIL PROTECTED]
>
>
>--------------------------------------------------------------------------
>Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum:
http://forum.undip.ac.id
>to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #1515
>DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList             
http://www.undip.ac.id
>
>
>
Anis Chariri
74/41 Northfields Avenue
Gwynneville, NSW 2500
Phone +61 2 42284287 




--------------------------------------------------------------------------
Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum: http://forum.undip.ac.id
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #1521
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList              http://www.undip.ac.id


Kirim email ke