Saya jadi ingin berkomentar.
Memang kita yang terlahir setelah "baby boom", tentunya kita tidak tahu
fakata permasalahan yg sebenarnya. Kalaupun tahu hanya sebatas - dari
literatur atau "Saur Sepuh" atau "Ceunah" atau dari sumber lainnya yang kita
sendiri tidak tahu asal muasalnya.
Hanya saja, kalau nara sumber itu berasal dari hasil karya manusia, saya
kira dan kemungkinan besar orisinalitasnya kurang terjamin. Kalaupun ada
yang benar, itupun sebelum ada yang mengkritisinya. Karena boleh jadi
referensi atau tulisan itu bisa terkontaminasi dari kepentingan sang
penulisnya. Hadis saja bisa dipalsu,.Apalagi sejarah yang sumbernya sendiri
bisa berbagai macam versi, walaupun sudah dilakukan dengan berbagai macam
cara dan prosedur seilmiah mungkin.
Walhasil, kita hanya bisa membandingkan saja dari sumber data maupun
informasi yang diperoleh tsb, mana yang lebih valid, berdasarkan kurun waktu
dan pada lingkungan tertentu saja. Maksud saya, boleh boleh saja kita
merujuk bahwa suatu data itu valid, tapi jangan menganggap itu paling benar.
Karena kebenaran yang mutlak datangnya hanya dari Allah SWT.
Sebagai contoh, akhir akhir ini ada pihak yang akan mengklaim bahwa
golongannya tidak bersalah atau ada juga yang mengklaim bahwa sosok ini
adalah pahlawan. Atau bisa jadi kesalahan pada suatu saat, akan menjadi
kebenaran pada saat lain. Bisa jadi, bagi orang tertentu dianggap salah,
tapi bagi yang lainnya dianggap benar. Jadi silakan saja, berpendapat
tentang sesuatu, apakah benar atau atau pun salah, biarkan waktu juga yang
akan membuktikannya. Jadi tidak perlu berpolemik, bila kita tidak punya
alasan yang akurat dan valid. Karena akan buang buang waktu saja. Kalau
tidak sependapat, silakan counter dengan data juga. Kalau tidak tahu, lebih
baik diam saja, karena apa yg kita katakan dan lakukan, suatu saat akan
dimintakan pertanggungan jawabnya, baik di dunia maupun diakhirat.
Sejarah tetap sejarah. dan akan tetap terulang kembali, tetapi yang paling
penting, bagaimana supaya sejarah bisa menjadi sesuatu yang memberikan
motivasi dan inspirasi bagi kita semua, sehingga hidup ini lebih berarti
"bikin hidup lebih hidup" , dan menjadi damai sejahtera bagi umatnya dan
masyarakat menjadi lebih lebih makmur. Amiiin.
DRH
"Semakin banyak tahu, semakin tidak tahu".
Sebenarnya saya ingin berkomentar banyak masalah pemberontakan PKI th 1965,
karena waktu kejadian saya sekolah kelas 4 SD. dan almarhum ayah saya
termasuk dalam daftar yang akan dihabisi, bila PKI menang. Ada salah seorang
keluarga jauh yang jadi tapol, dan sempat mengerjakan pembangunan jalan dan
proyek batukuwung. Rumah saya bersebelahan dengan bangunan yang dikerjakan
oleh para tapol PKI. Tetapi biarlah itu menjadi kenangan masa lalu.
----- Original Message -----
From: "SP Saprudin" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Balasan: Re: Balasan: Re: Balasan: Re: [WongBanten] Tentang
peristiwa 1965
>
> saya kan sudah bilang gak ngerti, jadi buat apa saya menyikapinya, lha
orang gak ngerti. saya tahu anda sejarawan, jadi andalah yang harus
memberikan pengertian kepada saya. saya cuman tahu dari buku-buku sejarah.
bukan saya plintat plintut, wajar kalau saya plintat plintut karena ketidak
mengertian saya tentang sejarah. saya bukan ngerti, hanya sekedar tahu.
ngerti dan tahu berbeda.
> ngerti bisa bisa dibuktikan dengan analisis yg bernas, kalau tahu, semua
orang juga tahu.
> ok bung triyana, saya tidak mau komentar masalah ini, karena saya tidak
ngerti.
>
> Boni Triyana <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
> Bung Saprudin ini udah ngaku gak ngerti tahun 1965 malah ikut ngoceh
tentang peristiwa tahun '48. Itu semakin membuat jadi ruwet dan menunjukan
ketidakmengertiannya kepada sejarah. Sorri loh Bung, aku langsung tohok.
Dari pada plintat-plintut, mending kita tembak-tembakan aja langsung.
>
> Anda menulis:
>
> Mencapai klimaks pemberontakan pada 30 September 1965 yang dipimpin oleh
tokoh central PEKAI yaitu Dipa Nusantara Aidit.
>
> Bisa dijelaskan dari sudut ilmiah maupun praksis bahwa peristiwa Gestapu
1965 merupakan klimaks dari tahun 1948? Tolong jelaskan dengan analisis yang
bernas.
>
> Muso dengan Aidit itu musuhan. Mereka gak akur. Alimin juga demikian. Yang
jelas antara golongan tua dan muda di PKI itu sudah gak akur lagi.
>
> Beginilah, aku gak mau bersuara dulu. Aku mau membaca penjelasan Bung
Saprudin dulu nih. Nanti baru aku bersuara kemudian. Kayaknya Bung yang satu
ini ngerti sejarah tapi pura-pura gak ngerti. Come on, fight like a man!
>
> Ucu, aing mah lain aki-aki. So dont call me Mbah okay. Abong-abong
sejarawan, dipanggilnya Mbah gitchuu...
>
> tabik,
>
> Bonnie
>
> SP Saprudin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> he..he..he... aku ora ngerti apa itu komunis. aku cuman dengar dari
koran dan buku serta baca dari televisi dan radio bahwa komunis merupakan
salah satu ideologi berbasiskan sosialis, konon katanya orang-orang komunis
tidak percaya Tuhan alias atheis. terlepas mereka percaya atau tidak sama
Tuhan, jelas urusan mereka.
> menurut penuturan para orang tua PEKAI itu pernah memberontak kepada
pemerintah pada tanggal 18 September tahun 1948 di Madiun dengan diawali
dengan memproklamirkan negara Soviet Republik Indonesia oleh salah seorang
tokoh PEKAI bernama Muso dan didukung oleh Menteri Pertahanan pada waktu itu
Amir Sjarifuddin.
> Pada waktu pemberontakan PEKAI waktu itu, banyak tokoh-tokoh agama dan
masyarakat baik sipil maupun militer yang diculik dan dibunuh yang tidak mau
mendukung PEKAI (Pemuda Kehilangan Ingatan).
> Mencapai klimaks pemberontakan pada 30 September 1965 yang dipimpin oleh
tokoh central PEKAI yaitu Dipa Nusantara Aidit.
>
> Aku gak tahu terusannya
> kepada teman2 milis silahkan saja untuk menggali fakta sejarah tentang
PKI.
> gitu aja koq repot
>
> Pedje <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
> Kang Ucu, saya gak merasa dituduh, kok. Lagi pula,
> saya memang bukan komunis, apalagi anggota PKI. Tapi,
> saya tak akan membenci orang yang mengaku komunis,
> sepanjang orang itu tak melakukan tindakan yang
> merugikan orang lain.
>
> Soal pembunuhan massal besar-besaran (menurut seorang
> saksi mata, air Bengawan Solo sampai sempat
> benar-benar berwarna merah darah) pasca-30/11/1965
> memang masih terus dibicarakan sampai kini. Gus Dur
> pernah meminta maaf kepada keluarga korban pembantaian
> itu atas nama NU, karena diduga sebagian besar
> pelakunya adalah warga NU--yang mungkin dendam dengan
> sikap anggota dan simpatisan PKI yang berlaku lajak
> keterlaluan ketika partai ini sangat dekat dengan
> penguasa, misalnya mengambil tanah milik orang lain
> dengan paksa dan memberi cap kontrarevolusioner kepada
> orang/golongan yang tak sepaham. Itulah sebabnya, ada
> upaya-upaya dari berbagai pihak untuk membuat
> rekonsialisasi nasional, dengan tujuan saling
> memaafkan atas peristiwa yang pernah terjadi di masa
> silam. Memaafkan, tapi tidak melupakan (sejarah).
> Forgive, but not forget. Saya pribadi setuju dengan
> gagasan ini.
>
> Soal hal-ihwal komunisme, Kang Ucu sebenarnya bisa
> mencari sendiri informasinya lewat internet. Ada
> banyak info mengenai sejarah komunisme, termasuk
> informasi mengenai gerakan "kiri baru", new left, yang
> justru mengkritisi banyak pemikiran komunisme
> "klasik".
>
> Buat Kang Boni, sorry euy kalau kemaren2 saya salah
> nulis nama Akang.
>
> Salam,
>
> Pedje
>
>
> --- ucu jauhar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> > Buat om Pedje, daku gak nuduh ente PEKAI. Tp daku
> > seneng da org merhatiin "the black day". Kebohongan
> > yang terkandungnya lebih besar dari kebohongan
> > karikatur "Jill" di Denmark.
> >
> > "Jill" jelas-jelas bukan orang Islam. So, kalo dia
> > bikin penghinaan, motifnya dah jelas kok. Tinggal
> > action qt aja. Mampu gak bunuh tuh "Jill".
> >
> > "the black day" ??? Aksi siapa? Dan reaksi siapa?
> > Kata
> > mBah Bonny, jutaan ninggal akibatnya. Dan jelas kok,
> > dibelakang orang yang scara KTP beragama "Islam".
> >
> > Knapa qt mesti takut??? mBah Bonny, apa bener
> > komunis
> > itu identik dg atheis??? Prasaan karl gak nulis gitu
> > deh. Da juga, jika agama itu terlalu dikuasai
> > pendeta,
> > lebik baik tidak ada agama. Bukan bgitu, mBah Bonny.
> >
> > So, komunis itu awalnya bukan atheis. Tp smangat tuk
> > memerdekakan diri dari kungkungan dan cengkreman
> > penjajah berkedok pendeta.
> >
> > eh, bener gak tuh...?
> >
>
>
> __________________________________________________
Tetap Semangat Mencintai Banten!
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/