Kutif :
"Kami sesungguhnya prihatin pula atas minimnya keperdulian dan partisipasi 
masyarakat sipil, gerakan sosial pada umumnya (yang tidak memiliki fokus 
langsung pada isu kelautan-lingkungan hidup dan utang)"
=======================================================
 
Ini masalah kompleks. Kalau saya runtut permasalahan tersebut terbagi menjadi :
1. Mereka tidak tau, tapi mereka tidak menyadari
2. Mereka tidak tau, tapi mereka emoh tuk belajar
3. Mereka tahu, tapi mereka tidak peduli
4. Mereka tahu, tapi mereka tidak berdaya.
 
Keempat kategori tersebut memang diperlukan peran pencerahan sesuai dengan 
tingkatan masalahnya.
 
Jadi intinya adalah perlu adanya pemikiran yang mendasar terhadap konsep2 
pembangunan oleh PENGUASA dan PRAKTISI PEMBANGUNAN untuk sarius terhadap masa 
depan bangsa terkait dengan PEMBANGUNAN YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN. Bukan 
sekedar jorgan atau dogma-dogma yang tidak bermakna tanpa ada tindakan nyata . 
Perlu  aksi dan pemikiran yang konkrit bukan hanya  memikirkan pembangunan 
jangka Pendek melainkan pembangunan jangka panjang (berkelanjutan) yg harus 
jadi prioritas, bukan sebaliknya malah terjadi keterpurukan.
 
Disamping itu yang paling pokok dari permasalah lingkungan hidup adalah manusia 
hendaknya menggunakan hati nurani. Jarang sekali manusia menggunakan hati 
nurani malah nati nurani terbius oleh akal yang berselimut sifat tamak bin 
rakus. Sifat tamak bin rakus kadangkala mencari-cari yang efisien dan efektif. 
Salah satu dampak kerusakan lingkungan yang kita tidak rasakan adalah pengaruh 
dari penggunaan anti hama dan penyakit tanaman, zat pembersih pakaian dan lain 
sebagainya.
 
Padahal Allah telah mengingatkan kita tentang perlunya menjaga keseimbangan 
(sustainable) untuk kelangsungan kehidupan manusia dari generasi ke generasi 
sebagaimana yang tersurat dalam al Qur'an :
"Dan Kami hamparkan bumi. Kami pancangkan gunung-gunung. Kami tumbuhkan 
diatasnya segala macam sesuatu dengan berimbang. Dan Kami sedikan disana 
berbagai sumber kehidupan untukmu. Begitu juga bagi mereka yang rezekinya bukan 
menjadi tanggung jawabmu" (Q.S. Alhijr 19-20).
 
Jadi kepada pemimpin dunia siapapun dia pesan saya adalah "ASLIM TASLAM"
 
 

________________________________
Dari: halim hd <[email protected]>
Kepada: [email protected]; WONG BANTEN <[email protected]>; 
sulawesi tengah <[email protected]>; kawula muda <[email protected]>
Terkirim: Minggu, 17 Mei, 2009 14:56:43
Topik: [WongBanten] Kedaulatan Digadaikan, Kuasa Modal & Kapitalis Hijau 
(Konservasi) Berjaya





analisanya lumayan bagus. sori kaolou dobel.

--- On Thu, 5/14/09, andre andreas <mataharikusatu@ yahoo.com> wrote:


From: andre andreas <mataharikusatu@ yahoo.com>
Subject: [Forum-Pembaca- KOMPAS] Kedaulatan Digadaikan, Kuasa Modal & Kapitalis 
Hijau (Konservasi) Berjaya
To: forum-pembaca- kom...@yahoogrou ps..com
Date: Thursday, May 14, 2009, 9:50 PM


Kritik
dan otokritik untuk kawan-kawan gerakan sosial dan masyarakat sipil
Indonesia pada umumnya (belajar dari advokasi ADB dan WOC-CTI)

Dalam
waktu yang berdekatan telah berlangsung peristiwa pertemuan
internasional di Indonesia. Pertama adalah Pertemuan Tahunan ADB di
Bali dan kedua adalah Konferensi Kelautan Internasional  di Manado.
Dalam bacaan kami kedua momen tersebut adalah kisah tentang kooptasi
yang dilakukan oleh negara-negara kapitalis maju  untuk mencari jalan
keluar (sesungguhnya outlet krisis lainnya) atas krisis kronis
kapitalisme yang kini mereka hadapi. 

Dalam kasus WCO-CTI ini
adalah kisah tentang kedaulatan yang digadaikan di satu sisi dan 
kemenangan kapitalisme hijau (konservasi) dan Kuasa Modal Internasional
di sisi lain. Percayakah anda ada solusi kapitalisme untuk persoalan
krisis pemanasan global (perubahan iklim) juga krisis ekonomi global
(lelucon jeruk makan jeruk?). 

Bagi
saya pada akhirnya pesta pora internasional ini hanya akan semakin
meminggirkan kaum tani, nelayan, buruh, miskin kota, masyarakat adat
juga masyarakat Indonesia pada umumnya. Lagi-lagi wong cilik menjadi
tumbal!!!!

Kami sesungguhnya prihatin pula atas minimnya
keperdulian dan partisipasi masyarakat sipil, gerakan sosial pada
umumnya (yang tidak memiliki fokus langsung pada isu
kelautan-lingkungan hidup dan utang). 

Kalau partai-partai
politik tidak perduli, kita sudah maklum karena mereka lebih senang
membicarkan kursi atau dagang sapi kekuasaan. Ironis memang  begitu
banyak perbincangan (paling tidak di mailing-list) terkait isu pemilu,
koalisi partai, capres-cawapres, sementara sunyi sepi terkait WCO dan
ADB (soal penggadaian kedaulatan, obral sumber daya alam, ketergantungan, 
rakyat kecil yang jadi tumbal
kesepakatan- kesepakatan internasional)

Memang memahami soal-soal yang dibincangkan di pertemuan ADB maupun WOC-CTI 
bukan soal mudah. Contoh saja tentang dampak utang luar negeri terhadap 
perekonomian Indonesia, apalagi soal-soal pelik dan kompleks terkait perubahan 
iklim (sebut saja istilah-istilah semacam carbon trading). 

Ini
barangkali juga perlu menjadi refleksi kawan-kawan yang terlibat dalam
Aliansi Manado atau Asian People Movement Against (saya termasuk di
dalamnya; mayoritas anggotanya untuk level organisasi nasional terlibat
dalam kedua aliansi ini dan juga sebagian besar menggeluti isu
agraria/sumber daya alam/lingkungan) untuk lebih gencar lagi membumikan
agenda-agenda kampanye dan advokasi atau secara khusus disemasi
informasi dan pendidikan di kalangan publik luas (juga tak kalah
penting konsolidasi di kalangan organisasi gerakan sosial lainnya baik
yang bergerak pada isu-isu luas maupun isu spesifik). 

Saya
paham betul memang pekerjaaan yang tidak mudah berhadapan dengan
gelontoran dana mega dari perusahaan dan pemilik modal yang sama
giatnya melakukan kampanye. Dalam dunia gerakan lingkungan hidup
dikenal dengn praktek GREEN WASH (cuci otak publik untuk membangun
citra perusahaan atau negara yang ramah lingkungan). Jangan dilupakan
pula represi dari aparat negara dan kriminalisasi terhadap rakyat yang
trendnya semakin menguat belakangan ini.

Belum
lagi bila kita telusuri bagaimana negara-negara maju gencar pula
melakukan kooptasi dan hegemoni dunia pendidikan di negeri ini. Kami
teringat sinisme Revrisond Baswir yang menyatakan perguruan tinggi pada umumnya 
adalah pusat pengkaderan AGEN-AGEN KOLONIAL.

Dengan
rendah hati (kami bukan apa-apa tanpa keterlibatan masyarakat sipil
yang luas), sudi kiranya anda mengunjungi suara perlawanan/wacana
tanding atas Pesta Pora WOC-CTI dan Pertemuan ADB, kritik kami untuk
memajukan gerakan, tentukan sikap anda. Tentunya bukan untuk sekedar
mensikapi peristiwa-peristiwa , tetapi membangun wacana dan kekuatan
rakyat yang massif secara berkelanjutan (baik menyangkut kualitas
maupun kuantitasnya, maupun bangun organisasinya) untuk perubahan
jangka panjang di negeri ini.

WOC (Double VOC) Watch
http://lenteradiata sbukit.blogspot. com/search/ label/WOC% 20(Double%20VOC) 
%20Watch

a-People Against ADB
http://lenteradiata sbukit.blogspot. com/search/ label/a-PEOPLES% 20%20AGAINST% 
20ADB

Nb..
Semoga kami bisa sesegera mungkin membuat resume atas wacana-wacana dan
pengalaman belajar yang sangat berharga yang kami peroleh di bali
maupun manado ini.

salam pembebasan

andreas iswinarto
anggota sarekat hijau indonesia, dinamisator
nasional walhi institute dan redaksi jurnal bersatu, dalam hal ini adalah atas 
nama diri sendiri

Blog Personal :
http://lenteradiata sbukit.blogspot. com

Newsalert:15 Mei 2009 (10..30 WIB)

Manado

1.
Siang ini, Aliansi Manado berencana mengadakan parade perahu
tradisionil sebagai bagian menunjukkan WOC-CTI telah berlaku tidak adil
terhadap nelayan miskin. Namun 3 motor boat polisi air Manado telah
bersiap-siap berjaga di lokasi.
2. Pengadilan menjatuhkan hukuman
terhadap Berry Nahdian Forqan (Direktur Eksekutif Nasional WALHI) dan
Erwin Usman (Kepala Departemen Regional WALHI) pidana 1 bulan, dan
putusan percobaan selama 2 bulan, dan membayar perkara Rp.1000  Berry
dan Erwin langsung menyatakan banding.

Jakarta
Solidaritas
terhadap perjuangan nelayan miskin, penyelamatan lingkungan dan
dukungan terhadap Berry dan Erwin terus dilakukan oleh masyarat sipil
di Jakarta . Mereka diantaranya berasal dari Serikat Petani Indonesia
(Via La Campesina), KAU (Koalisi Anti Utang) dan WALHI Jakarta
mengadakan aksi demontrasi di Bundaran Hotel Indonesia , mulai pukul
10.00 WIB

Palangkaraya
Hari
ini, 7 aktivis yang ditangkap dalam aksi solidaritas atas represi aksi
di manado dan mengecam pertemun WOC-CTI dinyatakan hakim bersalah.
Spanduk, Megaphone dan bendera di rampas untuk dimusnahkan. masing2
dihukum pidana denda rp. 10 rb rupiah atau bila tdk sanggup membayar
kurungan 2 hari. para aktivis memilih bayar denda. selesai.

[Non-text portions of this message have been removed]

 


________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
br> Cepat sebelum diambil orang lain!


      Lebih aman saat online. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih 
cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. 
Dapatkan IE8 di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/

Kirim email ke