Wes lah, PILPRES kali ini mah saya beneran golput aja, kecewa sama SBY yang milih Boediono, kecewa sama manuver-manuver "sombong" Demokrat, muka-muka petinggi PAN, PPP, PKS "diludahin" terang-terangan oleh SBY, diacak-acak... punya bakat jadi Soeharto militer yang satu ini...
TMD Salam sejuk dari tepian kali Sunter, Podomoro On 5/19/09, halim hd <[email protected]> wrote: > > > > ngomong seeh meunang, jang! > ente kayak gak nyaho. laporan > setumpuk di lamari besi! > laporan itu bisa jadi bahan > pertimbangan: bahwa capres > tak sepenuhnya bersih. > hhd. > > --- On *Mon, 5/18/09, mustain jiddan <[email protected]>* wrote: > > > From: mustain jiddan <[email protected]> > Subject: Re: [WongBanten] Jejak rekam SBY > To: [email protected] > Date: Monday, May 18, 2009, 9:37 AM > > Kalo mereka terlibat dan terbukti melakukan hal - hal yang merugikan > negara tinggal laporkan saja.. menurut saya Pak SBY tidak akan melindungi > siapapun... artikel di atas bukan rekam jejak namanya.. tapi upaya > menurunkan citra SBY kepada Masyarakat.. . > ------------------------------ > *From:* halim hd <halimh...@yahoo. com> > *To:* panying...@yahoogro ups.com; WONG BANTEN <wongban...@yahoogro > ups.com>; sulawesi tengah <sult...@yahoogroups .com>; kawula muda > <kam...@yahoogroups. com> > *Sent:* Monday, May 18, 2009 7:22:02 PM > *Subject:* [WongBanten] Jejak rekam SBY > > mungkin bisa jadi bahan pertimbangan untuk nyontreng, atau.......dan > atau .......... > maaf kalou dobel. > hhd. > > --- On *Mon, 5/18/09, bungaran <no_re...@yahoogroup s.com>* wrote: > > > From: bungaran <no_re...@yahoogroup s.com> > Subject: [Forum-Pembaca- KOMPAS] Jejak rekam SBY > To: Forum-Pembaca- kom...@yahoogrou ps.com > Date: Monday, May 18, 2009, 8:53 AM > > Kajian Dr George Junus Aditjondro: Jejak rekam SBY > > JEJAK REKAM SBY, CAPRES PARTAI DEMOKRAT: > > • Jejak rekam SBY di bidang lingkungan sangat tersembunyi, sebab SBY > `hanya' berperan sebagai pelindung berbagai kelompok bisnis besar, terutama > kelompok Artha Graha (AG). T.B. Silalahi, penasehat presiden di bidang > pertahanan, juga eksekutif kelompok AG dbp Tomy Winata. Melalui mitra > bisnisnya di Sumut, AG mengelola perkebunan kelapa sawit PT First Mujur > Plantation di Tapanuli Selatan > dan Labuhan Batu. > > • Artha Graha juga milik Sugianto Kusuma (`Aguan'), pemilik PT Agung Sedayu > Permai, holding company Agung Sedayu Group. > > • Artha Graha dan Agung Sedayu Permai banyak membangun gedung perkantoran & > perumahan elit, yang tiap hari diiklankan di layar televisi. > > • Kurang disadari dampak lingkungan properti-properti mewah itu, yaitu: > > • (a) pembukaan lahannya menggusur rakyat kecil yang terpaksa bermukim di > pinggir kali yang sangat tidak sehat; > > • (b) sangat rakus air tanah (membuat rakyat kecil tergantung pada air > kemasan); dan > > • (c) ikut menyemburkan udara panas yang menaikkan suhu udara kota Jakarta. > > • Berlindung di balik nama SBY ada dua yayasan, yakni (1) Yayasan Puri > Cikeas & (2) Yayasan Majelis Dzikir SBY Nurussalam. > > • Orang-orang dekat SBY menjadid pembina atau pengawas yayasan-yayasan itu. > Ketua Dewan Pembina Yayasan Puri Cikeas = Jero Wacik, Menteri Pariwisata > dalam Kabinet Indonesia Bersatu. Ketua Pengawas Yayasan Nurussalam = Brigjen > Kurdi Mustofa, Sekpri SBY. > > • Adik ipar (Hartanto Eddie Wibowo) dan anak bungsu SBY (Eddy Baskoro > Yudhoyono) menjadi fungsionaris Yayasan Nurussalam. Hartanto, bendahara, > Baskoro, sekretaris. > > • Sejumlah pengusaha era Orde Baru menjadi fungsionaris kedua yayasan itu, > seperti Sukamdhani dan putera mahkotanya, Hariadi Sukamdani (Sahid Group), > serta Tanri Abeng dan anaknya, Emil Abeng, serta Aziz Mochdar (Bimantara). > Sukamdhani dan Tanri Abeng di Yayasan Cikeas, sedangkan Aziz Mochdar (ipar > Yayuk Habibie,adik bungsu BJ Habibie) di Yayasan Nurusalam. > > • Ada juga pengusaha yang berlindung di balik fungsionaris Yayasan > Nurussalam, seperti Gunawan Yusuf (Makindo), kompetitor Salim Group dalam > perkebunan tebu di Lampung. > > • Menteri Lingkungan era SBY, Rachmat Witoelar, memberikan label hijau > kepada beberapa konglomerat perusak lingkungan, yakni RGM, Sinar Mas, dan > Freeport Indonesia, Inc. > > • Ekspansi konglomerat- konglomerat yang dekat dengan pernah sama-sama jadi > penggalang dana, seperti Arifin Panigoro, Aburizal Bakrie, Hartati Murdaya) > ikut berekspansi di era SBY, walaupun di tahun-tahun pertama kejatuhan > Soeharto mereka masih berhutang besar pada bank-bank negara. > > • Kelompok Medco yang 60% milik keluarga Arifin Panigoro (40% milik Mitsui > & Mitsubishi) berkembang dari migas (Sulteng, Aceh), PLT panas bumi di > Sarulla (Sumut), kelapa sawit (Kalteng, Papua), paper dan pulp di Merauke > (Papua), s/d rencana PLTN di Jepara (Jateng). > > • Namun blunder terbesar kroni-kroni SBY adalah ekspansi bisnis keluarga > Bakrie di bidang energi (Mega Energi Persada, Bumi Resources, Kondur > Petroleum) yang mengakibatkan tragedi Lapindo bagi rakyat Jawa Timur, > malapetaka lingkungan paling kurang ajar selama rezim SBY! > > > > > > > > -- "lebih baik menyalakan lilin, daripada mencela kegelapan"
