www.bantenlink.com edisi 07 Agustus 2007
2.611 Hektare Sawah Kekeringan Dan 556 Hektare Puso Di Banten
Serang — Musim kemarau kini mulai melanda sebagian daerah di
Provinsi Banten. Dinas Pertanian dan Peternakan Banten mencatat, 2.611 hektare
sawah kering dan 556 hektare sawah dipastikan mengalami puso. Akibatnya,
sebagian petani berebut untuk mengairi sawahnya.
Oleh : T Muharam
Pengamatan hingga Senin (6/8) menunjukan, pemandangan petani berebut air
itu terlihat di Kabuapten Serang sebelah utara mulai dari Kecamatan Kasemen,
Pontang, Tirtayasa hingga Tanara yang berbatasan dengan Kabupaten Tangerang.
Bahkan petani di Kasemen petani nekad membendung saluran agar sawahnya tetap
mendapatkan air, tanpa memperhatikan kebutuhan air bagi sawah yang berada di
sebelah hilir saluran. “Kalau tidak dibendung, enggak bisa dapat air,” tutur
Rahmat, salah seorang warga.
Para petani di Desa Kubang Puji, Kecamatan Pontang juga membendung air dengan
cara menggali lubang pada saluran irigasi yang sudah hampir kering. Itu
dilakukan agar air mengalir ke lubang galian untuk ditampung. Setelah itu, para
petani baru menimba air dengan menggunakan “songget”, alat timba yang terbuat
dari bakul yang diikat pada batang bambu.
“Sudah 15 hari ini terpaksa nyongget. Kalau tidak, ya sawahnya kering. Ini
juga harus ngegali sungai dulu buat nampung air, soalnya sungai sudah kering
begini,” kata Wira, seorang petani asal Desa Kubang Puji.
Para petani terpaksa menimba air, karena tidak mampu menyewa pompa air yang
harganya mencapai Rp 100.000 per hari. “Enggak ada dana buat sewa pompa air.
Jadi ya nyongget saja, asal sawahnya kena air,” tutur Sujai, petani lainnya.
Kondisi serupa dialami para petani di daerah Cipeucang dan Cimanuk,
Pandeglang. Satu bulan terakhir, tidak semua saluran irigasi di sana dialiri
air. Sehingga para petani memanfaatkan sisa-sisa air irigasi untuk mengairi
sawah, dengan cara menggali lubang di dalam saluran irigasi untuk menampung
air. Namun hal itu justru menyebabkan, areal persawahan yang berada di ujung
irigasi tidak kebagian air.
“Tiap hari harus menunggu penampungan air. Kalau tidak bisa-bisa dibendung
dari atas, bisa susah lagi dapat airnya,” kata Ahyar, petani Desa Pasir Euerih,
Cipeucang.
Sementara itu, data dari Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Banten
menyebutkan, saat ini 2.661 hektar sawah di Banten mengalami kekeringan. Seluas
1.025 hektar sawah kekeringan berada di Kabupaten Pandeglang, 935 hektar di
Serang, dan 516 hektar di Lebak. Dari luas lahan kekeringan itu, 556 hektar
sawah diantaranya terancam gagal panen karena tanaman padi mengalami puso.
Kepala Distanak Banten Egi Januiswati mengatakan, pihaknya akan memberikan
bantuan 20 unit pompa air untuk mengatasi kekeringan. Pompa air itu akan
dipakai secara bergilir di sawah-sawah tadah hujan. Selain itu, ia juga telah
meminta Dinas Pekerjaan Umum bidang Pengairan untuk merevitalisasi
saluran-saluran irigasi yang sudah tak berfungsi. (nr)
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers