> Dia Membopongmu, Nunuk... > PANDANGAN pria bertopi hitam itu nanar. Wajahnya tegang mengeras. Kedua > tangannya membopong Elizabeth Manuela Babina Muzu alias Nunuk 5 tahun, yang > penuh luka. Setengah berlari dia menyibak kerumunan massa. > Wartawan mengabadikan aksinya. Foto itu esoknya menghiasi halaman depan > media massa. > Siapa pria penolong itu? Manuel Muzu, ayah Nunuk, pria asal Italia, > mencarinya ke mana-mana. Diantar mobil Toyota Kijang, sembari menenteng > koran buram yang memuat foto itu, Manuel menyusuri kawasan Kuningan, > Jakarta. Kerumunan tukang ojek di depan kampus Perbanas hanya menggeleng > ketika disodori gambar itu. > Jawaban sama didapat dari tukang ojek di samping Rumah Sakit MMC. Wartawan > Gatra juga berupaya mencari pria yang menolong Nunuk itu. Pedagang kaki > lima di sekitar Kedubes Australia tidak ada yang mengenalnya. "Mungkin > orang jauh yang kebetulan lewat," kata seorang tukang ojek di depan kampus > Perbanas. > Seorang petugas satpam Kedubes Australia mengatakan, pria itu adalah > anggota Brimob. Memang, perawakan laki-laki berkumis itu kekar. Tapi, > ketika ditanyakan pada anggota pasukan Brimob yang berjaga di kantor > perwakilan Australia itu, mereka serempak menggeleng. "Bukan anggota kami," > kata seorang dari mereka. > Lalu, siapa pria yang menolongmu, Nunuk? > Titik terang muncul ketika seorang tukang ojek di samping Rumah Sakit MMC > mengaku lupa-lupa ingat dengan wajah pria itu. Dia mengundang > teman-temannya untuk mencoba menggali ingatan. "Sepertinya pekerja proyek > di Pasar Festival," katanya. Yang lain menimpali bahwa pekerja di proyek > itulah yang pertama kali berlari menuju lokasi setelah ledakan. > Akhirnya Gatra bertemu dengan Achmad Usman. Ya, inilah dia. Pria berusia 37 > tahun ini adalah teknisi saluran udara air conditioner di lantai dasar > Pasar Festival, 300 meter dari Kedubes Australia. Achmad sedang asyik > bekerja ketika tiba-tiba ada suara ledakan. > "Tubuh saya bergetar. Saya kira ada lift jatuh," katanya. Ayah empat anak > itu kontan menghambur keluar bersama teman-temannya. Pekerja PT Trikarsa > itu mendekati lokasi ledakan. Ia mendapati tubuh-tubuh sudah bergelimpangan > di jalanan. Bau bahan kimia menyengat hidung. > Achmad Usman berusaha menolong orang-orang yang terluka. "Kami dahulukan > yang hidup," katanya. Ketika itu, dia melihat teman-temannya tengah > menolong korban bertubuh besar. "Saya berusaha membantu karena kelihatan > berat," katanya. Saat itulah matanya mengarah pada Nunuk, bocah cilik yang > penuh luka. > Saat itu sebenarnya sudah ada orang yang memangku Nunuk. "Orang itu saya > dengar berteriak minta tolong," ia menjelaskan. Bocah itu lantas > direngkuhnya dalam gendongan. "Saya memilih jangan sampai menyentuh > lukanya," katanya. Karena itu, dia menyangga bagian kaki dan leher. > Saat itu, Nunuk pingsan. Pria asal Mangga Besar, Jakarta Barat, ini > membopong Nunuk ke sebuah mobil, karena mengira bocah cantik itu telah > meninggal. Begitu dibaringkan di jok mobil, tiba-tiba Nunuk bergerak. > Matanya terbeliak, tubuhnya mengejang. > "Mama, Mama...," Nunuk merintih lemah. Pria yang membopongnya teringat > anaknya yang tak tertolong. Kontan air mata Achmad berlinang. "Mirip saat > anak saya akan meninggal," katanya dengan raut muka sedih. Menurut dia, > saat itu putri bungsunya baru berusia tiga bulan. Tiba-tiba sakit panas, > dan kejang. "Matanya terbeliak persis dia," katanya. Saat itu, dia > terlambat membawa anaknya ke rumah sakit. > Tidak mau kehilangan "anak" kedua kalinya, Achmad menggendong Nunuk > kembali, dan setengah berlari menuju rumah sakit terdekat. "Allahu Akbar!" > teriaknya berulang-ulang. Orang-orang yang berkerumun menepi memberi jalan. > Orang-orang yang bergerombol di depan rumah sakit juga memberi jalan. > Akhirnya Nunuk dibaringkan di ruang gawat darurat. Saat itu, Achmad baru > sadar tangannya yang tadi menyangga leher Nunuk berlepotan darah. > Sore harinya, ketika pulang kerja, Achmad langsung menuju pusara anaknya. > "Saya berdoa di sana," katanya. "Jika Nunuk hanya akan menjadi beban > keluarga, silakan ambil, ya, Allah. Namun, jika dia kelak berguna bagi > keluarganya, maka selamatkanlah." Sejak itu, Achmad selalu terbayang pada > Nunuk. "Anak itu selamat nggak, ya?" tanya Achmad kepada Gatra. > "Alhamdulillah," katanya bersyukur ketika diberitahu bahwa Nunuk dirawat di > Singapura. > (Gatra) (See attached file: pic07636.jpg) ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/0EHolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
<<attachment: pic07636.jpg>>

