salam,
Saat banten, baru saja menjadi propinsi. saya bertemu
alm bang eki -- begitu saya memanggilnya jika sedang
informal -- di depan ruang komisi IX. Sambil bergegas,
ia mengajak saya ke kantornya di lt. 11 gedung baru
dpr (jika saya tak salah ingat).
Di ruangannya -- hanya ada kami berdua -- saya
langsung
ditanya oleh alm : "Menurutmu, Mana yg saya harus
ambil, gubernur banten atau dubes" todongnya.
(Tentu saja, saya tak menduga akan mendapat pertanyaan
tsb. Walaupun, saya sedikit tahu bhw sejak Banten
menjadi propinsi. Tokoh2 senior banten mulai
konsolidasi untuk menempatkan siapa yg pantas jadi
calon gubernur pertama ini. Eki syachrudin, tentu
saja, menjadi
layak untuk diperhitungkan. Tentu saja, wajar, sbg
politisi senior, alm juga meletakkan 'kursi gubernur'
sebgai salah satu pilihan pengabdiannya. Disaat yang
sama, sebagai karib Presiden Durahman, Alm Eki juga
digadang-gadang untuk mendapat tempat terhormat :
salah satunya menjadi Dubes.)
Mendapat serangan pertanyaan yg tak terduga dr alm,
saya siga menjawab: "Utk tokoh sekaliber abang yg
sudah malang-melintang di level lokal dan nasional
sedemikian lama. Kini, tentu saja, saatnya masuk ke
panggung/dunia internasional. Lagian, lebih nikmat
dipanggil Mr. Ambassador drpd mr. governor!" tangkis
saya sambil senyum. Saya tak tahu, jawaban saya
didengar olehnya atau tidak. Yg pasti, ia hanya
mengerling sambil menjawab balik : "Begitu ya!".
Saya lalu, merangkai sejumlah argumen lain, dengan
menutup, kan kalau sudah jadi Dubes masih bisa nyalon
jadi gubernur, itupun kalau abang mau, dengan segudang
pengelaman tambahan dr perspektif
internasional tentunya.
Yg pasti, belakangan alm memilih menjadi Dubes Di
Kanada. Tetapi, impiannya untuk membangun banten -- dg
menjadi Gubernur -- tak pernah padam. Pasca dubes
(jabatannya sbg dubes berakhir okt 2004) dan
kembali ke tanah air, 'situasi banten yg prihatin spt
memanggilnya'. Maka, beberapa koleganya dan junior2nya
mendorongnya untuk tampil menjadi cagub. Alhasil,
andrenalinnya sbg politisi naik pesat. dan scr diam2
menyusun langkah penjajakan dan konsolidasi. Drnya,
saya juga tahu, H. Kasan mempersiapkan scr serius
putri mahkotanya hj.atut utk menjadi cagub. Drnya,
saya juga tahu, para pendukung hj atut di golkar
banten mendekati JK agar mempersiapkan tempat layak yg
lain bagi alm. Tp, nampaknya alm tak bergeming, yakni
dg tetap meletakkan 'cagub diatas meja politik
pilihannya'.
(tentu saja, "ini perkembangan menarik", pikir saya).
Mei 2005, ia berkunjung kembali ke Kanada. Saat
inilah, kami berdiskusi kembali. Ia bercerita dg
semangat tinggi tentang persiapannya menjadi cagub.
(Beberapa sahabat, junir dan seniro sy sdh bergerak
'memasarkan' nama beliu di seluruh kab. banten).
tapi, ketika ia bercerita dg semangat. diam-diam, saya
menangkap rona keletihan di
pelupuk matanya. Saat itu, saya juga melihat gurat
kesedihan ketika alm mengatakan, "Masa, menjadi bupati
di Indonesia, biayanya lebih dari 1 milyar. Mau jadi
apa ini negeri ya?". katanya. Seolah-olah ia ingin
mengatakan, "Apalagi jd gubernur ya?"
(Sesungguhnya, sejak saya menangkap minatnya menjadi
Cagub. saya setengah setuju alias kurang setuju.
Karena saya agak kurang rela menyaksikan bang eki
harus safari sangat melelahkan ke desa2 diambang
puncak karirnya sebagai politisi. Saya juga
agak kurang rela jika alm harus berhadapan scr politik
dengan kolega2nya di panitia pembentukan banten lalu
-- yg untuk konsensus pemilihan gubernur I saja --
sulitnya minta ampun, yang akhirnya dimenangkan
Joko-Atut, yg kekuasaannya scr resmi dipegang 'Yang
Mulia' H. Kasan.
Kita berdiskusi panjang-lebar, dan dipenghujung
diskusi, saya mengatakan. "Bang, saya agak kurang
setuju jika abang terlalu serius dan ngotot
mencalonkan diri. Saya kira, pos di satu kementerian,
atau petinggi di salah satu BUMN, atau menjadi dubes
kembali, adalah pilihan ideal untuk abang dgn
mempertimbangkan political mapping di banten skrg,
plus usia abang diambang 66 tahun." kata saya.
Tahu, apa jawabanya ? Alm bang eki memberi signal
positif: Ia berbagai sedikit info: "Beberapa waktu
lalu, saya baru saja sua dengan JK dan SBY. 3 isu
posisi
ini juga menjadi topik pembicaraan kami. Let's see"
katanya sambil tersenyum.
Saya bersorak dlam hati, dan pulang dengan tentram
karena alm memiliki alternatif. Tapi, diskusi ini tak
saya bagikan dgn beberapa teman atau senior yang
berada
di tim suksesnya, atau beberapa senior yg sudah kadung
memilih berada di sekitar TS, atau MM. Cerita ini saya
simpan dalam hati, dan dibuka kembali untuk anda
semua, MILISI WONG BANTEN.
Bisa dibayangkan jika integritas alm harus
dipertaruhkan di Banten dengan menjadi Cagub plus
harus menghabiskan dana 3 milyar misalnya, untuk
kampanye. Jumlah yg terlalu besar...bukan?
Moga alm, tenang disisi-Nya, dengan tetap membawa
impian dan harapan untuk kebaikan banten, tentunya.
PS: Saya menyambut baik, usulan kang herry golagong
utk berbuat sesuatu melalui komunitas maya ini, dalam
konteks pilkada banten. Kita -- sbg komunitas maya --
bisa memberi warna pd saat pilkada, dgn meminta
tanda-tangan mereka sbg bentuk komitmen para cagub utk
tidak merusak banten (mis,korupsi) dan membangun
banten serta pendudukanya ke arah lbh baik. Jika ini
kita gagas, saya rela dan ikhlas untuk dicantumkan
namanya sbg salah satu pendukung, penggagas atau
apapun namanya. Mari kita berbuat! untuk Banten dri
kita,
Tetap Semangat Mencintai Banten!
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/