Waduh bah yaya.....eh bahaya, hapunten kang Yaya. Ulah kasinggung nya.
Eta ajaranteh ngabuktikeun nyesatkeun umat islam anu aya di
sabudeureunana. Kuring ngarasa prihatin ku ayana kagiatan eta aliran
sesat teh, tapi mudah mudahan pamarentah langkung sigap kana
nyanghareupannana, sareng langsung nutup eta kagiatan. Mudah mudahan
urang sadayana ka jalmi jalmi anu samodel kitu, sok sanajan solatna oge
belang betong........

-----Original Message-----
From: Cecep Wahyu [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: 08 Mei 2004 11:17
To: Babakan Kusnet (E-mail)
Subject: [UrangSunda] Aya anu model Syeh Siti Jenar deui geuningan
yeuh..


Baraya kumaha yeuh, kenging berita anu model kieu???
punten ah teu disundakeun da panjang teuing.. kenging nyandak ti koran
PR..

BERITA : nasional 08/05/04 Paham Penyembah Batu Resahkan Masyarakat 
SERANG, (FB).-
Hingga Jumat (7/5), warga Desa Batukuwung Kecamatan Padaringcang, Serang
Banten, masih resah, sehubungan adanya informasi aliran agama Islam yang
diduga menyesatkan. Kabarnya, anggota kelompok aliran ini menyembah batu
nisan dan tidak melaksanakan syariat Islam sebagaimana mestinya. 
Misalnya, mereka tidak melaksanakan salat wajib lima waktu. Bagi mereka
yang akan menjadi anggota kelompok ini harus membawa ayam dan memakan
pepes jeroannya yang sudah diberi jampi-jampi. Rudi Kusumawadi, salah
seorang warga Desa Batukuwung, kemarin, menceritakan kepada "PR"/Fajar
Banten, beberapa warga menilai ajaran aliran tersebut membodohi
masyarakat. 
Pasalnya, anggota aliran yang disebarkan di atas bukit itu selain
menyembah berhala berupa batu nisan, juga tidak diwajibkan mengerjakan
salat. Menurut catatan dia, sejauh ini sudah ada puluhan masyarakat
Kampung Wangun yang menjadi pengikut aliran agama yang memuja mantan
Presiden Soekarno ini. 
Dia juga menceritakan, untuk menjadi pengikut aliran tersebut, calon
anggota diwajibkan untuk membawah seekor ayam. Setelah ayam tersebut
dipotong, diambil jeroannya dan kemudian dipepes serta diberi
jampi-jampi."Racikan pais (pepes) jeroan ayam yang sudah diberi
jampi-jampi itu kemudian diberikan kepada calon anggota aliran tersebut
untuk dimakan. Kabarnya, racikan pais jeroan ayam itu mengandung
bermacam-macam khasiat. Misalnya bisa menimbulkan kesaktian,
meningkatkan usaha, dan orang-orang akan menghargai orang yang
bersangkutan," tutur Rudi Kusumawadi yang ditemui "FB" di rumahnya. 
Dijelaskan Rudi, orang yang telah memakan pepes yang diberi jampi-jampi
itu akan tidak sadarkan diri. Selanjutnya, orang tersebut akan lupa
terhadap anak dan istrinya serta harta bendanya. "Orang tersebut hanya
ingat tempat keramat yang ada di atas bukit. Mereka juga tidak
memikirkan syariat Islam, seperti salat," ungkapnya. 
Pertapaan Soekarno?
Kelompok aliran tersebut, lanjut Rudi, memercayai bahwa Kampung Wangun
yang berada di atas bukit (sekira 3 km dari Jln. Raya
Ciomas-Padarincang), sebagai tempat keramat yang pada zaman dulu
disinggahi para wali. Tempat itu juga dipercaya sebagai pertapaan Sultan
Hasanudin Banten dan Presiden Soekarno.Mereka juga memercayai tempat
keramat tersebut sebagai Banten I. 
Sedangkan Banten Lama di Karangantu merupakan Banten II. Di sekira
tempat pemujaan itu, kini telah dibangun kolam penampungan air. Air yang
ada di kolam rencananya akan disalurkan ke rumah-rumah penduduk di
Kampung Wangun."Pembangunan kolam air itu dilakukan secara swadaya
anggota aliran agama tersebut. Kemudian mereka juga akan membangun jalan
antara Wagun-Kerenceng. Setelah pembangunan jalan selesai, masyarakat
juga dijanjikan akan diberi genset (mesin diesel pembangkit listrik)
secara cuma-cuma," ungkapnya, seraya menilai aliran Islam itu dapat
memunculkan pro dan kontra di kalangan ulama. 
Karena itu ia mengaku sangat menentang aliran tersebut. Kepala Desa
Batukuwung, Madsuri, ketika ditemui di rumahnya mengaku menghentikan
aktivitas ajaran tersebut. Pihaknya juga mengirimkan surat pangilan
kepada dua pimpinan aliran itu, yakni RWK dan Rt TBSP. 
Namun ke dua surat pangilan tersebut tidak mendapat tanggapan."Kedua
pimpinan agama itu, membangun tempat pemujaan tanpa memberitahukan
kepada aparat desa. Keduanya sudah saya panggil dua kali tapi tidak mau
datang. Akhirnya saya menyetop kegiatan mereka dan sekarang kegiatan itu
sudah berhenti," tutur Madsudi. Camat Padarincang, Dadi Kusdadi, mengaku
sudah membantu aparat desa untuk menghentikan kegiatan penyebaran agama
tersebut. 
Bahkan, dia pun sudah meminta kepada pimpinan aliran agama itu untuk
membongkar bangunan tempat pemujaan. "Aparat desa sudah bertindak dan
langkah itu didukung pihak kecamatan. Kami meminta agar pimpinannya
membongkar bangunan sebagai tempat pemujaan itu, karena tidak memiliki
izin," katanya, seraya menambahkan MUI Kecamatan Padarincang dalam waktu
dekat akan segera membahas masalah itu.(H-17)***




Komunitas UrangSunda --> http://www.UrangSunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links



 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/0EHolB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

Komunitas UrangSunda --> http://www.UrangSunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke