Punten Kang naha kantos ningali & terang sareng Syeh Siti Jenar ?, abdi
nyalira teu acan ningali komo terang seueur ngenaan anjeuna da abdi mah teu
ngalaman jaman eta teh, nanging urang ulah gaduh goreng sangki ka sasami
muslim (suuz dzon). Abdi kantos maos dina buku karangan Prof Yoseph Iskandar
ngenaan Syech Siti Jenar, ringkesna anjeuna teh salah saurang ulama ageung
dina jamanna, ngan dina hiji waktos Syeck Siti Jenar ngadukung pemberontakan
di Pengging nu hoyong misahkeun diri ti Demak, lajeng anjeuna ditewak di
Cirebon lajeng diadili, kumargi keur anjeuna diadili para pengikut 2 pihak
silih poyok nu antukna ampir aya kaributan ngan untuk aya P Cakrabuana putra
Prabu Siliwangi nu misahkeun 2 pihak ieu. Memang antawis Syech Siti Jenar
aya berbedaan khilafiah sareng wali nu sanesna nanging di Islam mah nu kitu
teh tos biasa, sok wae tingali jaman sahabat, ceuk kanjeng nabi cenah
perbedaan pendapat teh mangrupi berkah asal ulah aya persilisihan. Tah balik
deui ka jaman Syech Siti Jenar, ti saprak kaributan pangadilan Syech Siti
Jenar ieu, anjeuna  dianggap sesat, padahal mah ieu faktor politis wungkul
keur jaman harita, sareng deui Syech Siti Jenar mah teu nyembah batu, siga
nu ditulis dina artikel dihandap ieu. Mangga urang sami-sami nalungtik
kalayan OBYEKTIF ngenaan Syech Siti Jenar ieu.
----- Original Message -----
From: "Cecep Wahyu" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "Babakan Kusnet (E-mail)" <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, May 08, 2004 11:16 AM
Subject: [UrangSunda] Aya anu model Syeh Siti Jenar deui geuningan yeuh..


> Baraya kumaha yeuh, kenging berita anu model kieu???
> punten ah teu disundakeun da panjang teuing.. kenging nyandak ti koran
PR..
>
> BERITA : nasional 08/05/04 Paham Penyembah Batu Resahkan Masyarakat
> SERANG, (FB).-
> Hingga Jumat (7/5), warga Desa Batukuwung Kecamatan Padaringcang, Serang
> Banten, masih resah, sehubungan adanya informasi aliran agama Islam yang
> diduga menyesatkan. Kabarnya, anggota kelompok aliran ini menyembah batu
> nisan dan tidak melaksanakan syariat Islam sebagaimana mestinya.
> Misalnya, mereka tidak melaksanakan salat wajib lima waktu. Bagi mereka
yang
> akan menjadi anggota kelompok ini harus membawa ayam dan memakan pepes
> jeroannya yang sudah diberi jampi-jampi. Rudi Kusumawadi, salah seorang
> warga Desa Batukuwung, kemarin, menceritakan kepada "PR"/Fajar Banten,
> beberapa warga menilai ajaran aliran tersebut membodohi masyarakat.
> Pasalnya, anggota aliran yang disebarkan di atas bukit itu selain
menyembah
> berhala berupa batu nisan, juga tidak diwajibkan mengerjakan salat.
Menurut
> catatan dia, sejauh ini sudah ada puluhan masyarakat Kampung Wangun yang
> menjadi pengikut aliran agama yang memuja mantan Presiden Soekarno ini.
> Dia juga menceritakan, untuk menjadi pengikut aliran tersebut, calon
anggota
> diwajibkan untuk membawah seekor ayam. Setelah ayam tersebut dipotong,
> diambil jeroannya dan kemudian dipepes serta diberi jampi-jampi."Racikan
> pais (pepes) jeroan ayam yang sudah diberi jampi-jampi itu kemudian
> diberikan kepada calon anggota aliran tersebut untuk dimakan. Kabarnya,
> racikan pais jeroan ayam itu mengandung bermacam-macam khasiat. Misalnya
> bisa menimbulkan kesaktian, meningkatkan usaha, dan orang-orang akan
> menghargai orang yang bersangkutan," tutur Rudi Kusumawadi yang ditemui
"FB"
> di rumahnya.
> Dijelaskan Rudi, orang yang telah memakan pepes yang diberi jampi-jampi
itu
> akan tidak sadarkan diri. Selanjutnya, orang tersebut akan lupa terhadap
> anak dan istrinya serta harta bendanya. "Orang tersebut hanya ingat tempat
> keramat yang ada di atas bukit. Mereka juga tidak memikirkan syariat
Islam,
> seperti salat," ungkapnya.
> Pertapaan Soekarno?
> Kelompok aliran tersebut, lanjut Rudi, memercayai bahwa Kampung Wangun
yang
> berada di atas bukit (sekira 3 km dari Jln. Raya Ciomas-Padarincang),
> sebagai tempat keramat yang pada zaman dulu disinggahi para wali. Tempat
itu
> juga dipercaya sebagai pertapaan Sultan Hasanudin Banten dan Presiden
> Soekarno.Mereka juga memercayai tempat keramat tersebut sebagai Banten I.
> Sedangkan Banten Lama di Karangantu merupakan Banten II. Di sekira tempat
> pemujaan itu, kini telah dibangun kolam penampungan air. Air yang ada di
> kolam rencananya akan disalurkan ke rumah-rumah penduduk di Kampung
> Wangun."Pembangunan kolam air itu dilakukan secara swadaya anggota aliran
> agama tersebut. Kemudian mereka juga akan membangun jalan antara
> Wagun-Kerenceng. Setelah pembangunan jalan selesai, masyarakat juga
> dijanjikan akan diberi genset (mesin diesel pembangkit listrik) secara
> cuma-cuma," ungkapnya, seraya menilai aliran Islam itu dapat memunculkan
pro
> dan kontra di kalangan ulama.
> Karena itu ia mengaku sangat menentang aliran tersebut. Kepala Desa
> Batukuwung, Madsuri, ketika ditemui di rumahnya mengaku menghentikan
> aktivitas ajaran tersebut. Pihaknya juga mengirimkan surat pangilan kepada
> dua pimpinan aliran itu, yakni RWK dan Rt TBSP.
> Namun ke dua surat pangilan tersebut tidak mendapat tanggapan."Kedua
> pimpinan agama itu, membangun tempat pemujaan tanpa memberitahukan kepada
> aparat desa. Keduanya sudah saya panggil dua kali tapi tidak mau datang.
> Akhirnya saya menyetop kegiatan mereka dan sekarang kegiatan itu sudah
> berhenti," tutur Madsudi. Camat Padarincang, Dadi Kusdadi, mengaku sudah
> membantu aparat desa untuk menghentikan kegiatan penyebaran agama
tersebut.
> Bahkan, dia pun sudah meminta kepada pimpinan aliran agama itu untuk
> membongkar bangunan tempat pemujaan. "Aparat desa sudah bertindak dan
> langkah itu didukung pihak kecamatan. Kami meminta agar pimpinannya
> membongkar bangunan sebagai tempat pemujaan itu, karena tidak memiliki
> izin," katanya, seraya menambahkan MUI Kecamatan Padarincang dalam waktu
> dekat akan segera membahas masalah itu.(H-17)***
>
>
>
>
> Komunitas UrangSunda --> http://www.UrangSunda.or.id
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/0EHolB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

Komunitas UrangSunda --> http://www.UrangSunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke