“He..he..he...tersiar cerita turun temurun tentang sosok manusia yang nyeleneh 
di sebuah negeri ANTAH BARANTAH. Negeri yang konon menurut cerita adalah negeri 
yang subur, makmur, gemah ripah, repeh rapih. Aneka ramga potensi sumber daya 
alam yang ada di negeri ini, bahkan jika orang menanam tongkat akan tumbuh jadi 
tanaman. Tapi sayang, katanya para penguasanya tidak berdaya menghadapi 
mainstream thought yang dibuat oleh negara adidaya. Ketidak berdayaannya itu, 
maka tak heran jika negerei ANTAH BARANTAH mudah jadi komprador.
Saya mau bercerita tentang manusia yang nyeleneh. Sebut saja dia bernama Maman 
Wajit Sedeng. Saking nyelenhnya, banyak orang yang tidak memahami jalan 
pikirannya. Walaupun nyeleneh, tapi dia banyak disukai oleh sebagian manusia. 
Disukai sebagian orang lantaran dia salah seorang tokoh agama Islam (Kyai) yang 
moderat. Bukan kalangan ummat Islam saja yang mentokohkan dia, bahkan kalangan 
dari non Islam pun mengidolakannya seperti pendeta, pastor, romo dan lain 
sebagainya. Namun tidak lepas dari sikap pro sebagian manusia, ada juga yang 
kontra terhadap dia lantaran pemikirannya yang berani mengobrak-abrik medan 
syariah. 
Pernah pada suatu waktu  Maman Wajit Sedeng diwawancari oleh salah satu aktivis 
Jaring Laba-laba yang bergerak dalam bidang Flularisme Agama. Salah satu isi 
wawancaranya yang sangat kontroversial adalah berkaitan dengan salah satu sekte 
Tahubusuk yang menyimpang dari ajaran Islam. Dia mengatakan bahwa “Lho 
..Tahubusuk tidak menyimpang dari Islam. Biarkan orang-orang Tahubusuk bebas 
menjalankan keyakinannya. Lho konstitusi negara saja menjamin kebebasan 
beragama dan berkeyakinan. Biarkan saja......” ungkapnya sambil nyengir-nyengir 
diselingi canda tawa (guyonan).
Kontan saja, sebagian ulama yang masih waras jalan pikirannya menimpali 
ungkapan Maman Wajit Sedeng sebagai ungkapan pelecahan agama Islam. Salah 
seorang ulama berkata dengan nada keras : “Saya tidak tahu apakah si Maman 
Wajit Sedeng itu seorang ulama atau Cendikiawan Muslim? Atau sebaliknya orang 
bodoh bin tolol bin idiot yang pura-pura jadi orang pinter. Saya perhatikan 
setiap ungkapan-ungkapannya selalu mendiskreditkan Islam, selalu melemahkan 
posisi Islam dan ini sangat merugikan Umat Islam. Selaku muslim kita harus 
komit terhadap ajaran Islam.. Allah Swt telah memberikan jaminan bahwa agama 
yang diridhoi oleh Allah Swt adalah agama Islam. Islam adalah agama yang 
sempurna. Kesempurnaan ini akan senantiasa dijaga oleh Allah sampai hari 
kiamat. Namun, sudah menjadi sunatullah bahwa akan selalu muncul orang-orang 
ataupun kelompok yang berusaha merusak atau pun memunculkan kekaburan pada 
agama yang sudah jelas ini.
Menurut jumhur ulam /pemahaman Ahlus Sunnah, satu hal yang sudah mapan (sudah 
pasti dan tetap) dalam aqidah bahwa dalam memahami agama ini harus selalu 
mendahulukan Al Qur'an dan As .Manakala ada sesuatu yang bertentangan dengan Al 
Qur'an dan As-Sunnah maka harus kita singkirkan. Hal ini berdasarkan apa yang 
Allah jelaskan dalam kitab-Nya dan Rasulullah sebutkan dalam Sunnahnya, 
diantaranya:
 "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya 
dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha 
Mengetahui."(Al-Hujurat: 1)
 
 "Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu 
mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil 
pelajaran (darinya)."(Al-A’raf: 3)
 
