>
>----------
>From: Agus Subekti
>Sent: Wed 10/20/2004 9:12 AM
>To: All Users
>Subject: Asli....lucu berat !!!
>
>Menag Said Agil Kecele SMS Usil
>Reporter: Luhur Hertanto
>
>detikcom - Bogor, Menteri Agama Said Agil Husin Al Munawar mendatangi
>rumah SBY. Kabarnya, dia mengaku menerima SMS untuk mengikuti seleksi
>calon menteri. Tapi nyatanya tidak. Kecele nih!
>
>Dia datang ke kediaman SBY di Puri Cikeas Indah, Gunung Putri, Bogor, Jawa
>Barat pukul 14.45 WIB, Selasa (19/10/2004). Kehadirannya mengundang
>perhatian wartawan yang berjaga untuk mencegat para calon menteri.
>
>Melihat kedatangan Said, beberapa wartawan langsung menyerbunya dan
>bertanya apa keperluannya datang sehari menjelang pelantikan SBY sebagai
>presiden.
>
>Ada apa? tanya wartawan. "Mau ketemu sama Pak SBY," sahut Said. Terkait
>pemanggilan calon menteri? tanya wartawan lagi. "Yah, nanti saja yah,
>habis pertemuan," kata Said.
>
>Dia pun masuk ke dalam rumah SBY lewat pendopo seperti layaknya calon
>menteri lainnya. Dia mengenakan stelan jas warna biru tua dengan peci
>hitam sambil menenteng map warna kuning.
>
>Umumnya calon menteri yang datang mengenakan kemeja batik dan menenteng
>map warna biru berisi CV. Tapi tidak berlaku mutlak, Senin malam beberapa
>calon menteri tidak mengenakan kostum dan atribut seperti itu. Seperti
>Freddy Numberi yang mengenakan jas, Fahmi Idris pakai baju koko, Rachmat
>Witoelar pakai kemeja kotak-kotak. Selasa siang Yusril Ihza Mahendra pakai
>kemeja putih.
>
>Melihat ada perubahan kostum, wartawan menduga Said merupakan salah satu
>calon menteri. Padahal dia dikenal sebagai loyalis Mega. Saat Said datang,
>SBY sedang menyeleksi calon menteri, yakni Yusril dan MS Kaban. Said pun
>menunggu cukup lama di teras samping rumah SBY.
>
>Pukul 16.00 WIB ada jumpa pers oleh Dino Pati Jalal dan Andi Mallarangeng
>mengenai hasil seleksi. Rupanya Said diam-diam meninggalkan rumah SBY. Dia
>tidak melalui pintu pendopo seperti pada saat datang, melainkan melakui
>pintu gerbang utama rumah SBY.
>
>Mobil dinasnya Toyota Camry hitam yang semula diparkir di pinggir jalan
>masuk ke dalam halaman saat jumpa pers masih berlangsung. Wartawan yang
>menanyakan maksud kehadiran Said ke Andi hanya mendapat jawaban kalau Said
>bersilaturahmi.
>
>Saat berbuka puasa, salah seorang staf SBY yang keberatan disebut namanya
>mengungkapkan kepada wartawan kalau dirinya bertugas menemani Said
>menunggu waktu bertemu SBY.
>
>Kepada dirinya, Said mengaku menerima SMS agar datang ke rumah SBY hari
>Selasa untuk mengikuti seleksi calon menteri. Kontan saja staf itu merasa
>kaget karena nama Said tidak ada dalam daftar.
>
>Staf itu mengonfirmasikan hal tersebut kepada SBY. "Ya sudah, nanti saya
>temui," kata SBY seperti dikutip staf tersebut. Pertemuan SBY dengan Said
>berlangsung kurang dari 5 menit. Staf itu mengaku tidak tahu apa yang
>dibicarakan.
>
>Hanya saja pada saat menunggu di ruang tunggu, Said sempat menjadi
>bulan-bulanan tim sukses SBY yang seliweran di depannya. "Loh kok ada
>menterinya Mega di sini, ada apa," tegur salah seorang tim sukses SBY.
>Menanggapi itu, Said hanya cengar-cengir.
>
>"Jangan-jangan dia melamar jadi menteri arkeologi," celetuk salah seorang
>tim sukses lainnya berseloroh, merujuk pada aksi Said yang pernah 'mencari
>harta karun' setelah seorang ulama mengaku mendapat wangsit ada harta
>peninggalan Soekarno di Batutulis Bogor untuk membayar utang negara.
>
>Said merupakan menteri yang pertama kali mengirimkan karangan bunga ucapan
>selamat buat SBY, yakni sehari setelah coblosan Pilpres putaran dua pada
>20 September 2004. Karangan bunganya lumayan besar dan berwarna merah.
>
>Menurut pengakuan para calon menteri yang mendatangi rumah SBY, mereka
>mendapat panggilan melalui telepon oleh Sudi Silalahi, yang sering
>disebut-sebut sebagai seskretaris pribadi SBY, kemudian disusul surat
>resmi melalui faksimili.
>
>Jadi tidak ada panggilan melalui SMS. SBY pun sebelumnya sudah
>mewanti-wanti agar jangan tertipu makelar menteri yang beraksi melalui
>telepon ataupun SMS. Berarti...Said menjadi korban pertama. (sss)
>
>

Kirim email ke