Kang Ferizal,
Hemat saya, mungkin judul dan isi tulisan yang ditampilkan dinilai terlalu 
provokatif dan tendensius sehingga memancing reaksi keras temen2 dari ITB, 
apalagi setelah mengetahui anda adalah orang dari luar ITB. Saya mengikuti juga 
diskusi2 yang berlangsung di milis IA-ITB tentang topik ini dan mendapati bahwa 
memang masalahnya tidak sesederhana yang dibayangkan. Mungkin Kang Ferizal atau 
yang lain bisa share bagaimana universitas2 lain memperlakukan para profesor 
emeritus mereka (baca:yg sudah pensiun)? Saya kira masalah ini tidak hanya 
dihadapi oleh ITB.
Wassalam
Fuad



----- Pesan Asli ----
Dari: Ferizal Ramli <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Rabu, 27 Agustus, 2008 21:27:52
Topik: [WongBanten] Re: ITB: Institut Tidak-tahu Budi - Klarifikasi Almamater


Salam semua...

Mengingat banyaknya email yang masuk dari alumni ITB ke saya melalui
japri yang saya rasa kurang pas maka dengan ini saya perlu klarifikasi:

Mohon dipahami bahwa kritik saya terhadap ITB tidak ada hubungannya
dengan institusi. Saya mengkritisi ITB karena bentuk kecintaan saya ke
ITB meskipun dengan cara yang unik dan tidak romatis sama sekali. tapi
cinta suci itu tidak harus romantis.

Dan saya tidak sedang menfitnah. Data saya jelas, tidak terbantahkan.
Masalah bagaimana anda membaca data itu adalah persepsi kita. Data
saya tidak bisa disangkal oleh ITB. Dan saya mencantumkan nama jelas
saya tanpa embel-2 institusi karena saya tidak mau bias.

Sayang ada beberapa email Japri dari alumnus ITB dan beberapa diantara
punya reputasi nasional yang me-peta-kan secara berhadap-hadapan
antara ITB dengan UPNVY.

Mungkin karena dari googling ada sebuah signature yang menyatakan saya
dari UPNVY. Lalu beberapa alumni ITB (sebagian mengutip dari postingan
saya di IASI dan PPI Jerman) menganggap ini adalah persoalan ITB dan
UPNVY.

Perlu saya beritahukan bahwa ini keliru. Ini tidak ada hubungannya
dengan institusi almamater saya.

Selain itu almamater saya itu tidak cuma UPNVY tapi juga Universitas
GADJAH MADA (UGM), Universitas TERBUKA (UT), Universitas FURTWANGEN
dan Universitas HAMBURG. Akankah ini juga akan dikutsertakan dalam
tema ini?

Himbuan saya ke semua. Kritik saya ke ITB adalah tanggung jawab saya
pribadi. Ini tidak ada hubungannya dengan UGM, UPNVY, UT atau
alammater saya yang lain.

Semoga temen-2 alumni ITB yang japri ke saya setelah email ini dapat
memaknai kritikan saya dengan baik.

Salam,
Dari Lembah Sungai Spree

Ferizal Ramli
SAP Senior Consultan and Project Manager
10179 Berlin

---
From:
"mediacare" <[EMAIL PROTECTED] net.id>
Add sender to Contacts
To:
media-jabar@ yahoogroups. com
Cc:
"Ferizal Ramli" <[EMAIL PROTECTED] com>

Dear Detriana

Sepertinya Bung Ferizal itu alumnus UGM bukan UPN Yogyakarta.

salam,

radityo



----- Original Message -----
From: [EMAIL PROTECTED] co.id
To: media-jabar@ yahoogroups. com
Sent: Wednesday, August 27, 2008 7:39 AM
Subject: Fw: [media-jabar] Re: [mediacare] ITB: Institut
Tidak-tahu Budi -->respon

--- On Mon, 8/25/08, egi suarga <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:

From: egi suarga <[EMAIL PROTECTED] com>
Subject:Fw: [media-jabar] Re: [mediacare] ITB: Institut
Tidak-tahu Budi
To: dago_permai@ yahoogroups. com
Date: Monday, August 25, 2008, 3:24 PM

Sudah diposting di milis IA, dan direspon :
============ ========= ========= ======
Rekan-rekan Alumni ITB,
Alhamdulillah ada suara dari Mas Pekik A. Dahono, PhD ,
dosen Elektro ITB untuk kasus ITB: "Institut Tidak-tahu Budi" ,
istilah yang dilansir pertama kali oleh Sdr. Ferizal Ramli, SE
(alumnus UPN Veteran, Yogyakarta, yang sekarang sedang studi di
Jerman) pada mailist PPI Jerman. Saya sendiri sudah menulis secara
pribadi kepada penulisnya tetapi belum dapat jawaban tentang kebenaran
perlakuan terhadap Prof. Tjia May On dan Onno W. Purbo, PhD ini.
Memang betul ITB sedang kesulitan ruangan. Ketika
mewawancarai Prof.Ir. Sri Widiyantoro, PhD , untuk buku yang sedang
saya susun menyambut "Tahun Emas ITB pada 2009", ruangan Guru Besar
Geofisika ITB ini sangat sempit sekali. Sungguh tak sebanding dengan
prestasi kelas dunia yang berhasil dicetak oleh Profesor yang
terbilang muda ini. Prof. Sri Widiyantoro ini merupakan ilmuwan ITB
yang 23 cited articles -nya telah dimuat di jurnal-jurnal ilmiah
kelas dunia seperti Nature, Science dsb telah di- cited time sebanyak
970 kali oleh para ilmuwan-ilmuwan kelas dunia pula di berbagai jurnal
ilmiah internasional. Ilmuwan ITB ini adalah yang terbanyak dirujuk
karya ilmiahnya, bahkan termasuk dari sedikit jajaran ilmuwan di dunia
yang begitu banyak karyanya dirujuk seperti versi Web of Science (UK).
Para alumni ITB memang terkadang "jahil" mengomentari
tentang apa yang sedang terjadi di kampus almamaternya. Bahkan kadang
sangat didramatisir, dibesar-besarkan. Sehingga pihak ITB merasa
diadili secara tidak fair (trial by press) oleh para alumninya
sendiri. Tapi saya yakin, kritikan itu sebagian besar datang dari hati
yang tulus akan kecintaannya kepada almamater.
Yang perlu lebih arif didengar oleh ITB adalah bagaimana
memperlakukan para mantan "dosen pahlawan tanpa tanda jasa" secara
lebih manusiawi. Sebab seperti terkesan ITB ini "terlalu kasar",
terlalu formal dalam setiap berhubungan secara personal dengan para
mantan gurunya sendiri. Jadi ini soal "human relations" yang
diharapkan lebih baik lagi. Bisa saja juga para mantan Profesor
mengidap penyakit "post power syndrom" , tapi ini hendaknya diabaikan
dulu. Saatnya ITB melayani. Saatnya ITB berkomunikasi.
Salam hangat penuh semangat ITB,
Cardiyan HIS

--- On Sun, 8/24/08, Pekik A. Dahono < [EMAIL PROTECTED]
ee.itb.ac. id > wrote:
From: Pekik A. Dahono < [EMAIL PROTECTED] ee.itb.ac. id >

Subject: Re: [IA-ITB] Fw: [ppijerman] ITB: Institut
Tidak-tahu Budi
To: [EMAIL PROTECTED] com
Date: Sunday, August 24, 2008, 6:27 PM
- Hide quoted text -

Saya nggak membela ITB, tetapi saya berharap para alumni
melihat semua
masalah dalam frame yang lebih luas, jangan
sepotong-potong. Soal profesor
yang tidak "dihormati" oleh ITB, juga mesti dilihat lebih
luas lagi.
Kalau ada profesor atau dosen yang berjasa ke ITB, tetapi
sudah pensiun,
perlu disediakan ruang nggak ya?
ITB lagi krisis ruangan lho, semester ini ada kuliah saya
yang belum dapet
ruangan.
Kalau ITB butuh dosen dengan prestasi X, tetapi si dosen
berprestasi Y (yang
mana prestasi semacam ini tidak dibutuhkan oleh ITB),
bagaimana sebaiknya
sikap ITB?
Salam

************ ********* ********* ********* **
Flexi-Gratis bicara sepanjang waktu se-Jawa Barat,
Banten dan DKI Jakarta.
Speedy-Gratis Internetan unlimited dari Pkl. 20.00
s/d 8.00 se-Jabodetabek, Banten, Karawang dan
Purwakarta.
************ ********* ********* ********* **

--- In [EMAIL PROTECTED] ups.com, "Ferizal Ramli" <[EMAIL PROTECTED] > wrote:
>
> Betul kang...
> 
> Tulisan saya itu sebagai bentuk cintai saya (meskipun bukan orang ITB)
> ke ITB kok. 
> 
> Paling tidak semoga banyak orang baik di ITB akan mengkritisi
> kebijakan oknum ITB sehingga menjadi semakin baik...
> 
> Salam,
> 
> FR
> 
> --- In [EMAIL PROTECTED] ups.com, das albantani <dasalbantani@ > wrote:
> >
> > sabar kang....
> > yang tidak tahu budi tuh bukan ITB NYA... tapi org2 yg ad di
dlmnya....
> > 
> > --- On Sat, 23/8/08, Ferizal Ramli <framliz@> wrote:
> > 
> > From: Ferizal Ramli <framliz@>
> > Subject: [WongBanten] ITB: Institut Tidak-tahu Budi
> > To: [EMAIL PROTECTED] ups.com
> > Date: Saturday, 23 August, 2008, 6:03 AM
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > ITB: Institut Tidak-tahu Budi
> > 
> > Saya terkejut membaca sebuah artikel dari Website resmi ITB.
> > http://www.itb. ac.id/news/ 2197.xhtml
> > ITB yang dengan bangga tanpa malu-malu membangga-banggakan Prof. Tja
> > May On sebagai intelektual Fisika terbaik di Indonesia. Bagi saya,
> > Yang Terhomat Prof. Tja May On pantas menerima penghargaan itu. Yang
> > tidak pantas adalah, ITB bangga atas prestasi Prof. Tja May On.
> > 
> > Mari kita lihat, perlakukan apakah yang telah diberikan ITB terhadap
> > Prof. Tja May On? Sungguh perlakukan yang tidak pantas. Sebuah sumber
> > dari salah satu dosen muda berbakat ITB mengatakan bahwa Prof. Tja May
> > On pernah diusir dari ruang kerjanya. Tiba-2 ruang kerja beliau
> > dikunci sehingga beliau harus pindah ke ruang sesak dan tidak terurus.
> > Belum lagi tekan-2 lain yang diterima oleh Prof tua yang penuh
> > dedikasi dan pengabdian itu.
> > 
> > Untunglah idialisme dan dedikasi sang Prof. Tja May On berada dalam
> > batas istimewa yang terlalu sulit untuk dicari bandingnya. Beliau
> > tetap mengabdi pada ITB. Hanya betapa wagu-nya, tapi malu-2 njelehi
> > ITB meng-klaim bahwa prestasi dan dedikasi tulus beliau itu adalah
> > milik ITB. Apa yang telah ITB berikan pada Prof. Tja May On? Apa?
> > Sebaliknya, sementara yang diberikan Prof. Tja May On adalah sebuah
> > prestasi tulus tanpa pamrih dengan penuh dedikasi….
> > 
> > ITB itu Institut Tidak-tahu Budi. Pantesan saja orang baik seperti
> > Prof. Onno W. Purbo juga minggat dari kampus itu. ITB harus merubah
> > kultur arogansinya. ITB itu besar karena pengabdian tulus dari tokoh-2
> > idialis model Prof. Tja May On atau Prof. Onno W. Purbo. Perlakuan
> > tidak pantas terhadap mereka dari institusi sebesar ITB tidak hanya
> > memalukan tapi juga membuat efek trauma terhadap intelektual- 2
idialis
> > lainnya yang ingin mengabdi pada ITB.
> > 
> > Mereka pasti berpikir logis. Jika orang-2 sekaliber Prof. Tja May On
> > diperlakukan tidak layak, atau Prof. Onno Purbo bisa tidak betah di
> > ITB maka bagaimana nasib para intelektual muda?
> > 
> > ITB memang harus berubah khususnya para pemegang kebijakan kampus.
> > Salah satu cara berubahnya, ndak perlulah syarat untuk jadi Rektor ITB
> > itu harus lulusan Lemhanas. Ini bukan jaman ORBA lagi bung!
> > 
> > Semua sudah berubah. Fakta menunjukan sampeyan (ITB) saat ini bukanlah
> > nomor satu seperti klaim sampeyan selama ini. Jika sampeyan tidak
> > berubah maka sampeyan akan menjadi dinosaurus. Sejarah mencatat,
> > betapapun besarnya kita, pasti akan masuk museum jika tidak berubah
> > menjadi semakin baik…
> > 
> > Salam,
> > Dari tepian lembah Sungai Spree
> > 
> > Ferizal Ramli
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > Get your preferred Email name!
> > Now you can @ymail.com and @rocketmail. com. 
> > http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ aa/
> >
>

 


      
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke