mbak.. kalo boleh tahu.. yang dimaksud berliannya itu tulisan Arbania  
ataukah PKSnya?

Karena saya bingung.. mungkin untuk bisa memperjelas mana yang berlian  
mana yang debu.. bisa diperjelas kira-kira dimana yang dianggap debu,  
dimana yang dianggap berlian.. jadi tidak sekedar apology dengan  
menggunakan kosa kata "cerdas atau tidak cerdas".

Salim,
:D


On Mar 4, 2009, at 6:14 AM, Hidayati Husna wrote:

> Assalaamualaykum wr. wb.
>
> Ini mah tulisan usilnya si Arbania sj dan ini adalah bagian kecil  
> debu yg
> lewat yg kena ke PKS
> Menyitir kata orang bijak: berlian yang bermutu meskipun tertutup  
> debu masih
> akan ttp berlian.
>
> Mengapa saya harus tanggapi e-mail ini, karena ini juga bagian  
> pembelajaran
> juga buat muslimah untuk bisa cerdas dalam menentukan pilihan...
>
> mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan. hayo siapa yang  
> memulai....
>
> Wassalaamualaykum wr. wb.
> Ana al faqir ILalloh
> UZ
>
> 2009/3/3 Hongaria Cantik <[email protected]>
>
>> testimoni ini ditulis oleh seorang mantan kader PKS dari UI bernama
>> arbania fitriani sebagai "note" pribadi di facebook.
>>
>>
>> Benarkah PKS Pro Rakyat Indonesia?
>>
>> A TESTIMONY FROM EX PKS CADRE
>>
>> Pertama-tama, saya menuliskan pengalaman saya ini tidak untuk
>> menjatuhkan atau menjelek-jelekkan salah satu partai besar di
>> Indonesia. Saya hanya ingin berbagi pengalaman untuk menjadi bahan
>> renungan para pembaca agar dapat lebih mengenal PKS dari dalam.
>>
>> Tulisan ini dimaksudkan agar masyarakat dapat mengenal PKS secara
>> objektif, agar rakyat Indonesia mengetahui apakah PKS benar-benar
>> mengusung kepentingan rakyat Indonesia atau justru sedang  
>> mengkhianati
>> masyarakat dan para kadernya sendiri dengan sentimen keagamaan serta
>> jargon sebagai partai bersih. Sayangnya, banyak masyarakat dan
>> orang-orang di dalam tubuh PKS ini pun tidak menyadarinya.
>>
>> Bagian tersebut akan saya jelaskan secara singkat di akhir cerita
>> saya, dan sekarang saya ingin berbagi dulu kepada para pembaca
>> mengenai sistem pengkaderan PKS yang sangat canggih dan sistematis
>> sehingga dalam waktu singkat membuatnya menjadi partai besar.
>>
>> Saya waktu mahasiswa adalah kader PKS mulai dari 'am sirriyah sampai
>> ke 'am jahriyah. Mulai dari saya masih sembunyi-sembunyi dalam
>> berdakwah, sampai ke fase dakwah secara terang-terangan, sejak PKS
>> masih bernama PK sampai kemudian menjadi PKS.
>>
>> Dalam struktur pengkaderan PKS di kampus, ada beberapa lingkaran,
>> yakni lingkaran inti yang disebut majelis syuro'ah (MS), lingkaran ke
>> dua yakni majelis besar (MB), dan lingkaran tiga yang menjadi corong
>> dakwah seperti senat (BEM), BPM (MPM), dan lembaga kerohanian islam.
>> Jenjangnya adalah mulai dari lembaga dakwah tingkat jurusan,  
>> fakultas,
>> sampai ke universitas. Jika di universitas tersebut terdapat asrama
>> dan punya kegiatan kemahasiswaan, maka di sana pun pasti ada struktur
>> seperti yang telah saya terangkan.
>>
>> Universitas biasanya akan berhubungan dengan PKS terkait perkembangan
>> politik kampus maupun perkembangan politik nasional. Dari sanalah
>> basis PKS dalam melakukan pergerakan-pergerak an politik dalam negeri
>> atas nama mahasiswa baik itu yang berwujud demonstrasi ataupun
>> pergerakan lainnya. Sistem pergerakan, pengkaderan, dan struktur
>> lingkaran yang terjadi di dunia kampus sama persis dengan yang  
>> terjadi
>> di tingkat nasional.
>>
>> Kembali ke dalam struktur lingkaran PKS di kampus, orang-orang yang
>> duduk di MS jumlahnya biasanya tidak banyak dan orang-orangnya adalah
>> orang-orang yang terpilih. Kebanyakan yang menjadi anggota MS adalah
>> mahasiswa yang memang sudah di kader sejak SMU. Tapi tidak banyak  
>> juga
>> yang berhasil masuk ke dalam MS dari orang-orang yang telah dikader
>> pada saat kuliah. Saya termasuk orang yang masuk ke dalam lingkaran  
>> MS
>> yang baru di kader pada saat kuliah dan menduduki posisi sebagai
>> mas’ulah di asrama UI sehingga saya punya akses langsung untuk
>> berdiskusi dengan mas’ulah tingkat universitas. Dari sini juga saya
>> akhirnya banyak tahu sistem dalam PKS meskipun saya pada tingkat
>> fakultas hanya masuk sampai tingkat MB.
>>
>> Dalam MS dan MB memiliki mas’ul (pemimpin untuk anggota ikhwan) dan
>> mas’ulah (pemimpin untuk anggota akhwat). Masing-masing mas’ul (ah)
>> ini membawahi MS secara keseluruhan dan ada juga mas’ul(ah) yang
>> membawahi sayap-sayap dakwah yakni sayap tarbiyah (mengurusi
>> pengkaderan khusus untuk ikhwah seperti pemetaan liqoat, materi
>> liqoat, dll), sayap syiar (mengurusi syiar islam khususnya dalam
>> lembaga kerohanian formal dan menjaring kader baru), dan sayap sosial
>> & politik (mengurusi dakwah dalam bidang lembaga formal kampus yakni
>> BEM dan MPM).
>>
>> Di lingkaran ke dua adalah majelis besar, anggotanya adalah ikhwah
>> yang sudah di kader juga dan tinggal menerima keputusan dari MS untuk
>> dilaksanakan. Jadi, MS ini adalah tink-tank dari seluruh kegiatan  
>> yang
>> terjadi di kampus. Apabila kader PKS duduk sebagai ketua BEM/Senat
>> atau MPM/BPM, maka semua kegiatannya harus mendapat ijin dari MS dan
>> memang biasanya berbagai agenda di BEM/Senat dan MPM/BPM ini dibuat
>> oleh MS.
>>
>> Bagaimana sistem pengkaderan PKS itu sendiri? Bagaimana PKS mengubah
>> seorang menjadi kader yang militant? Jalan pertama adalah menguasai
>> Senat, BEM, BPM, dan MPM. Apabila lembaga formal ini sudah dikuasai
>> maka akan mudah untuk membuat kebijakan terutama pada masa penerimaan
>> mahasiswa baru.
>>
>> Saat orientasi Mahasiswa baru biasanya mereka akan dibentuk kelompok
>> kecil (halaqah) dan ikhwah PKS akan berperan sebagai mentor. Kegiatan
>> ini akan berlanjut rutin selama masa perkuliahan di mana halaqah ini
>> akan berkumpul 1 minggu sekali. Dari sinilah biasanya akan terjaring
>> orang-orang yang kemudian akan menjadi ikhwah militan, bahkan orang
>> yang sebelumnya tidak pakai jilbab dan sangat gaul bisa menjadi
>> seorang akhwat yang sangat pemalu namun juga sangat militan.
>>
>> Agenda utama kami adalah membentuk Manhaj Islamiyah di Indonesia
>> menuju Daulah Islamiyah (mirip dengan sistem Khilafah Islamiyah dari
>> HTI). Doktrin utama dalam sistem jamaah PKS yang juga menamakan
>> dirinya sebagai jamaah Ikhwanul Muslimin ini adalah “nahnu du’at  
>> qobla
>> kulli sya’I” dan “sami’na wa ata’na”. Dua doktrin inilah yang membuat
>> kami semua menjadi orang yang sangat loyal dan militan. Setiap
>> instruksi yang diberikan dari mas’ul(ah) ataupun murabbi(ah) kami  
>> akan
>> kami pasti patuhi meskipun kami tidak benar-benar paham tujuannya.
>> Seperti menyumbang, mengikuti demonstrasi, meskipun harus bolos
>> kuliah, dll.
>>
>> Selama saya aktif di pergerakan ini, saya melihat banyak sekali
>> teman-teman saya yang berhenti menjadi Aktivis Dakwah Kampus (ADK).