"Tentang sesuatu apapun kamu berselisih maka putusannya (terserah) kepada 
Allah. (Yang mempunyai sifat-sifat demikian) itulah Allah Tuhanku. 
Kepada-Nyalah aku bertawakkal dan kepada-Nyalah aku kembali." (Asy-Syura: 10) 
Nabi Shalllahu 'alaihi wassalam bersabda:
"Saya tinggalkan pada kalian dua perkara yang kalian tidak akan sesat setelah 
berpegang dengan keduanya yaitu Kitab Allah dan Sunnahku." (Riwayat Al-Hakim 
dari Abu Hurairah, 1/172, lihat Shahih Al-Jami' no. 2937 dan Ash-Shahihah no. 
1761)
Metodologi yang dihembuskan oleh Maman Wajit Sedeng merupakan warisan dari para 
pengikut iblis laknatullah yang penuh dengan kebusukan dan kemunafikan. Hal ini 
Allah Swt menjelaskan tentang orang-orang munafiq dalam firman-Nya:
"Apabila dikatakan kepada mereka: 'Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain 
telah beriman.' Mereka menjawab: 'Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang 
bodoh itu telah beriman?' Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang 
bodoh tetapi mereka tidak tahu." (Al-Baqarah: 13)
Orang macam si Maman Wajit Sedeng ini tahu akan keharusan berbuat dan bersikap 
namun dia tidak tidak tahu cara berbuat dan bersikap menurut syariat. Pemikiran 
macam Maman Wajit Sedeng bahkan dikembangkan menjadi lebih sistematis dengan 
mengacu pada demokratisasi dan hak azasi manusia hasil olahan kaum sekulerisme 
barat. Apa yang diputuskan akal, itulah yang benar. Dan apa yang ditolaknya 
maka itu tentu salah. Paham Maman Wajit Sedeng ini adalah manusia dengan semata 
akalnya sendiri dapat mengetahui batas-batas kebaikan dan kejahatan.
Perkataan orang macam Maman Wajit Sedeng jelas bertentangan dengan ayat-ayat 
dan hadits yang telah disebutkan di atas. Oleh karena itu, alasan seperti ini 
tidak bisa diterima (karena salah), apapun alasannya. Lebih-lebih karena 
dalilnya juga cuma dari akal, dimana akal ini satu sama lain bisa berbeda 
pandangan (dalam memahami sesuatu). Lantas pandangan siapa yang mau dijadikan 
standar oleh Maman Wajit Sedeng itu?
Pantaslah kalau Maman Wajit Sedeng itu orang bingung yang dilansir dalam al 
Qur'an, Allah Ta'ala berfirman :
 
"Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan 
petunjuk." (Adh-Dhuha: 7)
"Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Qur'an) dengan perintah Kami. 
Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Qur'an) dan tidak pula 
mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Qur'an itu cahaya, yang 
Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki diantara hamba-hamba Kami. 
Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus." 
(Asy-Syura: 52)
Bagi yang berakal sehat, dia akan tahu, misalnya, bahwa shalat adalah sesuatu 
yang baik setelah diberi tahu syariat. Tahu mencium Hajar Aswad itu baik, tahu 
melempar jumrah itu baik, tahu jeleknya daging babi sebelum ditemukan adanya 
cacing pita di dalammnya, dan banyak pengetahuan lainnya semua adalah dari 
syariat. Dengan demikian syariatlah yang menerangkan baik atau jeleknya 
sesuatu. 
Memang terkadang akal dapat menilai baik buruknya sesuatu namun hanya pada 
perkara yang sangat terbatas, seperti baiknya kejujuran dan jeleknya 
kebohongan. Dalam permasalahan lain, terutama dalam perkara aqidah dan ibadah, 
akal banyak tidak tahu bahkan butuh bimbingan wahyu untuk mengetahuinya. 
Paham model Maman Wajit Sedeng ini adalah warisan iblis laknatullah, firman 
Allah Swt. :
"Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu. Sebenarnya 
mereka adalah kaum yang melampaui batas." (Adz-Dzariyat: 53) 


      Dapatkan info tentang selebritis - Yahoo! Indonesia Search.
http://id.search.yahoo.com/search?p=selebritis&cs=bz&fr=fp-top

Kirim email ke