analisanya lumayan bagus. sori kaolou dobel.

--- On Thu, 5/14/09, andre andreas <[email protected]> wrote:

From: andre andreas <[email protected]>
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Kedaulatan Digadaikan, Kuasa Modal & Kapitalis 
Hijau (Konservasi) Berjaya
To: [email protected]
Date: Thursday, May 14, 2009, 9:50 PM











    
            
            


      
      Kritik

dan otokritik untuk kawan-kawan gerakan sosial dan masyarakat sipil

Indonesia pada umumnya (belajar dari advokasi ADB dan WOC-CTI)



Dalam

waktu yang berdekatan telah berlangsung peristiwa pertemuan

internasional di Indonesia. Pertama adalah Pertemuan Tahunan ADB di

Bali dan kedua adalah Konferensi Kelautan Internasional  di Manado.

Dalam bacaan kami kedua momen tersebut adalah kisah tentang kooptasi

yang dilakukan oleh negara-negara kapitalis maju  untuk mencari jalan

keluar (sesungguhnya outlet krisis lainnya) atas krisis kronis

kapitalisme yang kini mereka hadapi. 



Dalam kasus WCO-CTI ini

adalah kisah tentang kedaulatan yang digadaikan di satu sisi dan 

kemenangan kapitalisme hijau (konservasi) dan Kuasa Modal Internasional

di sisi lain. Percayakah anda ada solusi kapitalisme untuk persoalan

krisis pemanasan global (perubahan iklim) juga krisis ekonomi global

(lelucon jeruk makan jeruk?). 



Bagi

saya pada akhirnya pesta pora internasional ini hanya akan semakin

meminggirkan kaum tani, nelayan, buruh, miskin kota, masyarakat adat

juga masyarakat Indonesia pada umumnya. Lagi-lagi wong cilik menjadi

tumbal!!!!



Kami sesungguhnya prihatin pula atas minimnya

keperdulian dan partisipasi masyarakat sipil, gerakan sosial pada

umumnya (yang tidak memiliki fokus langsung pada isu

kelautan-lingkungan hidup dan utang). 



Kalau partai-partai

politik tidak perduli, kita sudah maklum karena mereka lebih senang

membicarkan kursi atau dagang sapi kekuasaan. Ironis memang  begitu

banyak perbincangan (paling tidak di mailing-list) terkait isu pemilu,

koalisi partai, capres-cawapres, sementara sunyi sepi terkait WCO dan

ADB (soal penggadaian kedaulatan, obral sumber daya alam, ketergantungan, 
rakyat kecil yang jadi tumbal

 kesepakatan- kesepakatan internasional)



Memang memahami soal-soal yang dibincangkan di pertemuan ADB maupun WOC-CTI 
bukan soal mudah. Contoh saja tentang dampak utang luar negeri terhadap 
perekonomian Indonesia, apalagi soal-soal pelik dan kompleks terkait perubahan 
iklim (sebut saja istilah-istilah semacam carbon trading). 



Ini

barangkali juga perlu menjadi refleksi kawan-kawan yang terlibat dalam

Aliansi Manado atau Asian People Movement Against (saya termasuk di

dalamnya; mayoritas anggotanya untuk level organisasi nasional terlibat

dalam kedua aliansi ini dan juga sebagian besar menggeluti isu

agraria/sumber daya alam/lingkungan) untuk lebih gencar lagi membumikan

agenda-agenda kampanye dan advokasi atau secara khusus disemasi

informasi dan pendidikan di kalangan publik luas (juga tak kalah

penting konsolidasi di kalangan organisasi gerakan sosial lainnya baik

yang bergerak pada isu-isu luas maupun isu spesifik). 



Saya

paham betul memang pekerjaaan yang tidak mudah berhadapan dengan

gelontoran dana mega dari perusahaan dan pemilik modal yang sama

giatnya melakukan kampanye. Dalam dunia gerakan lingkungan hidup

dikenal dengn praktek GREEN WASH (cuci otak publik untuk membangun

citra perusahaan atau negara yang ramah lingkungan). Jangan dilupakan

pula represi dari aparat negara dan kriminalisasi terhadap rakyat yang

trendnya semakin menguat belakangan ini.



Belum

lagi bila kita telusuri bagaimana negara-negara maju gencar pula

melakukan kooptasi dan hegemoni dunia pendidikan di negeri ini. Kami

teringat sinisme Revrisond Baswir yang menyatakan perguruan tinggi pada umumnya 
adalah pusat pengkaderan AGEN-AGEN KOLONIAL.



Dengan

rendah hati (kami bukan apa-apa tanpa keterlibatan masyarakat sipil

yang luas), sudi kiranya anda mengunjungi suara perlawanan/wacana

tanding atas Pesta Pora WOC-CTI dan Pertemuan ADB, kritik kami untuk

memajukan gerakan, tentukan sikap anda. Tentunya bukan untuk sekedar

mensikapi peristiwa-peristiwa , tetapi membangun wacana dan kekuatan

rakyat yang massif secara berkelanjutan (baik menyangkut kualitas

maupun kuantitasnya, maupun bangun organisasinya) untuk perubahan

jangka panjang di negeri ini.



WOC (Double VOC) Watch

http://lenteradiata sbukit.blogspot. com/search/ label/WOC% 20(Double%20VOC) 
%20Watch



a-People Against ADB

http://lenteradiata sbukit.blogspot. com/search/ label/a-PEOPLES% 20%20AGAINST% 
20ADB



Nb.

Semoga kami bisa sesegera mungkin membuat resume atas wacana-wacana dan

pengalaman belajar yang sangat berharga yang kami peroleh di bali

maupun manado ini.



salam pembebasan



andreas iswinarto

anggota sarekat hijau indonesia, dinamisator

 nasional walhi institute dan redaksi jurnal bersatu, dalam hal ini adalah atas 
nama diri sendiri



Blog Personal :

http://lenteradiata sbukit.blogspot. com



Newsalert:15 Mei 2009 (10.30 WIB)



Manado



1.

Siang ini, Aliansi Manado berencana mengadakan parade perahu

tradisionil sebagai bagian menunjukkan WOC-CTI telah berlaku tidak adil

terhadap nelayan miskin. Namun 3 motor boat polisi air Manado telah

bersiap-siap berjaga di lokasi.

2. Pengadilan menjatuhkan hukuman

terhadap Berry Nahdian Forqan (Direktur Eksekutif Nasional WALHI) dan

Erwin Usman (Kepala Departemen Regional WALHI) pidana 1 bulan, dan

putusan percobaan selama 2 bulan, dan membayar perkara Rp.1000  Berry

dan Erwin langsung menyatakan banding.



Jakarta

Solidaritas

terhadap perjuangan nelayan miskin, penyelamatan lingkungan dan

dukungan terhadap Berry dan Erwin terus dilakukan oleh masyarat sipil

di Jakarta . Mereka diantaranya berasal dari Serikat Petani Indonesia

(Via La Campesina), KAU (Koalisi Anti Utang) dan WALHI Jakarta

mengadakan aksi demontrasi di Bundaran Hotel Indonesia , mulai pukul

10.00 WIB



Palangkaraya

Hari

ini, 7 aktivis yang ditangkap dalam aksi solidaritas atas represi aksi

di manado dan mengecam pertemun WOC-CTI dinyatakan hakim bersalah.

Spanduk, Megaphone dan bendera di rampas untuk dimusnahkan. masing2

dihukum pidana denda rp. 10 rb rupiah atau bila tdk sanggup membayar

kurungan 2 hari. para aktivis memilih bayar denda. selesai.



[Non-text portions of this message have been removed]




 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke