"Kepada Allah lebih pantas merasa malu dari pada kepada manusia" (HR. Abu Daud,
Tirmizi dan Nasa'i).
Yang dimaksud malu kepada Allah dalam hadits tsb diatas adalah manusia merasa
malu jika tidak melakukan perintah2 Allah dan merasa malu jika mengerjakan
larangan-larangan-Nya.
Rasa malu sudah menjadi fitrah manusia dan tidak difitrahkan kepada binatang
seperti monyet, anjing, babi dan semua jenis binatang . Jika ada manusia yang
tidak punya rasa malu maka tak ubahnya seperti monyet, anjing dan babi. Jika
manusia kehilangan rasa malu tidak pernah akan mengenal larangan. Ia akan
melakukan apa yang diamuinya. Hal senada pernah diungkapkan oleh Baginda
Rasulallah Saw. "Bila kamu tidak punya rasa malu, kerjakanlah apa yang kamu
sukai" (HR. Bukhori).
Kalau kita maknai ungkapan hadits tsb diatas menurut harfiyahnya mengandung
perintah untuk mengerjakan apa saja yang disukai halal atau haram. Tapi menurut
makna hakikinya adalah :
1. Kalimat perintah dalam hadits itu mengandung sindirian yang sangat tajam
agar seseorang merasa malu meninggalkan perintah Allah, atau melanggar setiap
larangan-Nya.
2. Rasa malu berfungsi sebagai alat kontrol, sinyal adanya kesadaran manusiawi.
Kehilangan rasa malu mengantar manusia masuk ke jalur terlarang.
"Rasa malu selalu memberikan hasil menguntungkan" (HR. Bukhari & Muslim)..
Why? Kenapa rasa malu memberikan keuntungan? Karena, orang yang memiliki rasa
malu selalu menjaga anggota tubuhnya dari mata, telinga, hidung, mulut, dan
perut.
Menjaga mata dan telinga karena keduanya berfungsi sebagai pintu ilmu untuk
direkam oleh manusia. Menjaga mulut dan lidah keduanya berfungsi sebagai sarana
lalu lintas yang halal dan haram juga berfungsi sebagai sarana pengungkapan
ilmu yang pernah terekam.
Menjaga perut dan isinya yaitu makanan, karena makanan akan diolah jadi darah
dan daging dan pelanjut keturunan.
Rasa malu berfungsi sebagai tenaga pendorong bagi kita (muslim) untuk
mensyukuri karunia Allah.
Jika manusia tidak punya rasa malu seperti doyan korupsi, doyan maling &
nyolong, doyan merampok, doyan abok-abokan, berpakaian seronok, doyan
memamerkan body montok dan bentuk pelanggaran-pelanggaran lainnya, maka "MAN
LAA YASTAHYII MINANNASI LAA YASTAHYII MINALLAHI TA'ALA" : orang yang tidak
punya rasa malu kepada manusia, maka tidak akan pernah merasa malu kepada Allah
Swt. (al hadits).
SPS
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions..yahoo.com/newdomains/id/