Numpang nulis unek-unek di milis ini
 
Saya adalah orang asli Serang, setelah Banten jadi propinsi, kami meninggalkan kota kelahiran saya, dan mencari sesuap nasi di Jakarta untuk menyambung hidup, karena di Serang kami tidak punya kerjaan tetap.
 
Setelah membaca milis ini saya merasa, terharu, dan tergugah dan juga merasa berdosa kenapa Banten seperti ini. "Semoga Allah SWT mengampuni dosa Kami dan rakyat Banten.
 
Sebelum Banten Jadi propinsi, kami sempat menjadi salah satu timwork yang ikut mensukseskan Banten jadi propinsi, termasuk konsep pembangunan Banten 10 tahun kedepan dan juga sejarah Banten. Namun pada kenyataannya Banten menjadi hancur dan rusak. saya juga kaget.
 
Waktu itu saya sempat ikuti perjalanan banten menuju propinsi ini dengan baik, mulai pembentukan Pokja, BKPB sampai pada Bakor Banten pimpinan Tryana Sam'un bahkan sampai kepada kesepakatan Nyimas ropoh di rumah kediaman Muchtar Mandala, kediaman Tryana Sam'un, Fahri Nachril, Taufikurahman Ruki(ketua KPK), Ace Suhaedi Madsupi, Hasan Chohib, H Mardini, Eky Sharudin(Almh). Abuya Dimyati(alm), Saketi(Kiai Bustomi), Kang Nurman(Ujung kulon) bahkan ke Cisemeut bertemu Jaro Karis(Alm).
 
Bahkan sampai  pembuatan konsep pembangunan Banten di hotel-hotel di Jakarta dan Anyer, bahkan loby dengan anggota DPR. Kalau tidak salah (mungkin bisa salah, mohon dikoreksi) dana pembentukan Banten jadi proponsi itu menelan Rp 10 miliar pada waktu itu.
 
Setelah jadi provinsi, maka Hakamudin orang Makasar jadi PJS Gubernur yang diutus oleh Mendagri. pada saat itulah terjadi perombakan dan penyusunan kabinet lokal mulai berantakan tanpa ada koordinasi yang jelas. Bahkan kaum periangan mendominasi struktur di Banten.
 
Pada saat itupula ketua pendekar Banten Hasan Chohib mendeklalrasikan anaknya Atut menjadi nomor dua dalam Pilgub, dirumah kediaman Farih Nachril(mantan Kahmi) dan banyak tokoh dan pendiri Banten hadir dalam acara buka puasa tersebut.
 
Disatu sisi, tokoh banten dan pendiri Banten bingung, mau mencalonkan siapa yang bakal di usung. ada empat calon yang direkomendasikan Tryana, Farih Nachril dan Ace Suhaedi M serta Taufikurahman Ruki. Dalam pertemuan berikutnya di kediaman Tryana S di Kemang Jakarta, disepakati duet Farich Nacril dan Ace sebagai wakil.
 
Namun demikian, Farich mundur, karena merasa tidak enak dengan tryana tinggal Ace Suhaedi. rupayanya juga terjadi konflik internal antara kedua tokoh ini, Ace tidak didukung oleh Bakor gara-gara hal sepele saat bicara proyek di banten. sehingga terjadi perpecahan. walhasil Bakor gagal merebut A I dan di ambil dan dimenangkan oleh Joko-Atut.
 
Kegagalan inilah yang membuat malapetaka banten lebih dalam lagi, tokoh dari  Pasar Rau itu dibesarkan secara politik di Banten. sehingga mengelegarlah Banten dengan Jawaranya. padahal orangnya tidak sehabat yang dibayangkan orang-orang.
 
Hal yang wajar jika masyarakat dan tokoh muda Banten juga kawatir melihat Balon saat ini. karena saya melihat munculnya balonku untuk 2006 ini merupakan peta politik balas dendam.
 
Tryana lulusan amrik dengan sifat pengusahaa nya yang tak mau rugi (Kami tidak bisa jelaskan secara detail. Begitupula dengan Muchtar Mandala, tokoh Orba yang dibesarkan oleh Cendana ini juga punya angan besar merebut Banten dan juga termasuk rivalnya tryana dalam bisnisnya(kami tidak bisa sebutkan)
 
Sedangkan Atut yang saat ini jadi PJS jelas banyak bermasalah, baik isu skandal sampai banyak masalah soal kebijakannya dan gengnya.(tidak bisa jelaskan lebih Jauh)
 
Apalagi dengan yang lainnya, hanya mencari dan mengeruk keuntungan dari keringat dan jerih payah urang banten.
 
Kami juga merasa kecewa, kalau benar Kang Ali Fadilah itu jadi tim suksesnya Tryana,  padahal kang Ali seharunysa lebih Independen, disamping itu dia arkeolog nomor 1 dibanten lulusan universitas terkenal di Bali dan juga Perancis serta hapal Alquran.
 
Saya setuju kalau Balonku kedepan harus yang mengerti dan mau mengenal sejarah, apalgi sampai melestarikannya. banyak situs dan benda zaman bahela tidak terawan di seantero Banten ini, mulai dari situs di Cisemeut, gunung tunggal, rangkas, bayah, punden berundak di Baduy,  Baros, Pandeglang, Ciunjuran, kraton Surosowan, situs di Lampung yang masuk wilayah Banten, tempat pertemuan Sokearno-Soeharto dan Jaro Karisdi Cisemeut, termasuk surat berharga jaro Karis dan masih banyak lainnya. 
 
Dan kami juga mendengar Makodim di hancurkan kami sangat sedih, kapan lagi kita bisa melihat peninggalan masa lalu kita, dan bisa bercerita kepada anak cucu nanti.
 
Kemarin saya pulang ke Serang dan saya lihat naskah penulisan tim penyusun buku Sejarah banten pimpinan Josef iskandar dari pandeglang masih ada, tetapi sudah mulai rusak. karena sudah hampir 2 tahun saya tidak tengok, kami bingung mau disimpan dimana, karena rumah kami tidak terawat.
 
Terimakasih.
kalau ada kesalahan mohon dimaaf, hanya sekedar info dan unek-unek
 
Tetap mencintai Banten

Boni Triyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kang GG yang panassss melulu....
 
Balongub Banten harus sadar sejarah! Banten adalah daerah yang sarat akan sejarah. Jadi kalau balonnya masih belum juga "ngeh" sama pentingnya sejarah dan budaya, artinya Balongub itu cuma kentut doang ngomongnya, kagak beda ama pantatnya (saya tidak perlu meminta maaf untuk kata-kata ini)!
 
Siang tadi (3/1) saya menghadiri diskusi persembahan HUT 70 tahun Prof Dr Taufik Abdullah di LIPI. Ada banyak sejarawan dari berbagai penjuru negeri ini datang, juga ada Gus Dur yang dengan - seperti biasanya - kocak memberikan sambutan dan ada Taufiq Ismail yang mempersembahkan puisinya bagi Prof TA, ada Tarmizi Taher yang membacakan doa, dan ada Salim Said yang nyorocos mirip petasan cabe!...hehehe
 
Saya menjadi sadar, bahwa negeri ini memiliki banyak sejarawan, tapi sayang mereka, termasuk saya tentunya, belum berhasil membuat khalayak banyak mahfum akan sejarah. Saya kadang frustasi, mengapa kita (termasuk saya juga) kok jadi bloon begini. Sejarawan hanya berhasil merekonstruksi masa lalu tanpa kemudian diikuti dengan kesadaran sejarah yang diamini banyak orang.
 
Di Banten, saya lihat, mulai ada sedikit kesadaran akan sejarah. Tapi jangan tanya birokrat tentang hal ini. Salah-salah akan keluar pertanyaan dari mereka:
 
"jeung naon sih sejarah, eta kan jaman baheula bae! Mending neang proyek (baca: korupsi)!"
 
Banyak hal yang harus diperhatikan gubernur baru kelak. Makodim sudah rata dengan tanah, sekarang tinggal bagaimana kita bersiasat untuk melindungi warisan sejarah lainnya.
 
Ketika saya berkunjung ke situs kesultanan Banten, saya prihatin. Banyak orang beol di situs Surosowan, ada banyak santri berpeci yang menggebuk-gebuk kotak infaq dengan harapan (atau dengan paksaan) agar pengunjung memberikan sumbangannya, ada banyak pengemis yang dengan segera menyerbu kita kalau memberi uang kepada salah satu dari mereka. Intinya acak adut, amburadul, ambrak-angkay, pabalatak.
 
Bagaimana wisatwan mau datang, kalo banyak 'ee' bertebaran, juga banyak orang yang gebuk-gebuk kotak amal (emangnye Pemda kagak kasih bantuan??).

Padahal kalau dikelola dengan baik, ini akan mendatangkan keuntungan yang cukup besar, bukan hanya untuk Pemda, juga buat penduduk sekitar.
 
Saya bingung, kalau saya sebut para birokrat itu bego, mereka tentu tidak mau terima. Kalau saya sebut mereka itu cerdas, tentu saya yang keberatan. Bagaimana dong?
 
Banten itu serba tanggung! Susah! Capek! Udah banyak perompaknya, tambah tidak sadar sejarah pula. Mun ngomong asa pang-aing-na bae. Mun dikritik langsung nyabut golok. Mun korupsi nomer hiji!
 
Semoga ada yang tersinggung dengan pernyataan saya ini. Dengan begitu saya tahu siapa saja mereka....
 
Harusnya Kang GG itu jadi Kadisbudpar aje. Gubernurnya Alfaris tea.... satuju...
 
Tentang Balon Gub. Banten, apakah Muhtar Mandala juga nyalon? Waktu saya diundang bicara di Untirta, dia juga jadi pembicara. Dalam pemaparannya dia bilang:
 
"Saya pikir kapitalisme itu sesuai dengan Islam. Kapitalisme itu asal katanya dari kapital, artinya modal. Dan kepemilikan pribadi dihargai dalam Islam. Dan saya mengaku sebagai kapitalis, karena itu sesuai dengan Islam." demikian ujarnya... (silahkan dekontruksikan sendiri pernyataan ini?)
 
Tentang Tryana Sjamun, baca saja bukunya yang terbitan LP3ES. Sudah ada kok di Gramedia. Isinya cukup baik. Walaupun ada hal yang paradoksal di dalamnya....
 
Tentang Atut..... aneh juga ini orang.....
 
Kalo gitu, saya aja deh yang jadi Gubernur.....hehehehehe satujuuuuu teuuuu...
 
tabik,
 
Bonnie Triyana (bukan anak Sjam'un)
"Heri Hendrayana H (Golagong)" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Bangsa yang besar yang megnharagai sejarah.
Apa yang sudah PAN, PKS, Demokrat, PDI, dan semua bakal cagub Banten
lakukan,Ketika gedung Makodim (yang bersejarah itu - Boni yang
membeberkan data2nya), diratakan dengan tanah?

TS ngomong apa soal penggusuran Makodim?
Malah Ali  Fadilah direkrut jadi tim sukses.
MM ngomong apa? Para akademisi yang sekaragn nyalon juga ngumpet.
Rizon dengan PAN juga adem-ayem aja.
PKS, asal bunyi saja. Yayat Suhartono itu juga mandul.
Atut, apalagi. Dia berdiplomasi, itu wewenang kota.

Pertanyaan, kenapa Makodim hancur mereka diam saja?
Karena mereka bermental pedagang.
Mereka masih memakai paradigma berhitung; hitung komisi, hitung
keuntungan... Jika mall Serang jadi dibangun, pastilah dompet mereka
kecipratan... Nggak percaya? Anati kita lihat saja.

Mudah membuktikan korupsi di Banten.
Indikasinya sudah jelas ada.
Jika para pejabat kita punya Rumah mewah dan mobil mewah,
Yang kita tahu itu tidak sepadan dengan gjinya, itu dia korupsi...

Jadi, saya belum melihat keraifn local di para bakal calon gubernur itu.
Pemimpin itu lahir dengan sendirinya. Setiap ada ketimpangan social di
Banten, dia akan berada di garis terdepan. Bukan pada saat bursa calon
gubernur... Jauh-jauh hari.

Siapa di antara mereka yang peduli pada pentingnya perpustakaan Banten
yang representative; berstandar internasional?
Siapa yang peduli dengan Makodim? Dengan gedung Pelita?
Dengan situasi kondisi Banten Lama?
Dengan para anggota DPRD Banten yang korup?

Slamet Rahatjo saat orasi budya di Ragnkas beranekdot, "Banten ini
standarnya semua internasional. Coba saja tengok, bandaranya
internasional, pabrik extacynya internasional, pelabuhan Bojonegoro juga
internasional.... apa lagi yang kurang?"

Saya betul-betul butuh pencerahan dari rekan di milis.
Saya tidak apatis. Saya hanya belum percaya dengan para bakal calon gub
Banten itu. Ali Nurdin, Yusron.. dan entah siapa lagi... yang punya info
bagus tentang mereka, silahkan infokan ke milis ini.

Tetap semangat
Gola Gong









YAHOO! GROUPS LINKS





Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com


Yahoo! Photos
Ring in the New Year with Photo Calendars. Add photos, events, holidays, whatever.

Tetap Semangat Mencintai Banten!



SPONSORED LINKS
Indonesia visa Indonesia phone card Indonesia calling card
Indonesia travel Bali indonesia Indonesia


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke