assalamualikum wr.wb
Halo apa kabar bung Machsus Thamrin Melalui email ini semoga tidak salah
saya ex SMAN 1Pdg Saya punya teman seangkatan namanya persis sama dengan
sampean dan maaf jika salah , sy dulu tinggal Kp Saruni Maja dan sekarang sy
bekerja diperusahaan Pabrik Steel Contruction
Salam
Moh Seda. SE
machsus thamrin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamualaikum Wr Wb
Ka Iman, hatur nuhun koreksinya, memang benar maksud saya adalah Mbak
Maria Hartiningsih, bukan Martiningsih. Saya menulis dengan buru-buru
sehingga enggak sempat baca lagi dengan seksama dan langsung posting.
Maklum saking keselnya lihat hilangnya tempat bermain saya dulu.
Saya sering pulang ke Serang dan Pandeglang, paling tidak sebulan dua
kali. Kapan ya saya bisa bertemu dan silaturahmi ke Ka Iman?
wassalam
Machsus Thamrin
--- In [email protected], Iman Rosyadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> persis sama. Mesjid Agung tidak
> persis sama mengapit alun-alun, namun landscape mesjid dengan latar
> belakang Gunung Karang, terlihat dari alun-alun.
>
t disini. Warga Gardu Tanjak yang
> hendak ke Pasar, harus melewati Alun-alun dengan keindahannya. Saat
> warga Pasar atau Pamagersari bersiap menunaikan Ibadah Jumat,
> kehijauan pohon-pohon di sekitar alun-alunlah yang melindungi dari
> sengatan terinya matahari. Pada saat Ramadan dan Jumatan tiba,
> jamaah mesjid bertemu di sekitar alun-alun sebelum mereka berangkat
> bersama ke mesjid agung. Alun-alun merupakan pusat dimana warga
bisa
> saling menyapa, saat mereka berolahraga pagi sebelum bertaktivitas,
> atau menyapa melepaskan kelelahan jiwa setelah bersekolah dan
bekerja
> sepanjang hari.
>
> Sebuah Pancaniti yang terletak di aln-alun Pandeglang, menjadi
tempat
> nyaman melihat kehijauan dan menunggu azan magrib berkumandang dari
> Mesjid Ar rahman, yang dilatarbelakanga hijau membirunya Gunung
> Karang.
> ***
>
> Entah apa yang memberikan inspirasi kepada Dimyati Natakusumah yang
> kemudian berniat merombak alun-alun, tempat dia bermain bola dulu
> ketika bersekolah di SD Fathoni dan SMP Negeri 1 Pandeglang menjadi
> taman kota. Padahal pengalaman di beberapa kota di Indonesia,
> mengubah lapangan hijau menjadi sekadar taman, hanya menjadikan
taman
> tersebut menjadi pusat prostitisi dan mesum (Alun-alun Bandung atau
> Monas sebelum
---------------------------------
Sucker-punch spam with award-winning protection.
Try the free Yahoo! Mail Beta.
[Non-text portions of this message have been removed]