Saya setuju sekali dengan pemikiran bapak dan ibu sekalian tentang penjualan gula dengan harga lokal yang kemudian keuntungannya didistribusikan pada para petani tebu.
memang benar barang ilegal tersebut hukumnya haram, tapi kalau kita telusuri sejarah Islam (maaf bagi pemeluk agama lain--sebagai perbandingan saja), Rasullulah mencontohkan pemanfaatan harta rampasan perang untuk digunakan oleh kaum muslimin. bukankah barang tersebut juga haram karena milik lawan?
contoh lainnya adalah nasionalisasi barang/bangunan peninggalan penjajah untuk digunakan bagi kepentingan rakyat indonesia. bukankah pula barang itu itu haram karena milik penjajah?
kalau kita analogikan, maka gula tersebut adalah barang haram yang masuk ke indonesia dan tertangkap oleh pemerintah, sehingga barang tersebut dapat dikatakan sebagai barang rampasan atau sitaan yang seharusnya halal untuk dimanfaatkan bagi kepentingan/kesejahteraan rakyat indonesia.
namun sampai disini permasalahan jadi tambah ruwet, model distribusi yang tepat kepada para petani mungkin bisa ditemukan alternatifnya (bentuk uang atau bibit). tapi yang jadi masalah adalah BAGAIMANAKAH MORAL PARA PEJABAT (terhormat) YANG BERWENANG mengurusinya?
wong untuk bekerja ke departemen yang mengurusi moral dan religius aja harus bayar puluhan juta jeeee!!
gimana moral rakyat yang diurusinya????
salam
Saya jadi teringat buku pramoedya ananta toer bu...."anak semua Bangsa"
koleksi pulau buru...disana ada bagian yang menggambarkan situasi pabrik
gula...dimana sang tuan besar kuasa begitu punya kekuatan untuk mengatur
hidup seseorang sampai minta anak gadis pegawainya buat dikawinin pun
bisa ..kalu melawan ...sama aja dengan ngelawan kompeni....hehehe
sepertinya nasib para petani tebu kita dari dulu ngga pernah berubah
yah....dibawah terussssss.
Tapi saya kurang sependapat sama pendapat bapak yang satu itu....gula
selundupan berarti gula haram...mungkin disini lebih ke sikap moral
yah...dimana kita diberi makan dengan barang yang kurang halal (meski
itu dari pemerintah) saya kira ngga akan bawa perbaikan ...malah bukan
tidak mungkin nanti yang ilegal bisa diputihkan jadibarang legalkalau
prakteknya dibiarkan berlanjut...hehehe...hanya pemikiran saja.
Orang kita pengenny simpel ....pengen mobil tinggal beli, pengen gula
tinggal beli, pengen sekolah tinggal beli juga.....apakah memang bangsa
ini bukan bangsa pekerja ? kenapa tidak bikin gula sendiri.....kenapa
tidak bikin kebun yang bagus sendiri, kenapa
-----Original Message-----
From: mei [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, June 25, 2004 12:12 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [UNDIP] GULA
Wah .... kalo untuk dibuang kelaut begitu saja sayang Pak.... saya ikut
prihatin.
Saya setuju kalo gulanya dijual saja dengan harga sama dengan lokal....
dan
statusnya adalah barang sitaan.
Trus uangnya dipake untuk membantu para petani tebunya. nah masalah
mekanisme pembagian uangnya mungkin bisa dengan cara membeli tebu dari
petani dengan harga tinggi atau kalo susah ya uangnya dibeliin bibit
tebu,
pupuk atau apa kek dan dibagikan gratis ke petani tebunya....
Salam,
Mei
At 11:07 AM 6/25/2004 +0700, you wrote:
>Assalamu'alaikum wr.wb.
>Membaca detik.com tentang gula saya sedih buanget. Mengapa GULA-GULA
>ILEGAL ada yang berpendapat supaya dibuang ke LAUT. Wah nanti jadi
manis
>kali yaa? Bukan itu maksud saya. Sekarang Indonesia lagi punya masalah
>dengan PABRIK GULA, di Klaten dan Jatiwangi pabrik gulanya akan tutup,
>enggak tahu yang di Kendal?. Kenapa enggak berpikiran alangkah baiknya
>gula ilegal tersebut di jual dengan harga seperti gula Indonesia, trus
>nanti ada yang berpendapat merugikan Petani Tebu di Indonesia. Yaa
gampang
>tho, uangnya dikembalikan lagi ke Petani tebu. Apakah yang berpikiran
>sebaiknya gula ilegal di buang ke LAUT juga memikirkan PETANI/
>BAGAIMANA BAPAK/IBU ALUMNI UNIVERSITAS DIPONEGORO?
>Wassalam
>
>
>-----------------------------------------------------------------------
---
>Milis Archive: http://archive.undip.ac.id
>to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #2208
>DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
------------------------------------------------------------------------
--
Milis Archive: http://archive.undip.ac.id
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #2211
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
--------------------------------------------------------------------------
Milis Archive: http://archive.undip.ac.id
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #2217
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
Do you Yahoo!?
New and Improved Yahoo! Mail - Send 10MB messages!
