Dengan Hormat,

Mohon bantuannya untuk menyebarkan berita ini kepada pihak- pihak yang simpati ingin membantu Ibu Hanifah dan suaminya sebagai Tenaga Pendidik di Indramayu serta dua anaknya yang masih kecil yang sedang sangat menderita, terlantar dan tertekan.

Kronologis beritanya adalah Akamigas Balongan di Indramayu yang didirikan dan dikembangkan oleh Ibu Hanifah menjalankan pendidikan Diploma 3 (D3) Jurusan Teknik Perminyakan dengan ijin lengkap dan sejalan dengan visi dan misinya untuk pemberdayaan masyarakat Indramayu dan sekitarnya yang selama ini hanya menjadi penonton ditengah Industri Perminyakan yang berkembang di Indramayu seperti Pengilangan dan Petrokimia. Dalam rangka membangun Sumberdaya Manusia yang handal tersebut maka biayanya yang di set oleh Akamigas sangat murah. Hal tersebut sejalan dengan cita- cita luhur Ibu Hanifah yang ingin mengembangkan sebuah sarana pendidikan yang memadai tapi dengan biaya yang murah sehingga wacana yang beredar sekarang bahwa pendidikan itu identik dengan sesuatu yang mahal tidak terjadi pada Akamigas Balongan.

Dalam perjalanannya sejalan dengan minat masyarakat terhadap Akamigas Balongan semakin tinggi dan dalam rangka mengembangkan sarana pendidikan tersebut maka para dosen mengusulkan untuk membuka jurusan baru yaitu Jurusan Fire & Safety. Seperti kita ketahui jurusan tersebut merupakan jurusan yang sangat penting sekali bagi Industri Perminyakan dan Gas Bumi atau Industri- industri lainnya. Permasalahan � permasalahan Fire & Safety merupakan permasalahan yang pelik yang harus ditangani secara sungguh-sunguh oleh semua pihak yang terkait karena menyangkut keselamatan manusia dan asset-aset perusahaan dimana masyarakat kita bekerja. Dengan melihat pentingnya Jurusan Fire & Safety tersebut bagi perkembangan industri maka Akamigas berinisiatif mencoba membuka Jurusan tersebut.

Ibu Hanifah dan rekan- rekan Akamigas kemudian mencoba untuk melakukan pengurusan izin pembukaan Jurusan baru tersebut yaitu jurusan Fire & Safety kepada Dikti. Namun karena ternyata diperlukan tenaga dan biaya yang tinggi untuk mengurus izin- izin tersebut maka Ibu Hanifah berinisiatif menawarkan dulu kepada masyarakat untuk mengetahui response calom mahasiswanya. Ternyata iklan tawaran jurusan baru tersebut mendapatkan respon yang positif dari masyarakat sehingga kemudian Ibu Hanifah langsung melakukan pengurusan izin-izin tersebut kepada DIKTI.

DIKTI pun memberikan respon yang positif karena yang telah diupayakan oleh Ibu Hanifah sesuai dengan harapan DIKTI untuk dapat mencerdaskan kehidupan bangsa sehingga sedikit demi sedikit dapat bangkit dari krisis ini.

Ditengah proses pendidikan sambil menunggu izin DIKTI tersebut tiba- tiba timbul Demo oleh mahasiswa yang sebagian besar berasal dari luar (akademi/universitas lain di Indramayu) termasuk 23 orang mahasiswa dari Akamigas. Mereka mempermasalahkan izin jurusan baru yang sedang di proses Akamigas. Setelah Isu tersebut meluas berikutnya kemudian Suami Ibu Hanifah yang bertindak sebagai penanggung jawab Akamigas kemudian tiba-tiba ditangkap Kapolres Indramayu dan dimasukan ke ruang tahanan pojok di kantor polisi. Alasan penangkapan katanya karena dia ketua Yayasannya.

Bagi yang ingin membesuk dan ingin berkenalan dengan suami ibu Hanifah yaitu Bapak Nahdudin Islami, bisa berkunjung ke kantor polisi Indramayu, ruangan tahanan pojok.

Melalui mahasiswa yang mengunjungi Kapolres Indramayu untuk memberikan dukungan moril kepada suami ibu Hanifah, Kapolres Indramayu menyatakan justru akan menghukum ibu Hanifah dengan hukuman yang seberat- beratnya karena proses pembentukan jurusan baru Fire dan Safety tersebut. Akibat kejadian ini semua anak- anaknya yang masih sangat kecil beserta

mahasiswa- mahasiswa yang tidak ikut demo yang jumlahnya sekitar 300 mahasiswa ikut terlantar karena permasalahan tersebut.

Segenap Civitas Akademika Akamigas Balongan memohon dengan sangat bagi yang mengenal dekat Kapolres Indramayu dan pihak yang terkait untuk dapat menjelaskan kronologis ini kepada beliau-beliau sehingga upaya mencerdaskan kehidupan bangsa yang dirintis oleh Akamigas dapat di dukung demi kemajuan bangsa kita tercinta ini. Kami yakin sebenarnya dalam hati nuraninya beliau pasti akan mendukung upaya Ibu Hanifah dan rekan- rekan dari Akamigas Balongan dalam mengembangkan sarana Pendidikan di Indramayu karena yang diupayakan oleh Ibu Hanifah dan rekan- rekan Akamigas adalah senantiasa demi kemajuan masyarakat Indramayu khususnya dan kemajuan Bangsa Indonesia secara umumnya. Namun karena sesuatu dan lain hal beliau-beliau tidak dapat mengetahui kronologis ini secara detail sehingga memiliki pemahaman yang berbeda.

Informasi terakhir, 23 orang Mahasiswa yang melakukan Demo tiba- tiba ingin melakukan Islah dan setelah ditanggapi dengan baik ternyata Islah-nya sangat luar biasa yaitu meminta Uang Rp. 20 Juta per Mahasiswa dan Akamigas dikelola oleh pihak lain yaitu pihak ke tiga, padahal uang kuliahnya selama ini hanya Rp. 1.5 Juta per Tahun. Darimana Akamigas, para guru, dan Ibu Hanifah pendirinya memiliki uang sebanyak itu.

Demikian sekiranya yang dapat kami sampaikan, kami segenap Civitas Akademika Akamigas Balongan Indramayu - Jawa Barat mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dan perhatiannya.

Hormat Kami,

Civitas Akademika
Akademi Perminyakan dan Gas Bumi Balongan
Jalan Jendral Sudirman Indramayu
Jawa Barat


Do you Yahoo!?
Express yourself with Y! Messenger! Free. Download now.

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke