mairan sakedap...
 
alus oge euy program ieu teh.. Enya super hebat we lah... taya tandinganana
 
tong hilap, kepada penyelenggara pendidikan di indonesia, naha indonesia teh butuh itb atawa jujur..... nya tangtosna duanana katedunan,, leuwih2 ceuk Soenda mah bageur, cageur, singer, pinter.........
 
ah abdi mah cekap we bade guguru ka ki Sunda.
balarea ngahareup lulusan sakola nu sapagodos sareng ajaran kang jeung Rosul oge Ki Sunda..
 
sakieu hela..........
 

Willy Raindra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Subject: Sekolah khusus anak2 jenius Indonesia IQ diatas 150

Berbicara mengenai mutu sekolah di
Indonesia, rupa2nya BMW bersedia
membantu
mendirikan sekolah khusus utk anak2 jenius ber IQ 150
keatas, dan gratis kecuali utk beli buku dari saku sendiri.
Diharapkan bahwa sekolah2 ini suatu hari akan menghasilkan pemenang
hadiah Nobel utk Fisika, Matematika atau Kimia atau mungkin juga
Ekonomi etc dari Indonesia.
Utk lengkapnya silahkan baca sendiri dibawah ini
salam
moderator


Kamis, 18 Agt 2005,
Kelas Super, Wadah Pendidikan Khusus Bagi Anak-Anak Jenius
IQ di Atas 150, Nilai Matematika 10
Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi (Dikmenti) DKI Jakarta
bekerjasama dengan Yayasan Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI), dan
Bayerische Motoren Werke (BMW) Indonesia baru saja me-launching kelas
super khusus bagi anak jenius. September nanti, pendidikan bagi anak-
anak pilihan ini akan dimulai.

PRESTASI anak-anak Indonesia di berbagai olimpiade sains
internasional melahirkan inspirasi untuk membuat wadah bagi anak-anak
yang berkemampuan tinggi. Karena itulah dibuat kelas khusus bagi anak-
anak jenius yang nantinya akan mewakili Indonesia dalam berbagai even
internasional.

"Kami menyebutnya kelas super. Karena isinya memang anak-anak
berkemampuan super," kata Kepala Dinas Dikmenti DKI Jakarta Margani
M. Mustar, saat me-launching kelas itu 10 Agustus lalu. Untuk
sementara, kelas super ini baru dibuka di Jakarta. Ke depan, Dikmenti
akan mengembangkan ke beberapa kota, seperti Surabaya, Semarang,
Jogjakarta, dan Bandung.

Anak-anak berkemampuan super, memang ditengarai sangat banyak di
Indonesia. Ketua Yayasan TOFI Prof Yohanes Suryo, pernah menguji IQ
1.500 siswa SMA di Indonesia. Di antara anak-anak tersebut, terdapat
40 siswa yang memiliki IQ di atas 150.

Untuk di Jakarta, Dinas Dikmenti meminjam salah satu ruang SMAN 3
Jakarta sebagai tempat belajar anak-anak kelas super. Alasannya,
fasilitas yang tersedia di sekolah sudah memadai. Lokasinya juga
cukup strategis, yakni di kawasan Kuningan. Kelas super juga akan
memanfaatkan laboratorium-laboraturium di beberapa SMA lain.

Dalam satu-dua minggu ini proses seleksi akan dilakukan. Menurut
Yohanes Suryo, yang berhak mengikuti seleksi adalah siswa yang
memiliki nilai total minimal 28 dalam ujian nasional SMP, atau dengan
rata-rata nilai minimal 9,33. Syarat lainnya, yakni memiliki nilai
matematika 10.

Hasil penjaringan sementara, terdapat sekitar 3.000 siswa yang
memenuhi persyaratan di atas. Selain itu akan diseleksi 2.000 siswa
yang memiliki minat khusus di bidang sains. "Jadi total yang akan
diseleksi sebanyak 5.000 siswa. Mereka akan menjalani tes potensi
akademik (TPA). Jumlah itu dikerucutkan menjadi 50 siswa untuk
mengikuti tes wawancara," kata Yohanes," kata Yohanes.

Lantas, seperti apa kelas super ini nantinya? Yohanes menjelaskan,
dalam satu kelas terdiri dari 20-40 siswa. Mereka akan dibimbing oleh
tenaga pengajar khusus bergelar master dan doktor (S2 dan S3). Para
guru ini berasal dari beberapa lembaga seperti BPPT, Puspitek, ITB,
dan sebagainya. Tentu saja, honor guru-guru ini juga berstandar lebih
tinggi dibanding guru biasa. Maklum, BMW Indonesia memberikan support
yang besar dalam program ini.

Kurikulum yang diberikan juga sedikit berbeda. Siswa akan mendapat
materi pelajaran selevel dengan perguruan tinggi. "Asumsinya,
pelajaran se-level SMA sudah mereka kuasai," kata Yohanes.

Pada saat kelas I, para siswa akan mendapat pelajaran fisika,
biologi, kimia, matematika, dan komputer. Materinya disamakan dengan
yang diterima mahasiswa semester pertama dan kedua. Untuk materi
bahasa Inggris, akan diarahkan untuk penguasaan materi percakapan.
Sedangkan, pelajaran bahasa Indonesia difokuskan untuk memberikan
kemampuan menulis karya ilmiah. Para siswa ini juga diberi materi
budi pekerti serta pelajaran musik klasik.

