wah seru juga kalo diwujudkan tuh
--- "Jaya, Komarudin" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Kang Nur, > boleh ikutan kan? > Usulan yang diajukan teman2 di milis ini mengenai > kontrak politik dalam > wacana demokrasi sah dan oke-oke saja. > tapi coba dong, semua tidak hanya sebatas konsep > yang seliweran di 'kabel > elektronik'. Kopi darat, ketemu sesama milis'er aja > susah...gimana bisa > 'nodong' para 'tukang balon' ? > ketemu dong... > > > -----Original Message----- > From: nur iswan [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: Thursday, January 05, 2006 11:52 AM > To: [email protected] > Subject: [WongBanten] Kontrak Politik, gantikan saja > > > salam, > kontrak politik, saya pelajari dr cak nur dan cak > nun, > sesaat mereka menghadap hadap pak harto untuk > memintanya mengundurkan diri. Kebetulan, detik-detik > bersejarah itu, ada didekat saya ketika itu. > > Sesungguhnya, jika rencana kedua orang itu mulus, > maka > Indonesia sudah berubah dg presiden pasca reformasi > adlh amien rais. > > Dengan tdk bermaksud untuk mengulang, skenario 2 > orang > itu yg ditopang juga oleh kharisma kultural milik > Gus > dur, sesungguhnya akan membuat lempang jalan mas > amien > rais jadi Presiden. Langkah sederhana adalah membuat > komite reformasi yg di-design scr diam-diam oleh > mrk, > dan tentu saja akan diketuai oleh mas amien. Tp, > skenario berantakan, krn mas amien tak PD dengan > komite tsb, dan menolaknya. padahal, tugas komite > itu > adlah membubarkan parlemen dan mempersiapkan UU > Politik baru. > > Mas amien menolak masuk, bahkan mengkampanyekan > penolakan komite tsb. Pak harto frustasi dan > akhirnya > memilih mundur beneran. Barisan reformis kocar-kacir > tak siap dengan skenario matang pergantian > kekuasaan. > Maka untuk mencegat nafsu berkuasa habibie, maka > di-cegat dengan kontrak politik : pemilu dg > mengamandemen terlebih dahulu uu politik. hasilnya, > spt saat ini. > > Jika, merujuk kasus tsb, perbaikan struktural memang > butuh waktu, sebgmn waktu yang dibutuhkan utk > perbaikan kultural. Pilkada Banten, adalah > eksperimen > pendidikan politik untuk semua pihak. tak hanya bagi > warga banten kebanyakan, tapi juga untuk > cagub-cagubnya. > > Demokrasi di banten mulai tumbuh. Ia jangan sampai > mati. tetapi, semua rakyat banten kebanyakan > sesungguhnya tak begitu peduli dengan calon-calon > pemimpin mereka. kenapa, karena callon2 pemimpin > mereka baru hinggap di pelataran rumah mereka ketika > butuh suara mereka. Calon-calon itu tak pernah > menegur > dan menyapa mereka. Apalagi bertanya mengenai impian > mereka tentang banten yang diinginkannya. > > Warga banten, melawan dengan 'diam' sambil > lamat-lamat > berdoa ketika wakil rakyat dan pemimpin merek mereka > melakukan korupsi berjamaah. Warga banten, terlalu > biasa menyaksikan perilaku pengelola banten yang > soak > jawara. > > masihkah kita bisa berharap dari arena politik > pilkada > untuk perbaikan banten. Apakah pilkada, dapat > dijadikan momentum perbaikan banten? apakah kontrak > politik dengan cagub2 dapat membuat mereka berani > untuk 'memunggungi dunia' sehingga tak mau merusak > negeri banten? Bukahkah kontrak politik -- sbgmn yg > telah dilakukan di banyak daerah -- pada akhirnya > hanya menjadi 'hiasan politik menjelang pilkada' > karena tak ada mekanisme untuk mengontrol apakah > calon > yang menang itu benar2 telah melaksanakan > komitmennya? > > tetapi, kontrak politik itu adalah ikhtiar politik > agar politisi belajar untuk menuangkan komitmennya > di > atas meja. Tapi, karena telah terjadi inflasi > terminologi kontrak politik maka saya lebih suka > mengganti istilahnya agar supaya eyes-catching dan > lebih membumi. > > Sebut saja, penggagasnya adalah "KOMUNITAS MAYA > PEDULI > BANTEN" > penggagas di lapangan, tentu saja, para tetua di > milisi wong banten ini, terutama kang herry > golagong, > dan kang iip, plus milisi yang lain. > Namanya : "KOMITMEN LUHUR MEMBANGUN BANTEN" > > 1. Sungguh Tak Akan pernah Korupsi, Kolusi dan > Nepotisme > 2. Sungguh Akan Membangun Lebih Baik Infrastruktur > Banten, terutama Jaringan Jalan, Listrik, Teknologi > komunikasi, Air, Rumah sakit/Puskesmas, > 3. Sungguh akan meningkatkan sarana pendidikan > termasuk pesantren dan meningkatkan kualitasnya > serta > membebaskan biaya pendidikan dasar dan menengah. > 4, mohon ditambah.... > > > > > > --- nur iswan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > salam, > > yang mulia ali nurdin, kumaha damang kang? Sy baru > > tahu jika sampeyan dr menes -- berarti anak > didiknya > > abuya ntus khadim alias mama khadim dr > kadubongkok. > > > > baiklah, saya ingin tanggapi, sikap dan posisi > akang > > yg memilih utk mendukung TS. Sebagai sikap > politik, > > dan 'atas nama' demokrasi, tentu saja saya hargai. > > Sebagaimana kita hargai sikap kritis kang herry > > golagong. > > > > TS, sebagai warga banten, juga punya hak politik > > sebagaimana hak politik yg kita semua punya untuk > > mengkritisinya. Tetapi, jika pak TS memiliki niat > > mulia untuk memajukan banten dna mensejahterakan > > masy > > banten. tentu kita akan syukuri. > > > > pertanyaan sy sederhana untuk TS -- juga cagub2 > lain > > : > > a. bisakah ia tdk korupsi? dengan tdk mengambil > > keuntungan untuk pribadi maupun kelompoknya > sendiri > > jika ia menang nanti? > > b. Maukah ia hanya menerima pendapatan yg > merupakan > > hak-nya saja? dan tdk mau menerima pemberian dlm > > bentuk apapun? > > c. Apa konsekwensi yg akan diambil, jika pd > akhirnya > > tak kuat untuk tikda korupsi, dan kemudian > mengulang > > kekhilafan spt pak Joko munandar dan sejumlah > > anggota > > DPRD itu? > > > > --- Ahmad Mukhlis Yusuf <[EMAIL PROTECTED]> > > wrote: > > > > > Iswan yg baik dan teman2 semua, > > > > > > Almarhum Ekie yg saya kenal, adalah orang yg > > > meyakini perjuangan melalui politik, adalah > ibadah > > > sosial, ikhtiar utk melakukan perubahan. Alm yg > > saya > > > kenal, selama bbrp tahun sy belajar jadi > peneliti > > di > > > PAN ASIA RESEARCH, adalah org yg ingin mewarnai > > > bangsa ini dengan amal solehnya melalui wadah > > > politik. Sy masih ingat, almarhum selalu bilang, > > bgm > > > nasib APBN & APBD yg merupakan duit dan hak > > rakyat, > > > yg diperoleh dari pajak dan utang, dihambur2kan > > oleh > > > para politisi yg khianat. > > > > > > Tidak semua politisi busuk, sebagaimana tidak > > semua > > > anak bangsa yg bukan politisi juga berakhlak > > mulia. > === message truncated === __________________________________________ Yahoo! DSL Something to write home about. Just $16.99/mo. or less. dsl.yahoo.com Tetap Semangat Mencintai Banten! Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
