Wah .... kalo untuk dibuang kelaut begitu saja sayang Pak.... saya ikut prihatin.
Saya setuju kalo gulanya dijual saja dengan harga sama dengan lokal.... dan statusnya adalah barang sitaan.
Trus uangnya dipake untuk membantu para petani tebunya. nah masalah mekanisme pembagian uangnya mungkin bisa dengan cara membeli tebu dari petani dengan harga tinggi atau kalo susah ya uangnya dibeliin bibit tebu, pupuk atau apa kek dan dibagikan gratis ke petani tebunya....


Salam,
Mei

At 11:07 AM 6/25/2004 +0700, you wrote:
Assalamu'alaikum wr.wb.
Membaca detik.com tentang gula saya sedih buanget. Mengapa GULA-GULA
ILEGAL ada yang berpendapat supaya dibuang ke LAUT. Wah nanti jadi manis
kali yaa? Bukan itu maksud saya. Sekarang Indonesia lagi punya masalah
dengan PABRIK GULA, di Klaten dan Jatiwangi pabrik gulanya akan tutup,
enggak tahu yang di Kendal?. Kenapa enggak berpikiran alangkah baiknya
gula ilegal tersebut di jual dengan harga seperti gula Indonesia, trus
nanti ada yang berpendapat merugikan Petani Tebu di Indonesia. Yaa gampang
tho, uangnya dikembalikan lagi ke Petani tebu. Apakah yang berpikiran
sebaiknya gula ilegal di buang ke LAUT juga memikirkan PETANI/
BAGAIMANA BAPAK/IBU ALUMNI UNIVERSITAS DIPONEGORO?
Wassalam


-------------------------------------------------------------------------- Milis Archive: http://archive.undip.ac.id to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #2208 DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id


--------------------------------------------------------------------------
Milis Archive: http://archive.undip.ac.id
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #2211
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList              http://www.undip.ac.id




Kirim email ke