Kang Iman Yth.:
Saya jadi tersanjung dipanggil Akang oleh seseorang yang saya kagumi. Namun sebenarnya Kang Iman cukup panggil saya nama atau malah adik saja, secara apapun akang lebih senior dari saya, ketika saya lulus dari SMA 1 Serang dan kuliah, Akang sudah berkarya sebagai wartawan Kompas. Saat akang menikmati kucuran ilmu yang banyak dari alm Om Valens Doy di Anggrek, beberapa tahun kemudian saya baru menikmati tempaan Om Valens di Sriwijaya Post tahun 1990 silam, itupun sekali-kali kalau beliau kebetulan datang ke Palembang. Saya direferensikan bergabung ke Sripo oleh Bang Bam (Bachtiar Amran) ke Mas HW yang saat ini memimpin Sripo. Akang, saya sangat berharap, dan itu mungkin suatu ketika akan terjadi, pers daerah kita akan kuat, dan berani mengatakan tidak kepada siapapun, sekuat apapun. Kita ingat menjelang Pemilu 1992, Sripo-pun pernah disensor--waktu itu dipimpin oleh Bang Bob Hutabarat- - oleh aparat Gubernur Sumsel Ramli Hasan Basri. Saat itu kami semua di ruang redaksi marah dan ingin sekali berkelahi dengan oknum Humas yang kurangajar dan memeriksa satu demi satu print out koran tersebut (Waktu itu lay out koran masih ditempel dan belum dikerjakan dengan Macintosh). Kami semua marah terhadap sikap lembut Bang Bob, namun dia tenang saja mempersilakan Sang Humas, menandatangi print out koran, sebelum difilm kan itu. Kalau saat itu kami pukul dan keroyok, pasti habis itu Humas, namun setelah itu, pasti giliran Sripo yang habis... Namun Bang Bob, membiarkan dirinya dipukul lebih dulu, dan kemudian menghabisi Gubernur yang lalim dan seluruh aparat Humas yang melakukan sensor, dengan meledakkan kasus itu keesokan harinya dan menjadi headline Kompas. Presiden Marah, Mendagri Rudini pun maki- maki Guebrnur, karena saat itu Pak Harto baru meniupkan isu angin keterbukaan. Saat itu kemudian mata kami terbuka, betapi licinnya Bang Bob, dan betapa dungunya sang Humas yang menandatangi print out koran itu. Saya berharap juga kelaliman itu akan berakhir di Banten. Mungkin saja, teman-teman pers daerah tengah tiarap. Namun tanda-tanda perlawanan itu terus terjadi dan tak akan bisa dipadamkan. Saya juga mendengar, tokoh-tokoh mahasiswa yang keras, diculik oleh "aparat berbaju hitam" dan ditundukkan dengan kekerasan atau malah uang. Satu perlawanan usai, namun perlawanan lain juga muncul, seperti juga dengan sikap bersama rakyat Serang, yang memilih calon lain, yang tidak didukung oleh kelompok itu. Kang Iman, dan teman-teman wartawan di Banten, tetaplah memelihara sikap kita, suatu ketika kita berharap, jika pers daerah yang bersih itu akan muncul. Dan percayalah bahwa sikap itu bukan semata-mata fungsi dari pendapatan. Banyak wartawan yang gajinya kecil namun tetap memelihara indepedensinya. Namun seperti kang Iman tahu, banyak pula wartawan yang gajinya sudah puluhan juta, tapi juga masih menerima amplop dari sana-sini. Akang, mungkin kita harus mulai dari teman-teman yang muda, dengan kelompok diskusi tertentu misalnya, untuk membudayakan sikap anti suap terlebih dahulu. Inilah yang kemudian saya apresiasikan ketika RB mengambil sikap tidak menerima THR dari narasumber. Kali ini mungkin baru dimulai dari tidak untuk THR, nantinya kita berharap mengatakan tidak untuk yang lainnya. Indah sekali dunia kita kalau suatu ketika ini terwujud di Banten. Kalau itu juga belum, barangkali akang bisa komuniksikan dengan rekan- rekan Akang di Persda, saya tidak tahu siapa sekarang setelah Mas Mamat Sutamat, barangkali mereka berniat membuka Tribun Banten, yang saya yakin akan memilik keunggulan komparatif dengan media yang ada, asal dimulai dengan sebuah nilai-nilai luhur yang ditanamkan kepada wartawannya. Kita sama-sama percaya kang, tidak ada batu yang tidak bolong ketia terus menerus dititiki air, seperti cerita yang kita dengan dari orangtua kita dulu tentang "Cikaracak ningggang Batu" Hatur Nuhun kang, suatu ketika saya berharap kita bisa bertemu dan berdiskusi secara langsung. Salam Machsus Thamrin ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Fair play? Video games influencing politics. Click and talk back! http://us.click.yahoo.com/u8TY5A/tzNLAA/yQLSAA/vbOolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Tetap Semangat Mencintai Banten! Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