>> Dulu saya merasa kasihan dengan mereka, karena yang saya tahu –
>> diberitahu oleh murabbi kami dan juga seringkali dibahas dalam taujih
>> atau tausiyah (semacam kultum) – bahwa dalam jalan dakwah ini selalu
>> akan ada orang-orang yang terjatuh di jalan dakwah, mereka adalah
>> orang-orang futur (berbalik ke belakang).
>>
>> Orang-orang ini biasanya kami label sebagai anggota “basah” (barisan
>> sakit hati). Saya mempercayai semuanya sampai akhirnya saya pun  
>> merasa
>> tidak cocok lagi untuk berada di sana dan memutuskan untuk keluar  
>> dari
>> ADK padahal saya dulu sudah diproyeksikan sebagai ADK abadi (orang
>> yang akan menjadi aktivis dakwah kampus selamanya dengan cara menjadi
>> dosen atau karyawan tetap di kampus).
>>
>> Ada beberapa alasan yang membuat saya mengambil keputusan untuk
>> keluar, antara lain:
>>
>> 1. Adanya ekslusivisme antara kami para ADK dengan orang-orang diluar
>> ADK. Kami para ADK adalah orang-orang khos (orang khusus) dan mereka
>> adalah adalah orang ’amah (orang umum). Orang khos adalah orang yang
>> sudah mengikuti tarbiyah dan mengikuti liqo’at (semacam halaqah tapi
>> lebih khusus lagi) dan orang ’amah adalah orang yang belum mengenal
>> tarbiyah.
>>
>> Para ikhwah, terutama para ADK, tidak akan mau menikah dengan ’amah
>> karena mereka dapat membuat orang khos seperti kami menjadi future,
>> bahkan bisa membuat kami terlempar dari jalan dakwah. Istilah khos  
>> dan
>> a’amah ini membuat saya merasa tidak natural dan tidaknmanusiawi  
>> dalam
>> menghadapi teman saya yang ’amah.
>>
>> Saya diajarkan bahwa mereka adalah mad’u (objek dakwah) saya. Jika
>> saya bisa menarik mereka ke dalam sistem kami apalagi bisa menjadi
>> ADK, maka kami akan mendapat pahala yang sangat besar. Saya merasa
>> menjadi berdagang dengan teman saya yang dulunya sebelum menjadi ADK
>> adalah sahabat saya. Saya merasa tidak memanusiakan teman saya dan
>> lebih memandang mereka sebagai objek dakwah.
>>
>> 2. Dalam liqo’at ataupun dauroh saya juga ada beberapa hal yang
>> membuat saya tidak sreg, seperti bahwa saya harus lebih mengutamakan
>> liqo’at daripada kepentingan orang tua dan keluarga saya. Bahkan saya
>> pernah diberitahu bahwa bila sudah ada panggilan liqo’at, mski orang
>> tua saya sakit dan harus menjaganya, maka saya harus tetap datang  
>> liqo
>> (entah mengapa selama beberapa tahun saya bisa menerima konsep yang
>> kurang manusiawi ini).
>>
>> Hal lain adalah saya tidak boleh mengikuti kajian di luar liqo saya,
>> padahal setahu saya bahwa kebenaran itu tidak hanya milik liqo saya,
>> masih banyak sekali kebenaran di luar sana. Bahkan buku bacaan pun
>> diatur dimana ada banyak buku yang saya sangat berguna untuk menambah
>> wawasan keislaman saya seperti buku yang mengajarkan tentang hakikat
>> islam namun oleh murabbi saya dilarang. Untuk hal ini saya  
>> membangkang
>> karena seandainya islam itu memang benar rahmatan lil alamin maka
>> ilmunya pun pasti sangat luas dan tidak hanya monopoli orang-orang di
>> PKS semata.
>>
>> Dan hal yang paling mengusik saya adalah selama saya mengaji di liqo
>> ataupun mengikuti taujih dan taushiyah dalam syuro ataupun
>> dauroh-dauroh (training) saya merasa lebih banyak diajarkan tentang
>> kebencian terhadap agama atau aliran lain seperti bagaimana kejamnya
>> kaum nashoro (nasrani) yang membantai saudara kami di Poso, yahudi
>> yang membantai saudara kami di Palestina, JIL yang memusuhi kami, NII
>> yang sesat, teman-teman Salafi yang mengganggu kami, dst.
>> Sampai-sampai, akibat begitu terinternalisasinya hal tersebut, ketika
>> saya mengikuti tarbiyah universitas dan sedang makan siang, saya dan
>> teman-teman menganggap yang sedang kami makan dan telan itu adalah
>> orang-orang yahudi dan nashoro.
>>
>> Doa-doa kami pun selalu secara khusus ketika qunut adalah untuk
>> mujahid-mujahid di Palestina dan Afganistan (kadang saya berpikir
>> kapan kita berdoa untuk pahlawan perjuangan di Indonesia yang telah
>> menghadiahkan kemerdekaan terhadap kita). Sejujurnya saya lebih
>> tersentuh dan bisa menangis tersedu-sedu ketika dibacakan ayat-ayat
>> seperti dalam surat Ar-Rahman yang menceritakan Cinta-Ilahi ketimbang
>> surah seperti Al-Qiyamah yang menceritakan azabNya.
>>
>> Kebencian sangat bertentangan dengan hati nurani saya karena saya
>> sangat percaya dengan ayat yang mengatakan bahwa rahmat Allah SWT
>> lebih cepat dari murkaNya, yang artinya cinta Allah SWT seharusnya
>> dapat menghapus kemarahanNya terhadap umat manusia. Inilah sebabnya
>> mengapa di sini hati saya merasa sangat kering saat mengikuti  
>> tausiyah
>> dan taujih yang senantiasa bercerita tentang peperangan dan  
>> kebencian.
>>
>> 3. Semua ganjalan-ganjalan yang saya rasakan akhirnya meledak ketika
>> saya kemudian tahu dari sumber yang terpercaya dalam pemerintahan,
>> juga dari petinggi PKS sendiri, tentang agenda yang tidak pernah saya
>> ketahui sebelumnya dan pastinya juga tidak diketahui oleh orang-orang
>> se-level saya atau bahkan pun pengurus inti PKS.
>>
>> Agenda utama PKS adalah menghancurkan budaya Indonesia melalui invasi
>> budaya Arab Saudi. Banyak sekali indikasi yang saya rasakan langsung
>> pada saat menjadi ADK seperti upaya kami untuk menghalang-halangi
>> acara seni, budaya, musik, dll. Hingga berbagai upaya kami agar bisa
>> memboikot mata kuliah ilmu budaya dasar (IBD). Saya ingat dulu,  
>> karena
>> saya begitu termakan doktrin bahwa mata kuliah IBD tidak berguna dan
>> bisa melemahkan iman saya seringkali membolos kalau ada latihan  
>> menari
>> sampai saya sempat dibenci teman-teman saya.
>>
>> Kembali kepada agenda PKS ini sebagai perpanjangan tangan dari
>> Kerajaan Saudi tujuan utamanya adalah agar kekuasaan Arab bisa
>> mencapai indonesia mengingat satu-satunya sumber devisa Arab adalah
>> minyak yang diperkirakan akan habis pada tahun 2050 dan melalui  
>> jamaah
>> haji.
>>
>> Indonesia adalah negara yang sangat kaya sumber daya alam dan
>> merupakan umat muslim terbesar di dunia. Bahkan jika seluruh umat
>> muslim di timur tengah disatukan, umat muslim Indonesia masih jauh
>> lebih banyak. Untuk itu, agar dapat bertahan secara ekonomi, maka  
>> Arab
>> Saudi harus bisa merebut Indonesia dan cara yang paling jitu adalah
>> melalui invasi kebudayaan.
>>
>> Islam dibuat menjadi satu dengan kebudayaan Arab, sehingga budaya  
>> Arab
>> akan dianggap Islam oleh masyarakat Indonesia yang relatif masih
>> kurang terdidik dan secara emosional masih sangat fanatik terhadap
>> agama.
>>
>> Ketika kebudayaan lokal sudah bisa dihilangkan dan kebudayaan Arab
>> yang disamarkan sebagai Islam dapat berkuasa, maka orang-orang akan
>> menjadi begitu fanatik buta bahkan fundamentalis dan tidak bisa lagi
>> mengapresiasi agama lain dan budaya lokal. Lalu, bila kebudayaan
>> Nusantara sudah sampai dianggap musyrik atau bid’ah, maka saat itulah
>> NKRI akan bubar. Orang-orang yang pulaunya dihuni oleh mayoritas non
>> muslim atau yang masih memegang budaya lokal di indonesia akan  
>> meminta
>> merdeka. Pulau-pulau di Indonesia akan terpecah belah dan pada saat
>> itulah orang-orang ini akan bagi-bagi “kue”.
