[Jurnal #162] TK AL-AZHAR, WORKSHOP FILM,
DAN SMART EXELENSIA
Salam Rumah Dunia Radar Banten 12 Januari 2006:
Awal tahun adalah saat yang tepat untuk mengoreksi diri. Membenahi segala yang tercecer selama bumi mengelilingi matahari. Memetakan apa yang telah kita perbuat, apakah bermaanfaat bagi kemanusiaan?. Atau sebaliknya menenggelamkan nilai kemanusiaan itu sendiri.
ANAK RIANG
Seperti halnya para siswa-siswi TK Al Azhar 10 Serang, murid menggambar Si Uzi (Redaktur Radar Yunior), yang
berkunjung ke Rumah Dunia Jumat (6/1). Mereka dengan riang penuh canda-tawa berebut ayunan, serodotan dan boneka-boneka bekas di Rumah Dunia. Senyum mungil semakin kentara saat menggoreskan krayon di atas kertas. Tak ada beban dalam menghadapi kehidupan ini. Tak peduli salah coret, warna yang terkendali tebalnya atau kertas yang robek karena terlalu keras menekan pinsil. Mereka sedang berproses memahami kesalahan untuk memperoleh pencapaian sesungguhnya.
Kunjungan siswa-siswi TK Al Azhar 10 Serang adalah kegiatan ekstra kulikuler mereka. Dipandu beberapa orang guru dan instruktus gambarnya, Si Uzi, siswa dari kelas TK A dan TK B asyik mewarnai di panggung dan halaman Rumah Dunia yang rimbun.
Kunjungan lainnya pada Sabtu (7/01), Rumah Dunia didatangi tamu dari kota udang, Cirebon . Ditemui Damarati dan Langlang Randhawa, Elis (nama tamu tersebut) menceritakan maksud kedatangnannya ingin berjumpa dengan Gola Gong dan istri. Dia merasa kagum dengan kemajuan yang dicapai Rumah Dunia saat ini. Namun sayangnya, Gong dan Tias ada sebuah kepentingan keluarga di Solo.
BAITUL HAMDI
Sementara kami
sibuk menerima kunjungan dan ikut workshop film yang diadakan Imajinasi Multimedia, bekerjasama dengan Radar Banten, Suhud Media Promo, para relawan Rumah Dunia; Ibnu Adam Aviciena, Rimba Alangalang, Wangsa Nestapa dan Najwa Fadia menuju Baitul Hamdi, ikut merayakan milad kesatu.
Orang Pendeglang Juga Bisa Jadi Penulis itulah tema yang diangkat Baitul Hamdi. Ibnu dan Najwa didaulat untuk jadi pembicara, karena mereka urang Pandeglang yang sudah menulis novel. Rimba dan Wangsa jadi juri mendongeng dan menggambar. Ibnu dan Najwa memotivasi para pelajar di Pandeglang, bahwa kni sudah ada dua anak muda dari Pandeglang; Ibnu dari Cibaliung dan Najwa dari Cigeulis, yang sudah bisa menulis novel. Kedua novel mereka; Mana Bidadari Untukku (Beranda Hikmah, 2005) dan Panggil Aku Bunga
(GIP, 2005) bisa kita dapatkan di toko-toko buku.
Baitul Hamdi pasti sibuk merayakan milad kesatunya, kami juga dari Sabtu (7/1) hingga Senin (9/1) sibuk. Imaji Multi Media selaku penyelenggara workshop mengandeng Rumah Dunia sebagai fasilitator. Tujuan dari kegiatan ini untuk menyemai bibit-bibit sineas muda Banten. Disamping itu untuk menyambut kedatangan era televisi lokal. Instruktur yang memandu workshop adalah orang-orang yang kompeten di bidangnya.
Pada Sabtu (7/1) pagi Agres Setiawan,A.MD, lulusan IKJ, dosen luar biasa
Perfilman Univ. Ibnu Khaldun, membagikan ilmu seputar proses kreatif pembuatan film dokumenter, manajemen produksi, penulisan skenario film dokuementer. Siang giliran Anang Prakasa, MPROFFCOMMS, profesional, sekarang bekerja di metro tv. Dia mengsi materi teknik penyutradaraan film dokumenter, penataan serta framing kamera dalam film documenter.
Sore hari, tadinya Gola Gong yang akan mengisi. Tapi karena Gong harus ke Solo, menengok mertuanya (ayahan Tias Tatanka) yang sakit, Toto ST Radik, Presiden Sanggar Sastra Serang/Pensehat Rumah Dunia, menularkan bagaimna caranya mengangkat
isu lokal menjadi sesuatu yang menarik dan proses kreatif pencarian ide. Terakhir Ganiyu Rijal Yaris, A.MD, lulusan IKJ, profesional di salah satu production house di Jakarta, membagikan resep teknik editing dalam film documenter dan praktik workshop film documenter.
Teori digeber, tapi praktek tidak kami lupakan, Para peserta menikmati suguhan praktik proses kreatif pra-produksi film dkumenter, shooting, dan editing. Juga disuguhi tontonn film documenter yang sudah kami buat bersama Imaji Multimedia; yaitu film documenter Makodim yang sudah rata denga tanah dan profil Rumah Dunia. Keenambelas peserta workshop sangat
puas.
TUKAR BUDAYA
Workshop usai, tapi menerima kunjungan sepertinya akan jadi tradisi Rumah Dunia. Kami para relawan akan berusaha menerima mereka dengan baik. Gong selalu mewanti-wanti kami, bahwa semua yang terlibat di Rumah Dunia harus menjadi pelayan bagi orang-orang yang ingin belajar. Sudah 4 tahun berjalan, kami memang jadi pelayan; sebuah pelajaran kehidupan yang berharga. Di dalamnya kita belajar bagaimana mengelola emosi, saling berbagi rasa, cinta, dan ilmu. Itu akan kami lakukan juga pada Minggu (15/1) besok, menerima kunjungan dari SMA Pramitha
Tangeragn, anggota Bengkel cerpn annida, dan SMART Ekselensia Indonesia , Bogor .
SMART Ekselensia Indonesia adalah sekolah model jenjang pendidikan SMP sampai SMA dengan masa pendidikan 5 tahun (program percepatan), bebas biaya dan berasrama (boarding). Didirikan oleh Dompet Dhuafa Republika yang diperuntukan khusus bagi para putra daerah di seluruh Indonesia yang memiliki potensi akademik dan kecerdasan lainnya dari kalangan dhuafa.
Kunjungan pustaka ini diadakan dalam rangka tukar budaya antara mereka dengan anak-anak di Rumah Dunia. Dalam kunjungan pustaka tersebut, mereka akan menampilkan beberapa pertunjukan; nasyid, pembacaan puisi, membaca surat terbaik untuk Ibu, serta teater. Mereka berharap para siswa SMART dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan; seperti tentang bagaimana membuat majalah dinding sekolah, penulisan fiksi, dan seni panggung. Mereka tentu akan kami suguhi teater anak Rumah Dunia asuhan Piter Tamba. Bisa dibayangkan akan terjadi pertukaran budaya dan seni anak yang layak untuk disimak.
Pada Minggu
(15/7) itu juga para calon peserta kelas menulis Rumah Dunia angktan ketujuh memulai kelasnya. Mereka siap digembleng dalam kawah candradimuka Rumah Dunia. Selama tiga bulan mereka akan mendapat ilmu tentang kepenulisan, baik fiksi, jurnalistik maupun skenario TV. Saat ini sudah terdaftar 24 orang peserta, jumlah ini biasanya akan bertambah saat kelas menulis akan dimulai. Ada sebuah tradisi saat penerimaan peserta kelas menulis. Mereka disarankan menambah koleksi buku di perpustakaan Rumah Dunia. Jumlahnya minimal 1 buku, sudah disampul plastic. Seperti biasa, tidak memungut biaya apapun untuk kegiatan Kelas menulis. Alias gratis. Selamat menimba ilmu, Kawan! (Damarati, relawan dan peserta kelas menulis angkatan kelima)
Yahoo! Photos
Ring in the New Year with Photo Calendars. Add photos, events, holidays, whatever.
Tetap Semangat Mencintai Banten!
SPONSORED LINKS
| Indonesia visa | Indonesia phone card | Indonesia calling card |
| Indonesia travel | Bali indonesia | Indonesia |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "wongbanten" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
