assalamualikum Wr. WB
Kang Machsus saya waktu di SMP 1 Pdg itu dibawah satu tahun dari Pa Endeh
Dimyati
sebenarnya sy malu ikutan di wong banten karena aku nggak bisa membuat kata
jurnalis dengan baik tapi saya bangga dengan wawasan teman teman dari
kratifitas menulis sangat berbobot sekali .
Hanya sebagai orang banten walau tidak tinggal dibanten rasa berduka sekali
jika melihat kondisi banten yang berjalan ditempat baik pembangunan
infrastuktur maupun pembangunan mental para pejabat coba kang bayangkan tingkat
korupsi merajalela dari DPRD Sampai KPUD terimbas korup dan ada Wabup
tersangkut narkoba.
Jadi kita hanya berangan - angan kapan banten bisa berjaya kembali seperti
jaman kesultanan banten yang agamis , bebas dari korup dan rakyat bisa hidup
dengan layak dan sejahtera tidak menjadi BBBM (Banten Baru Bisa Mimpi)
Sekedar angan - angan saja
SALAM
machsus thamrin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
-
Walaikumsalam Kang Seda,
Kang Seda, saya memang lahir di Pandeglang dan menamatkan SD di SDN 4
Pandeglang terus SMP 1 Pandeglang, baru setelah lulus saya pindah ke
Serang dan sekolah di SMA 1 Serang. Tapi saya masih terus main ke
Pandeglang. Mungkin kita satu SMP ya di SMP Pangelang Pamagersari
dulu.
Salam
Machsus Thamrin
-- In [email protected], Mohammad Seda <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> assalamualikum wr.wb
>
> Halo apa kabar bung Machsus Thamrin Melalui email ini semoga
tidak salah
> saya ex SMAN 1Pdg Saya punya teman seangkatan namanya persis sama
dengan sampean dan maaf jika salah , sy dulu tinggal Kp Saruni Maja
dan sekarang sy bekerja diperusahaan Pabrik Steel Contruction
>
>
>
> Salam
>
>
> Moh Seda. SE
> machsus thamrin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Assalamualaikum Wr Wb
>
> Ka Iman, hatur nuhun koreksinya, memang benar maksud saya adalah
Mbak
> Maria Hartiningsih, bukan Martiningsih. Saya menulis dengan buru-
buru
> sehingga enggak sempat baca lagi dengan seksama dan langsung
posting.
> Maklum saking keselnya lihat hilangnya tempat bermain saya dulu.
>
> Saya sering pulang ke Serang dan Pandeglang, paling tidak sebulan
dua
> kali. Kapan ya saya bisa bertemu dan silaturahmi ke Ka Iman?
>
> wassalam
>
> Machsus Thamrin
>
> --- In [email protected], Iman Rosyadi <imnbanten@> wrote:
> >
> > persis sama. Mesjid Agung tidak
> > persis sama mengapit alun-alun, namun landscape mesjid dengan
latar
> > belakang Gunung Karang, terlihat dari alun-alun.
> >
> t disini. Warga Gardu Tanjak yang
> > hendak ke Pasar, harus melewati Alun-alun dengan keindahannya.
Saat
> > warga Pasar atau Pamagersari bersiap menunaikan Ibadah Jumat,
> > kehijauan pohon-pohon di sekitar alun-alunlah yang melindungi
dari
> > sengatan terinya matahari. Pada saat Ramadan dan Jumatan tiba,
> > jamaah mesjid bertemu di sekitar alun-alun sebelum mereka
berangkat
> > bersama ke mesjid agung. Alun-alun merupakan pusat dimana warga
> bisa
> > saling menyapa, saat mereka berolahraga pagi sebelum
bertaktivitas,
> > atau menyapa melepaskan kelelahan jiwa setelah bersekolah dan
> bekerja
> > sepanjang hari.
> >
> > Sebuah Pancaniti yang terletak di aln-alun Pandeglang, menjadi
> tempat
> > nyaman melihat kehijauan dan menunggu azan magrib berkumandang
dari
> > Mesjid Ar rahman, yang dilatarbelakanga hijau membirunya Gunung
> > Karang.
> > ***
> >
> > Entah apa yang memberikan inspirasi kepada Dimyati Natakusumah
yang
> > kemudian berniat merombak alun-alun, tempat dia bermain bola dulu
> > ketika bersekolah di SD Fathoni dan SMP Negeri 1 Pandeglang
menjadi
> > taman kota. Padahal pengalaman di beberapa kota di Indonesia,
> > mengubah lapangan hijau menjadi sekadar taman, hanya menjadikan
> taman
> > tersebut menjadi pusat prostitisi dan mesum (Alun-alun Bandung
atau
> > Monas sebelum
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Need Mail bonding?
> Go to the Yahoo! Mail Q&A for great tips from Yahoo! Answers users.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
---------------------------------
Need Mail bonding?
Go to the Yahoo! Mail Q&A for great tips from Yahoo! Answers users.
[Non-text portions of this message have been removed]