Banten Seharusnya lebih cepat maju dibanding daerah-2 lain,
bila dikelola oleh Birokrat yang punya Dream dan Enterpreuneurship yg tinggi.
Birokrat punya wewenang/power, punya anggaran, punya system (minimal PP, 
Perda), tinggal sumber daya yang memiliki impian yang kuat utk bangun Banten 
seperti yang didiskusikan di RB.
Tidak perlu org yang pintar-2 sekali, tapi adalah org yg memiliki akhlak, hati 
, leadership dan jiwa enterpreuneur yang kokoh. 
Mudah-2an pimpinan2 terkait di Banten , membaca diskusi RB.
untuk bermimpi & tidak hanyut akan hal-2 yang bersifat birokrasi.
Kalau Mimpi saja tdk punya, jangan harap bisa lakukan sesuatu terhadap 
Karangantu/Terondol/Cilegon  bisa maju seperti Singapura yang lahannya sekecil 
itu.
Berburu dengan waktu = Berburu Menumpas kemiskinan


Karangantu Dapat Dikembangkan Seperti SingapuraBy redaksi                Senin, 
06-Agustus-2007, 07:02:12     34 clicks                        
           *Diskusi Radar Banten: “Peta Ekonomi Kota Serang”          
   Diskusi Sabtu (4/8) lalu digagas Litbang Radar Banten bekerja sama dengan 
Ikatan Sarjana Ekonomi Ekonomi (ISEI) Provinsi Banten. Diskusi yang dipenuhi 
peserta ini membahas, “Peta Ekonomi Kota Serang.” Berikut laporannya. 
AHMAD LUTFI - Serang 
Diskusi dilaksanakan di lantai dua gedung percetakan Radar Banten mulai pukul 
09.30-12.00 WIB. Para pembicara antara lain Ketua ISEI Banten HR Taufik, pelaku 
ekonomi Tb Ike Nikita, anggota DPRD Serang Ubaidillah Kabier, akademisi Zaenal 
Muttaqien, dan Pemred Radar Banten M Widodo, dengan moderator Ketua Litbang 
Radar Banten Abdul Malik. 
Materi pertama disampaikan oleh HR Taufik yang saat itu mengenakan jaket warna 
krem. Taufik mengatakan, Serang tidak punya kelebihan dari daerah lain. Padahal 
Serang kota srategis yang memiliki Karangantu di Kecamatan Kasemen yang dapat 
dikelola menjadi pelabuhan penting. “Lantaran itu Kota Serang perlu pemimpin 
yang entrepreneur sehingga dapat membawa Serang menjadi kawasan jasa dan 
bisnis,” ujarnya dengan mimik serius. 
Taufik mencontohkan negara tetangga, Singapura. Kata Taufik, di Singapura itu 
ada salah satu kawasannya yang terdapat pelabuhan kecil seperti Karangantu tapi 
dikelola dengan baik sehingga menghasilkan devisa. “Saya kira Kota Serang layak 
untuk meniru Singapura agar benar-benar menjadi kawasan yang pesat secara 
ekonomi,” ujarnya seraya menambahkan bahwa saat ini Singapura menjadi salah 
satu kekuatan ekonomi terkuat di Asia Tenggara. 
Ketua STIE Banten ini menandaskan, kesejahteraan masyarakat Kota Serang dapat 
dilihat dari sejauhmana masyarakat mapan secara ekonomi. “Mudah-mudahan 
perubahan menjadi Kota Serang menjadi maslahat,” ujarnya. 
Sementara Tb Ike Nikita memaparkan, pentingnya penjabaran visi dan misi Kota 
Serang sebelum menyusun rencana pembangunan. “Visi dan misinya mau apa. Apakah 
kota jasa atau kota perdagangan. Kalau visi dan misi sudah jelas, ayo kita 
bangun bersama-sama,” tandasnya. 
Ike menambahkan, tanpa visi dan misi yang terbuka sulit untuk membangun Kota 
Serang. Terkait dengan visi dan misi ini Ike punya saran yang menarik. 
Menurutnya, Kota Serang pas dikembangkan sebagai kawasan jasa. “Tidak mungkin 
merencanakan Kota Serang sebagai daerah pertanian sebab sudah tidak ada lahan 
(pertanian-red) lagi,” ujarnya. 
Untuk membawa Kota Serang sebagai kota jasa perlu perubahan yang mendasar. 
Salah satunya adalah perubahan sikap dan mental. Dari mental yang antikritik 
menjadi mental yang siap menerima kritik. “Masyarakat juga perlu menjadi 
teladan, pelindung, pemaaf, dan tidak lagi tersekat dengan ras. Sikap-sikap 
madani ini yang perlu ditanamkan,” sambungnya. 
Hal senada diungkapkan anggota DPRD Serang Ubadillah Kabier. Anggota dewan asal 
PKB ini sepakat agar Kota Serang menjadi kota jasa. “Kita harus membangun Kota 
Serang yang ramah sehingga mendatangkan wisatawan domestik dan internasional,” 
tandasnya. 
Sementara akademisi Untirta Zaenal Muttaqien menandaskan, Kota Serang sebagai 
kota jasa dan bisnis tentu punya problem sosiologis. Dia melihat, salah satu 
problem sosiologis yang akan terjadi adalah masalah urbanisasi. “Di mana-mana 
sebuah kota menjadi magnet bagi banyak orang. Seiring dengan perkembangan Kota 
Serang ke depan akan muncul kaum pendatang yang ingin berbisnis dan sebagainya. 
Lonjakan penduduk ini menjadi salah satu problem kota,” ujarnya. 
Zaenal mengatakan, kata kunci untuk bersaing di sebuah kota adalah kompetensi 
dan integritas. Tanpa modal itu, sulit untuk bersaing di kota. 
Sebagai pembicara terakhir Pemred Radar Banten M Widodo mengatakan bahwa semua 
yang diungkapkan tiga pembicara sebelumnya adalah mimpi-mimpi indah. Namun 
mimpi itu dapat diwujudkan menjadi kenyataan bila semua pihak bekerja keras. 
Widodo mencontohkan salah satu kota hasil pemekaran di Provinsi Lampung, yakni 
Kota Metro. “Saat itu semua orang meragukan kota hasil pemekaran bakal maju 
karena PAD-nya hanya Rp 1 miliar. Namun keraguan itu dijawab dengan kepastian. 
Kota Metro itu ternyata berkembang pesat,” ujarnya. 
Kata Widodo, Kota Serang dapat melakukan hal serupa. “Di Kota Serang ini sudah 
lengkap. Infrastruktur sudah makin membaik. Apalagi ditambah dengan Banten Lama 
yang dikenal dunia. Jadi kalau Kota Serang tidak maju-maju berarti yang salah 
pemimpinnya,” pungkasnya yang disambut hangat peserta. 
Imam Basholi, salah satu peserta diskusi, mengatakan, sepakat bila Kota Serang 
meniru Singapura. “Namun tidak semuanya ditiru, sebab di Singapura tidak 
semuanya baik. Kita hanya meniru yang baik-baik saja seperti etos kerja, 
disiplin, dan penegakan hukum,” ujar pelaku bisnis asli Surabaya, Jawa Timur, 
ini. 
Kata dia, bila masyarakat Kota Serang memiliki etos kerja dan disiplin seperti 
warga Singapura tidak menutup kemungkinan Kota Serang dapat berkembang luar 
bisa di luar perkiraan sebelumnya. “Tapi memang mengubah kultur perlu waktu 
panjang dan serius. Dan yang menjadi pertanyaan saat ini adalah apakah 
masyarakat di Kota Serang sudah siap untuk berubah?” imbuhnya.(*) 
 
       
---------------------------------
Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect.  Join Yahoo!'s user panel 
and lay it on us.

Kirim email ke