Kang GG,
IWAN ROSADI yang akang tanyakan adalah anggota DPRD Banten dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Dua sudah 2 periode menjadi anggota dewan. Pertama, periode 2001-2004, dia merupakan droping anggota dewan dari Provinsi Jawa Barat. Dalam Pemilu 2004, dia juga ikut terpilih lagi menjadi anggota periode 2004-2009.
Semoga ini tidak berniat menjelekan. Nama IWAN ROSADI disebut-sebut dalam kasus korupsi dana tunjangan rumah dinas dan kegiatan penunjang penyusunan APBD yang totalnya Rp 14 miliar. Dalam salah satu sidang dengan terdakwa Djoko Munandar teruangkap Iwan bersama sejumlah anggota lainnya melakukan penekanan agar uang yang diambil dari dana tidak tersangka (TT) itu segera dicairkan.
Nama Iwan Rosadi kembali mencuat ke permukaan ketika Badan Pengawas Daerah (Bawasda) Banten melakukan pemeriksaan terhadap pelaksanaan APBD tahun 2004. Pemeriksaan terhadap anggaran Setwan ditemukan Rp 3,7 miliar yang bisa menyebabkan kerugian negara. Dalam nota dinas Kepala Bawasda Banten, M Ritonga ke Gubernur Banten tanggal 26 Juli 2005 disebutkan, kerugian negara itu antara lain untuk kegiatan penyusunan perda dan nonperda yang dinilai fiktif senilai Rp Rp 1,5 miliar. Uang itu diterima oleh Iwan Rosadi dan Nandang S dan berasal dari Anggaran Setwan Banten dengan kode rekening 2.01.04.2.2.02.01.1. Secara rinci disebutkan, Iwan Rosadi menerima Rp 711 juta dan Nandang Suryana Rp 85 juta. Sisanya, Rp 77,49 juta untuk pajak.
Saya dengar Iwan Rosadi juga bersiap-siap untuk mencalon diri mendampingi Atut Chosiyah, Plt Gubernur Banten. Artinya, dia bersiap untuk "menyalip" Jayeng Rana yang sejak awal sudah mengumandangkan diri akan mendampingi si putri terkasihnya Chasan Sochib.
Begitulah Kang GG tentang IWAN ROSADI yang akang tanyakan. semoga bermanfaat.
salam,
Iman Nur Rosyadi
"Heri Hendrayana H (Golagong)" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Hehehe,k say bca di Kompas, ditulis Iman Rosadi.Saya tadinya mau kontak Iman, tapi kelupaan…Kelindas waktu… pekerjaan yang mnumpuk setelah sakit…Lumayan, Man, buat ngurangin dosa…Nggak nyagnka itu Iwan Rosadi… Dia itu Sekwan DPRD Seragn atau DPRD Banten, sih?Waduh… Banten kini jadi rebutan, ya…(Mantan) Pengusaha dan preman jadi gubernur Banten?Apa yang harus kita lakukan?Tetap semangatGola Gong(nggak ada hubungannya sama Ivone Goolagong, petenis Australia.Apalagi dengan Gong Xie Fa Tjay dan musing tradisional gong)-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Boni Triyana
Sent: Monday, December 26, 2005 10:29 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [WongBanten] Bukan Imam tapi IWAN ROSADI (Saya Iman Nur Rosyadi)Kang Iman,Hahaha memang susah jadi orang ngetop yaa....hehehe Saya juga puyeng waktu banyak orang mengira saya anaknya Tryana Sjam'un...batinggg...batingg.... Saya mah kagak ngimpi jadi anak calon gubernur... heheheoke deh... satu sama deh...tabik,Bonnie (kagak pake Tryana Sjam'un)
Iman Rosyadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kawan-kawan Wong Banten,
Walah, begitulah nasib awak. Sudah "dikejar-kejar" kaki tangan kelompok dominan di Banten, kini dituding membantu Jayeng Rana mengusir Marissa Haque di Kantor DPD PDIP Banten. Hanya karena kesalahan Antara menulis nama IWAN ROSADI menjadi IMAM ROSADI. Saya juga tidak ada hubungan saudara apa pun dengan yang namanya IWAN ROSADI. Cilakanya, itu dikutip oleh KOMPAS, suratkabar yang kini masih menjadi pemimpin di bidang media. Tak apalah semuanya dimaafkan saja. Semoga punya hikmah tersendiri.
Sekadar untuk diketahui, ketika peristiwa itu terjadi saya sendiri hadir sebagai wartawan Sinar Harapan, jadi persis menyaksikan bagaimana urutan peristiwa itu. Bagaimana gaya dan marah Jayeng Rana, kemudian sejumlah wartawan yang akan masuk ke jumpa pers itu juga dihalang-halangi oleh kawan-kawan Jayeng Rana. Harap diketahui juga, pada hari itu, rencananya Atut Chosiyah akan hadir di DPD PDIP Banten yang berencana akan mengumumkan "pemecatan" Marissa dari anggota PDIP. Tapi Marissa lebih gesit, sehingga acara itu menjadi bubar dengan didahului keributan itu.
Juga untuk diketahui, saya bernama Iman Nur Rosyadi, bukan Imam Rosadi. Saya tidak pernah ikut partai politik mana pun, entah partai yang membungkus dirinya dengan agama, terutama Agama Islam atau partai yang mencitrakan sebagai partai nasionalis. So sudah dipastikan, Saya tidak pernah tercatat sebagai anggota PDIP.
Bahkan, setelah SMA, saya tidak pernah lagi ikut Pemilihan Umum (Pemilu). Di masa Orba, saya berdalih; percuma suara itu disumbangkan. Di era pemilihan langsung, saya juga ogah memberikan suara karena melihat calon-calon pemimpin yang muncul. SBY-JK yang diagung-agung sebagian besar warga (dengan bukti menang dalam Presiden) kini baru diketahui bahwa kebijakannya tidak pernah mengatasi inti persoalannya, hanya sekadar pemanis alias permukaannya saja. Bahkan, kebijakan menaikan harga BBM 120 persen justru menjadi penderitaan panjang bagi sebagian besar warga NKRI.
Salam,
Iman Nur Rosyadi, bukan Imam Rosadi, apalagi Iwan Rosadi
[EMAIL PROTECTED] wrote:Bukan Imam tapi IWAN ROSADI membantu Jayengrana mengusir Marissa Haque
dari ruang kerja Marissa -- aneh kan???
> Kawan semua,
>
> Lengkap sudah rasa malu saya sebagai orang Banten. Tadi pagi saya lihat
> dua foto besar tentang keadaan sekolahan di Kabupaten Lebak yang dimuat
> Kompas. Lalu saya membaca lagi berita yang satu ini.
>
> Malu-maluin bener sih.
>
> Pro: Kang Iman, saya gak ngerti dengan paragraf ini: "Tapi setelah jumpa
> pers usai, Jayeng dengan dibantu Iman Rosadi kembali "menyerang"
> Marissa. Maka keributan kembali pecah untuk kedua kalinya dengan
> suasana lebih panas, namun tidak sampai terjadi bentrok fisik menyusul
> datangnya sejumlah polisi yang kemudian mengamankan ruangan Kabid"
>
> Anda kok "membantu" sih? Apakah Iman Rosadi yang dimaksud ini adalah
> Anda?
>
> Tabik,
>
> Bonnie
>
> Ragil Kuning <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Updated: Kamis, 15 Desember 2005, 01:39
>
> Marissa Haque Cek-cok dengan Ketua DPD PDIP Banten
>
> Serang, Rabu
> Kirim Teman | Print Artikel
>
> http://www.kompas.com/gayahidup/news/0512/15/014038.htm
>
> Anggota Komisi IV DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
> (PDI-P), yang juga mantan artis Marissa Haque, Rabu terlibat cekcok
> adu mulut dengan Ketua DPD PDIP Banten, Jayeng Rana dan jajaran
> pengurus lainnya di Kantor DPD PDIP Banten di Serang.
> Jayeng tampak berang dan tidak senang melihat Marissa menggunakan
> kantor DPD untuk jumpa pers dalam rangka mengekspose kegiatannya
> selaku Wakil Ketua DPD PDIP Banten Bidang Kesra dan Pemberdayaan
> Perempuan.
> Kejadian itu berawal ketika Marissa mengundang wartawan pada pukul
> 09.00 WIB guna memaparkan kegiatannya menangani demam berdarah di
> Banten.
> Saat itu Jayeng yang menampakkan diri di pintu ruangan Bidang Kesra
> dan Pemberdayaan Perempuan langsung mendamprat Marissa seraya
> menudingnya telah menggunakan ruangan tersebut seperti layaknya
> ruangan milik pribadi.
> "Ruangan ini tidak hanya milik Anda, kami akan memasang meja.
> Hentikan kegiatan ini!," ujar Jayeng dengan nada meninggi.
> Marissa tetap menggelar jumpa pers dengan gaya lesehan, seraya
> menjelaskan programnya untuk membentuk satuan tugas (Satgas) tanggap
> darurat guna mengantisipasi berbagai penyakit serta pemberian
> kesempatan sekolah gratis pada anak keluarga miskin.
> Baru beberapa menit acara berlangsung, Jayeng kembali masuk dan
> menuduh Marissa telah membuat tindakan yang menyebabkan perpecahan
> di PDIP, termasuk soal pencalonan kepala daerah untuk Pemilihan
> Kepala Daerah (Pilkada) Banten tahun 2006.
> "Ke mana-mana anda terus menjelek-jelekkan DPD PDIP Banten. Jadi,
> cepat sudahi saja dulu acara ini!," tandasnya.
> Mendapat dampratan seperti itu Marissa tidak kalah sengit, dan
> anggota DPR RI itu langsung melayani Jayeng. "Saya ada di sini
> karena memiliki hak sebagai Wakil Ketua Bidang Kesra dan
> Pemberdayaan Perempuan sesuai dengan SK DPP PDIP. Ini juga rumahku,
> bukan hanya rumah Jayeng," kata Marissa, seraya balik menuding
> Jayeng telah membiarkan perahu PDIP digunakan kader partai lain
> dalam pencalonan Gubernur Banten hanya demi keuntungan pribadi.
> Untuk sementara ketegangan mereda karena Jayeng oleh pengurus lain
> digiring masuk ke ruangannya. Tapi setelah jumpa pers usai, Jayeng
> dengan dibantu Iman Rosadi kembali "menyerang" Marissa.
> Maka keributan kembali pecah untuk kedua kalinya dengan suasana
> lebih panas, namun tidak sampai terjadi bentrok fisik menyusul
> datangnya sejumlah polisi yang kemudian mengamankan ruangan Kabid
> Kesra DPD PDIP Banten.
> Marissa bersama timnya kemudian segera pergi dari tempat itu untuk
> menyerahkan bantuan buku ke perpustakaan "Rumah Dunia" yang
> merupakan perpustakaan milik masyarakat Banten.
>
> Sumber: Ant
> Penulis: Jy
>
> Berita Lain
>
> 15/12/2005, 01:34 wib
> • BJ Habibie: Melihat Kebesaran Islam di Masjidil Haram
> 15/12/2005, 00:32 wib
> • Andien, Pernah Dimaki Penyanyi Senior
> 14/12/2005, 18:21 wib
> • PM Jepang Janji Masak untuk PM Malaysi
>
>
> Tetap Semangat Mencintai Banten!
>
>
>
> ---------------------------------
> YAHOO! GROUPS LINKS
>
>
> Visit your group "wongbanten" on the web.
>
> To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
>
> Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
>
>
> ---------------------------------
>
>
>
>
>
> Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
Yahoo! DSL Something to write home about. Just $16.99/mo. or lessSend instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
Yahoo! Photos
Ring in the New Year with Photo Calendars. Add photos, events, holidays, whatever.
Tetap Semangat Mencintai Banten!
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "wongbanten" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