>>
>> Peta rencanaya adalah bagian pulau di Indonesia yang mayoritas Islam
>> akan dikuasai oleh Arab. Sedangkan daerah yang penduduknya mayoritas
>> kristen akan dikuasai oleh Amerika. Lalu, daerah-daerha yang  
>> mayoritas
>> penduduknya beragama Hindu, Buddha, Animisme, dll., akan dikuasai  
>> oleh
>> Cina.
>>
>> Tidak banyak orang PKS yang tahu soal ini, hanya segelintir saja yang
>> memahaminya. Mereka menduduki posisi-posisi strategis dalam
>> pemerintahan agar dapat lebih memudahkan agendanya. Sentimen  
>> keagamaan
>> terus dipakai untuk meraih simpati masyarakat. Sehingga berbagai
>> produk kebijakan seperti Perda Syariat, UU APP, dll. yang rata-rata
>> hanya sekedar mengurus masalah cara berpakaian semata akan dengan
>> bangganya diterima oleh masyarakat muslim yang naif sebagai
>> keberhasilan Islam. Masyarakat kita lupa bahwa sampai saat ini PKS
>> belum menghasilkan produk yang dapat memajukan ekonomi, menyelesaikan
>> permasalahan kesehatan, pendidikan, pencegahan bencana alam, korupsi,
>> trafficking, tayangan TV yang semakin memperbodoh masyarakat, dan
>> permasalahan lain yang lebih riil dan sangat dibutuhkan oleh
>> masyarakat kita ketimbang sekedar mengatur cara orang dewasa
>> berpakaian dan berperilaku.
>>
>> Jangan terburu-buru apriori dan menganggap tulisan mengenai  
>> pengalaman
>> saya ini adalah black campaign. Renungkan dengan hati nurani yang
>> dalam. Tidak ada kepentingan saya selain hanya menyampaikan  
>> kebenaran.
>>
>> Saya tahu resiko apa yang ada di hadapan saya dan siapa yang saya
>> hadapi. Tapi saya lebih takut menjadi bagian dari orang yang zalim,
>> karena tahu kebenaran, namun tidak bersuara. Rasa cinta saya bagi
>> negeri yang sudah memberi saya kehidupan ini menutupi rasa takut  
>> saya.
>> Saya yakin siapa yang berjalan dalam kebenaran maka kebenaran akan
>> melindunginya.
>>
>> Buat rekan saya, murabbi saya, sahabat-sahabat saya dulu sesama
>> ikhwah, saya mencintai kalian semua dan akan terus mencintai kalian.
>> Saya berharap, persaudaraan kita tetap terjalin karena bukanlah  
>> partai
>> atau agama yang mempersaudarakan kita, tapi karena kita satu umat
>> manusia, anak cucu Adam. Kalau bahasa teman saya, kita menjadi  
>> saudara
>> karena kita menghirup udara yang sama, makanya kita disebut
>> “sa-udara”.
>>
>> Semoga pengalaman saya ini dapat menjadi bahan renungan para jamaah
>> “fesbukiyah” dalam menentukan pilihan pemimpin yang akan membawa  
>> kapal
>> Indonesia menuju masyarakat yang bahagia, makmur dan sentosa, yang
>> memiliki jati diri dan menghargai kebudayaan nusantara. Wallahu A’lam
>> Bis-Shawab Wallahul Musta’an.
>>
>> http://myquran.org/forum/index.php/topic,14123.3510.html
>>
>>
>> [Non-text portions of this message have been removed]
>>
>>
>>
>> ------------------------------------
>>
>> =======================
>> Milis Wanita Muslimah
>> Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun  
>> masyarakat.
>> Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
>> ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/ 
>> messages
>> Kirim Posting mailto:[email protected]
>> Berhenti mailto:[email protected]
>> Milis Keluarga Sejahtera mailto:[email protected]
>> Milis Anak Muda Islam mailto:[email protected]
>>
>> This mailing list has a special spell casted to reject any attachment
>> ....Yahoo! Groups Links
>>
>>
>>
>>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
> ------------------------------------
>
> =======================
> Milis Wanita Muslimah
> Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun  
> masyarakat.
> Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
> ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
> Kirim Posting mailto:[email protected]
> Berhenti mailto:[email protected]
> Milis Keluarga Sejahtera mailto:[email protected]
> Milis Anak Muda Islam mailto:[email protected]
>
> This mailing list has a special spell casted to reject any  
> attachment ....Yahoo! Groups Links
>
>
>

Kirim email ke