di indonesia kudu dicobaan huji weh hela, maehan hayam-- koruptor, ameh rebuan oa berdasi sarieuneun....
 
apan senah ceuk papatah china kitu. Oge cina tumut ka tradisina, akhirna rahayat walatra...
 
ari di indonesia, hukum kieu dilakukeun kudu ngaliwatan semak2 belukar, kayaning HAM bool kerod, anuna, ieuna, waaah loba pokona mah tek2 bengekna.
 
aya deui deuih nu melaan, atawa nu nolak hukum kieu teh... lantaran anu2, aaah orang indonesia mah pandai berwacana euy, ari kalakuan............
 
nu payu di indonesia, nu pinter nyieun wacana, anu mahiwal jeung nu mimiti mahiwal silih bantuan..
 
kehed teh, teu ningal, kumaha cina nagara komunis, bisa maju alatan kitu..
 
ari agama islam mah geus puguh deui ulah disebut2, da maranehanana geus ngewa ka islam..
islampobia weh lahir, nyaeta ngewa ka islam...
 
ulah anarkis senah, tapi maranehanana anarkis dina uteuk jeng pikiran, naha lewih bahaya ari u kieu???
 
islam geus dikambing hitamkeun--- saha, islam atawa jelemana- naha merakteekun hukum islam teu?
 
ah ngagulidag dina wacana weh..
 
okey lah hukum islam nu rada dipikagimir ulah diperaktekeun di indonesia,  kumaha hukumna, abdi tumaros ka ahli fikih perundang2an tata negara, pami hukum tradisi cina anu boga idiologi komunis, tradisi ngaeksekusi koruptor di pake diindonesia????
 
hukum akal  urang kolumis ge, ajeug pisan dina hal ieu, yen dibalik tradisi eta loba mangpaatna pikeun balarea-- urang cina,   sugan2 ka dengenna!!
 
lain Ki Sunda wae nu masihan karaharjaan ka manusa teh, Ki China oge aya,  sapertos eksekusi nu tukang madog duit rahayat....
 
punteun ah rada budag badug..
 
tapi da abdi, heuteu budug pikiran.....
 
mangga warga sunda, bilih satuju atawa heuteu, da wacana...  boa2 saya ge tukang wacana??
 
karunya atuh euy rahayat pami abdi jadi tukang wacana deui...
teu jadi tukang wacana ge, moal burung barang dahar.......
 
makasih inponya kang willy
Willy Raindra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

 

  


Oleh : Asro Kamal Rokan


Xiao Hongbo telah dihukum mati pekan lalu. Delapan orang pacarnya --yang dibiayai dalam kehidupan mewah-- mungkin hanya menangisi lelaki berusia 37 tahun. Tidak ada yang bisa membantunya.

Deputi manajer cabang Bank Konstruksi
China, salah satu bank milik negara, di Dacheng, Provinsi Sichuan, itu dihukum mati karena korupsi. Xiao telah merugikan bank sebesar 4 juta yuan atau sekitar Rp 3,9 miliar sejak 1998 hingga 2001. Uang itu digunakan untuk membiayai kehidupan delapan pacarnya.

Xiao Hongbo satu di antara lebih dari empat ribu orang di Cina yang telah dihukum mati sejak 2001 karena terbukti melakukan kejahatan, termasuk korupsi. Angka empat ribu itu, menurut Amnesti Internasional (AI), jauh lebih kecil dari fakta sesungguhnya. AI mengutuk cara-cara Cina itu, yang mereka sebut sebagai suatu yang mengerikan.

Tapi, bagi Perdana Menteri Zhu Rongji inilah jalan menyelamatkan Cina dari kehancuran. Ketika dilantik menjadi perdana menteri pada 1998, Zhu dengan lantang mengatakan, ''Berikan kepada saya seratus peti mati, sembilan puluhsembilan untuk koruptor, satu untuk saya jika saya melakukan hal yang sama.''

Zhu tidak main-main. Cheng Kejie, pejabat tinggi Partai Komunis Cina, dihukum mati karena menerima suap lima juta dolar AS. Tidak ada tawar-menawar. Permohonan banding wakil ketua Kongres Rakyat Nasional itu ditolak pengadilan. Bahkan istrinya, Li Ping,yang membantu suaminya meminta uang suap, dihukum penjara.

Wakil Gubernur Provinsi Jiangxi, Hu Chang-ging, pun tak luput dari peti mati. Hu terbukti menerima suap berupa mobil dan permata senilai Rp 5 miliar. Ratusan bahkan mungkin ribuan peti mati telah terisi, tidak hanya oleh para pejabat korup, tapi juga pengusaha, bahkan wartawan.

Selama empat bulan pada 2003 lalu, 33.761 polisi dipecat. Mereka dipecat tidak hanya karena menerima suap, tapi juga berjudi, mabuk-mabukan, membawa senjata di luar tugas, dan kualitas di bawah standar. Agaknya Zhu Rongji paham betul pepatah Cina: bunuhlah seekor ayam untuk menakuti seribu ekor kera.

Dan, sejak ayam-ayam dibunuh, kera-kera menjadi takut, kini pertumbuhan ekonomi Cina mencapai 9 persen per tahun dengan nilai pendapatan domestik bruto sebesar 1.000 dolar AS. Cadangan devisa mereka sudah mencapai 300 miliar dolar AS. Sukses Cina itu, menurut guru besar Universitas Peking, Prof Kong Yuanzhi, karena Zhu serius memberantas korupsi. Perang terhadap korupsi diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Zhu mengeluarkan dana besar untuk pendidikan manajemen, mengirim ribuan siswa belajar ke luar negeri, dan juga mengundang pakar bisnis berbicara di Cina.

Kini, lihatlah apa yang terjadi di Indonsia. Pengangguran terus bertambah, anak-anak gadis dari desa terpaksa menjadi pelacur di kota, lulusan SMU menjadi pengamen, anak-anak SD yang malu tidak dapat membayar uang sekolah, bunuh diri. Ratusan ribu orang tumpah ke kota-kota karena di desa tidak ada harapan. Ratusan ribu orang menjadi tenaga kerja di luar negeri, ditipu calo dan disiksa majikannya.

Mereka adalah korban. Koruptor menghisap hidup mereka, bertahun-tahun tanpa ada yang menolong. Koruptor mengambil hak mereka atas tanah, hak mereka atas air, hak mereka untuk sekolah, hak mereka untuk berdagang, hak mereka untuk bekerja, hak mereka untuk mendapatkan layanan, hak mereka untuk kesehatan. Apalagi hak yang tersisa untuk orang-orang miskin itu? Pemerintah bukan penolong orang-orang miskin, terkadang mereka juga mengambil uang dari orang-orang miskin.

Bangsa ini memerlukan orang seperti Zhu Rongji, bukan pesolek. Sebab, inilah keadaan utama Indonesia: Jatuhkanlah tiga buah batu dari pesawat udara di wilayah Indonesia, maka yakinlah satu di antara batu itu akan mengenai kepala koruptor!

 


 

 

 

 

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id




SPONSORED LINKS
Corporate culture Business culture of china Organizational culture
Organizational culture change Organizational culture assessment Jewish culture


YAHOO! GROUPS LINKS




Attachment: gifSqmKejwhcm.gif
Description: GIF image

Kirim email ke