Saat naik ke kelas dua, siswa sudah diarahkan pada spesialisasi
pelajaran tertentu. Makanya, materi sains yang diberikan juga fokus
pada salah satu pelajaran, yakni matematika, kimia, biologi, atau
kimia. Kelompoknya dirampingkan menjadi 5 siswa setiap kelas.
Penyampaian materi juga dalam bahasa Inggris. Sedangkan pelajaran
bahasa Inggris diarahkan pada kemapuan TOEFL dan menulis paper.

Untuk menambah wawasan, juga diberikan materi ekonomi, sosial, dan
budaya. Juga diberikan materi kepemimpinan mengasah kemampuan para
siswa dalam presentasi dan diskusi.

Naik ke kelas kurikulumnya berbeda lagi. Materi pelajaran sains sudah
diarahkan sepadan dengan materi-materi dalam olimpiade sains
internasional. Pelajaran bahasa Inggris difokuskan pada kemampuan
presentasi, debat, dan membuat proposal penelitian. Mereka juga
mendapat pelajaran bahasa asing lain sesuai pilihan. Misalnya, Bahasa
Jerman, Prancis, Jepang, Mandarin, Korea, atau lainnya.

Karena para siswa diarahkan untuk go international, mereka juga
dibarikan sejarah dunia. Para siswa ini disiapkan menjadi anggota tim
olimpiade sains yang mewakili Indonesia.

Bagaimana dengan biayanya? Kadis Dikmenti Margani M Mustar
menjelaskan, para siswa tidak dipungut biaya sepeser pun, kecuali
untuk buku pelajaran. Di kelas super ini setiap siswa memiliki 10
buku referensi. Kebetulan semuanya adalah buku impor. Harga buku-buku
ini diperkirakan sebesar USD 1.000. "Tapi kalau mereka tidak mampu
memiliki, akan dibantu," kata Margani. (tomy c. gutomo/ Rossy
Setyorini)


Kamis, 18 Agt 2005,
Meniru Cara China
Nasib anak-anak jenius di Indonesia mungkin masih banyak yang
terabaikan. Hanya mereka yang memiliki perhatian dan dukungan dana
besar, yang mampu menunjukkan kebolehannya di tingkat internasional.
Tapi siapa tahu, di pelosok-pelosok negeri juga terdapat anak-anak
berpotensi lebih. Apa salahnya membimbing mereka untuk menyejajarkan
bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa lain di bidang sains?

Inilah yang kerap mengusik parasaan penggagas kelas super Prof
Yohanes Surya, yang juga Ketua Yayasan Tim Olimpiade Fisika Indonesia
(TOFI). "Awalnya saya melihat banyak anak Indonesia yang berprestasi
di ajang internasional. Seperti di olimpiade fisika, biologi,
matematika, dan sebagainya. Saya yakin jumlah anak-anak pintar dan
jenius di Indonesia sangat besar. Kalau mereka dididik dan diarahkan
secara khusus, tentu akan semakin banyak prestasi yang diraih bangsa
kita," katanya.

Dia menjelaskan, model kelas super ini sebenarnya pernah ada di
China. Di negara tersebut, siswa yang akan ikut olimpiade fisika
dititipkan di salah satu perguruan tinggi. Mereka akan mendapat
pelajaran fisika setingkat perguruan tinggi. Dengan model seperti
itu, China bisa meraih 5 medali emas di olimpiade fisika
internasional.

Kelas super, kata Yohanes, tentu saja tidak hanya mengeksploitasi
kemampuan otak anak-anak jenius. Juga tidak semata-mata demi
mengangkat nama bangsa Indonesia di mata internasional. Ada pekerjaan
lain yang juga harus dipikirkan, yakni masa depan anak-anak jenius
itu. "Anak-anak itu kan masih usia SMA. Tentu kita harus memikirkan
masa depan mereka," katanya.

Salah satu pilihan yang bisa diambil adalah mencarikan beasiswa anak-
anak jenius itu ke perguruan tinggi ternama di luar negeri. "Harapan
kami, mereka bisa diajar oleh para peraih nobel. Ada survei tahun
1960-an yang menyebutkan bahwa murid yang diajar oleh peraih nobel,
sebagian akan meraih nobel juga. Siapa tahu, suatau saat nanti ada
orang Indonesia dari kelas super ini yang meraih nobel," katanya.

Pertimbangan masa depan juga yang membuat kelas super memberikan
materi-materi pelajaran selain sains. Mereka akan diberi materi-
materi ekonomi, sosial, budaya, bahkan budi pekerti. "Hari Jumat dan
Sabtu mereka belajar olahraga dan musik klasi. Jadi mereka tidak
melulu dikekang dengan materi sains. Mereka juga dibekali dengan
kehidupan sosial" jadi.

Lalu, mengapa hanya di buka di Jakarta? Yohanes mengatakan bahwa
kelas super ini memang masih tahap awal. Menurut dia, sudah ada
beberapa proposal yang masuk. Di antaranya dari Maluku dan
Riau. "Nanti pasti akan dibuka untuk kota-kota lain. Kalau kita punya
sepuluh kelas super saja, saya yakin kita bisa mengalahkan China,"
katanya. (tom/ros)



 




Start your day with Yahoo! - make it your home page

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id




SPONSORED LINKS
Corporate culture Business culture of china Organizational culture
Organizational culture change Organizational culture assessment Jewish culture


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke