salam,
kontrak politik, saya pelajari dr cak nur dan cak nun,
sesaat mereka menghadap hadap pak harto untuk
memintanya mengundurkan diri. Kebetulan, detik-detik
bersejarah itu, ada didekat saya ketika itu.

Sesungguhnya, jika rencana kedua orang itu mulus, maka
Indonesia sudah berubah dg presiden pasca reformasi
adlh amien rais.

Dengan tdk bermaksud untuk mengulang, skenario 2 orang
itu yg ditopang juga oleh kharisma kultural milik Gus
dur, sesungguhnya akan membuat lempang jalan mas amien
rais jadi Presiden. Langkah sederhana adalah membuat
komite reformasi yg di-design scr diam-diam oleh mrk, 
dan tentu saja akan diketuai oleh mas amien. Tp,
skenario berantakan, krn mas amien tak PD dengan
komite tsb, dan menolaknya. padahal, tugas komite itu
adlah membubarkan parlemen dan mempersiapkan UU
Politik baru.

Mas amien menolak masuk, bahkan mengkampanyekan
penolakan komite tsb. Pak harto frustasi dan akhirnya
memilih mundur beneran. Barisan reformis kocar-kacir
tak siap dengan skenario matang pergantian kekuasaan.
Maka untuk mencegat nafsu berkuasa habibie, maka
di-cegat dengan kontrak politik : pemilu dg
mengamandemen terlebih dahulu uu politik. hasilnya,
spt saat ini.

Jika, merujuk kasus tsb, perbaikan struktural memang
butuh waktu, sebgmn waktu yang dibutuhkan utk
perbaikan kultural. Pilkada Banten, adalah eksperimen
pendidikan politik untuk semua pihak. tak hanya bagi
warga banten kebanyakan, tapi juga untuk
cagub-cagubnya.

Demokrasi di banten mulai tumbuh. Ia jangan sampai
mati. tetapi, semua rakyat banten kebanyakan
sesungguhnya tak begitu peduli dengan calon-calon
pemimpin mereka. kenapa, karena callon2 pemimpin
mereka baru hinggap di pelataran rumah mereka ketika
butuh suara mereka. Calon-calon itu tak pernah menegur
dan menyapa mereka. Apalagi bertanya mengenai impian
mereka tentang banten yang diinginkannya.

Warga banten, melawan dengan 'diam' sambil lamat-lamat
berdoa ketika wakil rakyat dan pemimpin merek mereka
melakukan korupsi berjamaah. Warga banten, terlalu
biasa menyaksikan perilaku pengelola banten yang soak
jawara.

masihkah kita bisa berharap dari arena politik pilkada
untuk perbaikan banten. Apakah pilkada, dapat
dijadikan momentum perbaikan banten? apakah kontrak
politik dengan cagub2 dapat membuat mereka berani
untuk 'memunggungi dunia' sehingga tak mau merusak
negeri banten? Bukahkah kontrak politik -- sbgmn yg
telah dilakukan di banyak daerah -- pada akhirnya
hanya menjadi 'hiasan politik menjelang pilkada'
karena tak ada mekanisme untuk mengontrol apakah calon
yang menang itu benar2 telah melaksanakan komitmennya?

tetapi, kontrak politik itu adalah ikhtiar politik
agar politisi belajar untuk menuangkan komitmennya di
atas meja. Tapi, karena telah terjadi inflasi
terminologi kontrak politik maka saya lebih suka
mengganti istilahnya agar supaya eyes-catching dan
lebih membumi.

Sebut saja, penggagasnya adalah "KOMUNITAS MAYA PEDULI
BANTEN"
penggagas di lapangan, tentu saja, para tetua di
milisi wong banten ini, terutama kang herry golagong,
dan kang iip, plus milisi yang lain.
Namanya : "KOMITMEN LUHUR MEMBANGUN BANTEN"

1. Sungguh Tak Akan pernah Korupsi, Kolusi dan
Nepotisme
2. Sungguh Akan Membangun Lebih Baik Infrastruktur
Banten, terutama Jaringan Jalan, Listrik, Teknologi
komunikasi, Air, Rumah sakit/Puskesmas,
3. Sungguh akan meningkatkan sarana pendidikan
termasuk pesantren dan meningkatkan kualitasnya serta
membebaskan biaya pendidikan dasar dan menengah.
4, mohon ditambah....

  


 
--- nur iswan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> salam,
> yang mulia ali nurdin, kumaha damang kang? Sy baru
> tahu jika sampeyan dr menes -- berarti anak didiknya
> abuya ntus khadim alias mama khadim dr kadubongkok.
> 
> baiklah, saya ingin tanggapi, sikap dan posisi akang
> yg memilih utk mendukung TS. Sebagai sikap politik,
> dan 'atas nama' demokrasi, tentu saja saya hargai.
> Sebagaimana kita hargai sikap kritis kang herry
> golagong.
> 
> TS, sebagai warga banten, juga punya hak politik
> sebagaimana hak politik yg kita semua punya untuk
> mengkritisinya. Tetapi, jika pak TS memiliki niat
> mulia untuk memajukan banten dna mensejahterakan
> masy
> banten. tentu kita akan syukuri.
> 
> pertanyaan sy sederhana untuk TS -- juga cagub2 lain
> :
> a. bisakah ia tdk korupsi? dengan tdk mengambil
> keuntungan untuk pribadi maupun kelompoknya sendiri
> jika ia menang nanti?
> b. Maukah ia hanya menerima pendapatan yg merupakan
> hak-nya saja? dan tdk mau menerima pemberian dlm
> bentuk apapun?
> c. Apa konsekwensi yg akan diambil, jika pd akhirnya
> tak kuat untuk tikda korupsi, dan kemudian mengulang
> kekhilafan spt pak Joko munandar dan sejumlah
> anggota
> DPRD itu?
> 
> --- Ahmad Mukhlis Yusuf <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
> 
> > Iswan yg baik dan teman2 semua,
> > 
> > Almarhum Ekie yg saya kenal, adalah orang yg
> > meyakini perjuangan melalui politik, adalah ibadah
> > sosial, ikhtiar utk melakukan perubahan. Alm yg
> saya
> > kenal, selama bbrp tahun sy belajar jadi peneliti
> di
> > PAN ASIA RESEARCH, adalah org yg ingin mewarnai
> > bangsa ini dengan amal solehnya melalui wadah
> > politik. Sy masih ingat, almarhum selalu bilang,
> bgm
> > nasib APBN & APBD yg merupakan duit dan hak
> rakyat,
> > yg diperoleh dari pajak dan utang, dihambur2kan
> oleh
> > para politisi yg khianat. 
> > 
> > Tidak semua politisi busuk, sebagaimana tidak
> semua
> > anak bangsa yg bukan politisi juga berakhlak
> mulia.
> > 
> > Sekarang Banten bagaimana? sungguh menyedihkan,
> bila
> > semua warga masyarakat melihat politik sebagai
> > bidang yg kotor, rakyat selalu diberikan opsi-opsi
> > wakil2 masyarakat yang tdk ideal, tanda track
> record
> > berbuat dan berjuang utk masyarakat.  
> > 
> > Lihat para anggota DPD kita? apakah mereka wakil2
> > kita yg sebenarnya. Berapa banyak wakil2 kita di
> DPR
> > yg mewakili suara hati kita? aktif bertemu dg para
> > konstituennya? menyerap aspirasinya?. Lebih parah
> > lagi, perilaku anggota DPRD Banten, yg telah
> menjadi
> > penyebab korupsi Gubernur yg kini dipenjara. 
> > 
> > Terlalu banyak catatan2 merah "wakil-wakil"
> rakyat,
> > yg terpaksa dipilih warga Banten, karena banyak
> > warga masyarakat yg memiliki akhlak pribadi dan
> > sosial yg baik, menjauhi politik, yg katanya
> kotor.
> > Mereka lupa, politik bisa bersih dan terhormat,
> bila
> > mereka mau membangun dan menegakkannya sebagai
> alat
> > untuk berdakwah dan berjuang.
> > 
> > Iswan dan teman2 semua,
> > Mengapa tidak kita minta semua calon gubernur yg
> > kini telah beredar utk membuat kontrak politik,
> > sebagai komitmennya yg akan terus menerus kita
> > tagih, kecuali kita semua telah kehilangan harapan
> > sama sekali, membiarkan uang rakyat, yang sekali
> > lagi berasal dari pajak dan utang rakyat,
> diserahkan
> > pada para perampok...
> > 
> > 
> > Salam,
> > Mukhlis Yusuf
> > 
> > 
> > 
> > Strategy Consulting (www.strategi.co.id)
> > "we speak value creation"
> > 
> > Timah Building, Suite 201
> > Jln. Iskandarsyah I/4, Jakarta 10260, Indonesia
> > Phone +62-21-7247430, Facs +62-21-7245321
> > email: [EMAIL PROTECTED]
> >   ----- Original Message ----- 
> >   From: nur iswan 
> >   To: [email protected] 
> >   Sent: Wednesday, January 04, 2006 9:20 PM
> >   Subject: [WongBanten] Satu:Balonku Alm Eki
> > 
> > 
> >   salam,
> >   Saat banten, baru saja menjadi propinsi. saya
> > bertemu
> >   alm bang eki -- begitu saya memanggilnya jika
> > sedang
> >   informal -- di depan ruang komisi IX. Sambil
> > bergegas,
> >   ia mengajak saya ke kantornya di lt. 11 gedung
> > baru
> >   dpr (jika saya tak salah ingat).
> > 
> 
> 
> 
> Tetap Semangat Mencintai Banten! 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
>     [EMAIL PROTECTED]
> 
>  
> 
> 
> 



Tetap Semangat Mencintai Banten! 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke