Kadang susah untuk menebak visi dan misi calon-calon pemimpin yang baru ini...!
karena semuanya pengen nafsu dan tidak keihklasan untuk menjadi pemimpin yang 
beramanah di mata masyarakat...!
secara mereka juga susah dan banyak mengeluarkan materi untuk mencalonkan diri 
menjadi pemimpin....!

wajar zaaaa, klo kampanye mereka byk mengumbar janji
nah setelah jadi....yaaaa masyarakat di tinggal pergi....!





Best Regard
adhie, ST




  ----- Original Message ----- 
  From: Mujibur 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, June 10, 2009 12:51 PM
  Subject: RE: Bls: ~ aga ~ SBY Lanjutkan, Indonesia Bangkrut


  Waduh….ini milis ikutan juga menjagokan masing2 Capresnya….jadi ikutan 
komentar….

  Tetapi kita harus realita aja deh….

    1.. Ada ngga Capres yang menjamin kita masih kerja lagi di masa yang akan 
datang ( hal yang utama)..gampang ngga cari kerja jika kita diphk… 
    2.. kita merasa ada perubahan ngga di semua sektor…jika ada lanjutkan…jika 
tidak ada coba yang baru…. 
    3.. Ada ngga kenaikan harga sembako dan migas ….dalam 5 tahun kedepan…( 
untuk rakyat) 
    4.. Bagaiman kesejahteraan kita dimasa 5 tahun kedepan ( terutama karyawan 
swasta…kontrak …dll). 
   

  Saya hanya memberikan wacana aja…sebagian dari masalah yang harus kita 
pikirkan untuk 5 tahun kedepan….jika ada yang kurang cocok

  Yang mohon maaf aja deh…..yach ini hanya masukan dari saya buat rekan2 yang 
lain yang lagi berdebat tetang jagoan mereka masing2….jika 

  Kurang cocok atau tidak berkenan saya mohon maaf buat semuanya…

   

  Rgd,

  M. Rasyidi

   


------------------------------------------------------------------------------

  From: [email protected] [mailto:[email protected]] On 
Behalf Of syahrul ahmad
  Sent: Wednesday, June 10, 2009 12:13 PM
  To: [email protected]
  Subject: Re: Bls: ~ aga ~ SBY Lanjutkan, Indonesia Bangkrut

   

  widih widih widih....

  canggih bennerrr dah penjelasan JHON DOE....

  cerdas....

   

  saya dukung JD (JHON DOE) aja deh sebagai RI-1....

  LANJUTKAN!



   

  Pada 10 Juni 2009 08:31, JHON DOE <[email protected]> menulis:

        JK juga neo lib, wong selama ini juga dia di pemerintahan
        GOLKAR Neolib 100 %, waktu jaman soeharto kita juga rajin berhutang...

        so pihak JK munafik banget pake isue Neolib untuk menjegal SBY.....

        Boediyono walaupun Gubenur BI tapi kekayannya lebih kecil dibanding 
Prabowo, artinya orangnya jujur, pekerja sejati bukan politikus yang mikirin 
bagaimana membuat partainya menang....

        besannya SBY aja bisa diadili, coba dulu jaman GOLKAR...gak akan ada 
yang berani sentuh keluarga Cendana...lihat kan bedanya..

        yang kita butuhkan adalah pemimpin yang jujur , sederhana, tegas, sopan 
dan menghormati hukum. mikirin bangsa bukan hanya partainya aja...

        yang 100% anti neo-lib adalah komunis, tapi coba kalau ditanya komunis 
atau bukan pasti jawabnya plintat-plintut kayak Wiranto.....

        prinsip ekonomi itu jangan dikategorikan secara saklak liberal atau 
sosialis, sebab pada prakteknya, pemerintah manapun di dunia akan melakukan 
kedua-duanya tergantung situasi dan kondisi negara. yang membedakan cuma 
persentase titik beratnya, negara2 sosialis pasti presentae ekonomi sosialisnya 
lebih besar.

        pertannyaannya, negara kita ini negara sosialis bukan? apakah Soekarno 
mempraktekan sosialisme? apakah Soeharto dan GOLKAR juga mempraktekean 
sosialisme?

        --- Pada Sel, 9/6/09, Reporter Milist <[email protected]> 
menulis:


        Dari: Reporter Milist <[email protected]>
        Topik: ~ aga ~ SBY Lanjutkan, Indonesia Bangkrut
        Kepada: [email protected]
        Tanggal: Selasa, 9 Juni, 2009, 1:23 AM

        SBY  Lanjutkan,  Indonesia Bangkrut 

        Oleh : Muslimin B. Putra 

        http://muslimindaen glalo.blogspot. com/2009/ 06/sby-lanjutkan 
-indonesia- bangkrut. html, 

          

        Slogan SBY pada pemilu presiden 2009 adalah “Lanjutkan”. Dalam 
masyarakat intelektual yang relatif paham akan kinerja pemerintahan SBY yang 
pro neoliberalisme  berkonotasi sebagai inisiatif melanjutkan mengutang pada 
lembaga keuangan multilateral. Bila masa pemerintahan Megawati mengobral 
penjualan BUMN dalam skema privatisasi, maka pemerintahan SBY melanjutkan dan 
kian menambah utang-utang negara. 

        Pada 2008, posisi utang Indonesia tercatat US 149,47 miliar dollar atau 
setara dengan Rp 1.548 triliun dengan asumsi Rp 10.360 per US dollar. Posisi 
ini mengalami kenaikan US 8,6 miliar dollar pada tahun 2004 yang hanya tercatat 
US 139,86 miliar dollar. Maka sejak 2001 hingga 2008, posisi utang Indonesia 
telah mencapai Rp 2.648 triliun. Posisi utang tersebut diperkirakan mencapai 30 
persen dari GDP. 

          

        Posisi Utang Pemerintah 

        Bila menggunakan data Tim Indonesia Bangkit yang disampaikan Rizal 
Ramli pada Selasa (01/04/09), total utang pemerintah sebesar Rp 1.667 triliun 
atau mengalami peningkatan sebesar 31 persen dalam lima tahun terakhir. Tim 
Indonesia Bangkit menghitung posisi utang pada Desember 2003 sebesar Rp 1.275 
triliun, dan membandingkan posisi utang pemerintah pada bulan Januari 2009 
sebesar Rp. 1.667 triliun atau mengalami kenaikan kurang lebih sebesar Rp 392 
triliun. Posisi utang tersebut merupakan utang terbesar Indonesia sepanjang 
sejarah. 

        Tim Indonesia Bangkit juga menghitung jumlah utang per kapita Indonesia 
yang pasti turut meningkat. Jika pada 2004, utang per kapita Indonesia sebesar 
Rp 5,8 juta per kepala, maka pada Februari 2009 melonjak menjadi Rp 7,7 juta 
per kepala. Hal ini bertolak belakang dengan iklan pemerintah SBY yang 
mengatakan utang semakin turun. 

        Pada periode Januari-Oktober 2008, SBY “berhasil” melanjutkan dan 
meningkatkan beban pembayaran utang luar negeri sebesar US$ 2,335 miliar. 
Peningkatan utang luar negeri akibat fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap tiga 
valuta asing utama, yakni dollar AS, euro dan yen Jepang.  Penyebab 
meningkatnya beban pembayaran utang karena pada saat yang sama terjadi 
penguatan nilai tukar yen terhadap dollar AS, sementara rupiah melemah terhadap 
dollar AS. Portofolio pinjaman luar negeri sangat dipengaruhi oleh tiga valuta 
asing utama (dollar AS, Yen Jepang dan Euro) yang mempengaruhi outstanding 
pinjaman luar negeri pemerintah. 

        Berdasarkan data September 2008, utang dalam bentuk US dollar mencapai 
29 persen dari total pinjaman luar negeri. Utang dalam yen sebesar 44 persen, 
sedang utang dalam Euro sebesar 16 persen terhadap total pinjaman luar negeri. 
Data Departemen Keuangan per 31 Oktober 2008, nilai outstanding pinjaman luar 
negeri mencapai US 62,103 milliar dollar. Utang dalam mata uang Yen menduduki 
komposisi terbesar sekitar US 27,325 milliar dollar. Akibat penguatan mata uang 
Yen jepang terhadap US dollar, pembayaran utang dalam Yen pemerintah SBY 
melonjak. Setiap penguatan yen terhadap US dollar sebesar 1 persen, maka akan 
mempengaruhi peningkatan pinjaman seniali 0,4 persen ekuivalen US dollar. 
Outstanding pinjaman membengkak karena setiap utang yen dibayar dengan US 
dollar sementara pemerintah tidak memiliki stok Yen dalam jumlah besar. Adapun 
dana dalam bentuk valas terbesar yang dimiliki pemerintah dalam denominasi US 
dollar.. 

        Data Depkeu per 14 November 2008, tercatat pembayaran utang luar negeri 
telah mencapai Rp 22,6 triliun atau 78 persen dari pagu dalam APBN Perubahan 
(APBN-P) 2008 yang ditetapkan sekitar Rp 28,97 triliun. Pembayaran utang dalam 
negeri  berupa utang pokok dan bunga atas obligasi negara mencapai Rp 51,4 
triliun atau 78 persen terhadap pagu pada APBN-P 2008 yakni sekitar Rp 65,897 
triliun. Dengan total utang sebesar US 2,335 milyar dollar, bila tingkat bunga 
sekitar 5 persen, maka jumlah bunga yang dibayar pemerintah berkisar US 116,7 
miliar dollar. Untuk membayar bunga sebesar itu tidak cukup karena cadangan 
devisa hanya US 51 miliar dollar. 

        Kenaikan pembayaran bunga utang pemerintah pada 2009 sebesar Rp 8,1 
triliun atau 0,2 persen dari PDB diakui oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani 
Indrawati pada rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI pada Selasa (27/01/09). 
Penyebab kenaikan oleh depresiasi nilai tukar rupiah dan perubahan asumsi dalam 
APBN-P dari Rp 9.400/US$ menjadi Rp.  11.000/US$. Sedang untuk postur belanja 
pada APBN 2009, pemerintah memperkirakan anggaran belanja akan turun sebesar 
1,3 persen dari PDB. Penurunan terjadi karena subsidi yang turun Rp 43,54 
triliun atau 0,8 persen dari PDB seiring turunnya harga minyak dunia yang 
mempengaruhi penurunan harga BBM dan tariff listrik dalam negeri. Anggaran 
transfer ke daerah juga ikut menurun menjadi Rp 16,9 triliun atau 0,3 persen 
dari PDB, meski anggaran belanja kementerian dan Lembaga serta anggaran 
pendidikan besarannya tidak berubah atau tetap sebesar Rp 207,4 triliun atau 
lebih dari 20 persen dalam APBN 2009. Penghematan yang didapat dari penurunan 
subsidi dan transfer ke daerah sebesar Rp 63,2 triliun.   

        Pada bulan Juni 2009, utang pemerintah banyak yang jatuh tempo dari 
total utang didalam pembukuan pemerintah yang mencapai Rp 1.500 triliun lebih. 
Berdasarkan jangka waktu temponya, utang luar negeri jangka panjang mendominasi 
dengan persentase sebesar 90,2 persen, sedangkan utang jangka pendek sebanyak 
9,8 persen. Berarti utang-utang yang jatuh tempo pada Juni tahun ini berasal 
dari utang-utang jangka panjang sejak rezim Orde Baru yang tak kunjung 
dibereskan oleh rezim SBY. 

        Untuk tahun 2009, pemerintah berencana membayar utang luar negeri 
sebesar US 10,1 miliar dollar yang terdiri atas utang pokok sebesar US 7,1 
miliar dollar dan bunga utang sebanyak US 3,0 miliar dollar. Pendanaan 
pembayaran dibebankan pada APBN 2009. Sementara pada sisi inflow APBN 2009, 
biaya yang akan digunakan pembayaran utang luar negeri berasal dari penarikan 
pinajamn baru sebesar US 9,1 miliar dollar. Pinjaman itu berasal dari kredit 
multilateral dan bilateral dalam bentuk pinjaman program dan proyek sebesar US 
5,8 miliar dollar dan US 3,3 miliar dollar diperoleh dari SUN (Surat Utang 
Negara) dan sukuk valuta asing. Berarti pemerintah SBY membayar utang dengan 
cara mengutang lagi sehingga negeri ini tidak pernah lepas dari jeratan utang. 

         Sementara itu utang luar negeri swasta sangat dipengaruhi kondisi 
krisis keuangan global. Pada tahun 2008, penarikan utang luar negeri swasta 
mengalami kenaikan sebesar 33,1 persen dari tahun 2007 yakni dari US 27,8 
miliar dollar menjadi US 37,08 miliar pada 2008. Pada 2009, posisi utang luar 
negeri swasta sebesar US 60,6 miliar dollar yang akan jatuh tempo tahun ini 
sebesar US 17,4 miliar dollar terdiri dari utang pokok dan bunga. Kewajiban 
pembayaran utang didominasi oleh pembayaran utang luar negeri non bank atau 
korporasi sebsar US 14,3 miliar dollar atau 82,2 persen, sedang sisanya sebesar 
US 3,1 miliar dollar (17,8 persen) merupakan kewajiban pembayaran bank. 
Meningkatkan aktifitas penarikan utang luar negeri swasta disebabkan 
meningkatnya komitmen baru yang diterima pihak swasta Indonesia. 

          

        Indonesia Bangkrut 

        Soal Indonesia menuju kebangkrutan, SBY sendiri pernah melontarkan 
pernyataan “government is broke”, saat membuka Sidang Pleno I Himpunan 
Pengusaha Muda Indonesia di Jakarta pada Selasa (10/03/09) lalu. Jika   
Government is broke, mengapa terus menambah  utang? Selama lima tahun 
kepemimpinan Presiden SBY, kembali menaikkan utang menjadi 392 triliun rupiah. 

        Dengan keinginan kembali SBY  melanjutkan kepemimpinannya sebagai 
presiden periode kedua berarti SBY ingin melanjutkan kebangkrutan pemerintah 
disebabkan utang-utang yang terus menumpuk untuk diteruskan kepada generasi 
anak-cucu bangsa. Nampaknya SBY tidak memiliki rasa malu dihadapan rakyat 
banyak dan tidak memiliki suri tauladan yang mulia sebagai pemimpin. 

        Pemerintahan SBY yang pro-neoliberalisme  juga tidak berpihak kepada 
kepentingan rakyat banyak. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 
(RPJMN) 2004-2009 kelihatan bahwa rezim SBY adalah rezim anti-subsidi. Pada 
2004, jumlah subsidi masih sebesar 6,3 persen dari PDB, namun sampai pada 2009 
jumlah subsidi kepada kepentingan rakyat banyak terus dikurangi menjadi tinggal 
0,3 persen dari PDB. 

        Ketidakmauan dan ketidakmampuan pemerintahan SBY untuk keluar dari 
ketergantungan pada utang yang kian membesar menunjukkan pemerintahan SBY sudah 
pada tahap ketagihan pada utang. Sebenarnya SBY bisa melakukan pengurangan 
utang dengan cara merombak belanja negara, menggenjot penerimaan negara 
(utamanya penerimaan pajak), dan mengurangi stok utang secara signifikan serta 
keberanian politik untuk menyatakan stop utang kepada lembaga-lembaga agen 
neoliberalisme seperti World Bank, IMF dan ADB. 



        -- 
        *********************************************
        Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist dari sumber 
terpercaya
        http://reportermilist.multiply.com/
        **********************************************
        Reportermilist menerima penerbitan Iklan dengan tarif hanya Rp 20000/
        5 hari kerja terbit dalam setiap Email berita yang dikirim oleh
        reportermilist, bayangkan peluang  murah dengan prospect yang
        besar, Berminat Hubungi [email protected]
        =============================
        (Iklan)Untuk Berita sekitar Banyumas Kunjungi situs www.Goleti.com
        =============================
        Search Engine Terpopuler Anak Bangsa
        http://djitu.com
        =============================
        revolusi produk skuter matik Suzuki "Skydrive"
        hubungi Dieler Suzuki terdekat
        http://suzuki.co.id/
        ============================
        Space Iklan
        =============================


       

   


------------------------------------------------------------------------------

  Cepat, Bebas Iklan, Kapasitas Tanpa Batas - Dengan Yahoo! Mail Anda bisa 
mendapatkan semuanya. 


  -- 
  Wassalam,
  Salam Super

  Syahrull Ahmad





  

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
thanks for joinning this group.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke