RUARRRRRRRRRR..... BIASA DAH!!!

NO ONE KNOWS WHAT WILL HAPPEN IN FRONT OF US

(yang bisa menolong diri kita ya diri kita sendiri) berusaha itu WAJIB!

 

SETUJU BANGET!!!!!

 

________________________________

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
On Behalf Of syahrul ahmad
Sent: Wednesday, June 10, 2009 7:41 PM
To: [email protected]
Subject: Re: Bls: ~ aga ~ SBY Lanjutkan, Indonesia Bangkrut

 

kapan bangsa ini mau maju kalau nggak mandiri?
jika nasib kita masih digantungkan kepada pemimpin kita, bukannya usaha
kita, kerja keras kita, doa kita.....

kalau ada yang salah dengan nasib kita, apakah itu selalu salahnya
pemimpin?
inikah bangsa yang selalu menyalahkan orang lain, dan bukannya
introspeksi diri sendiri?

tidak ada satu pun orang, termasuk presiden, bisa menjamin masa depan
kita jika kita juga masih bersikap "jadul" yaitu selalu menggantungkan
semuanya kepada presiden.

kenapa negara2 lain mudah bangkit dari keterpurukan krisis ekonominya?
bukan karena presidennya yang hebat, tapi rakyatnya yang mandiri.

kalau masih bertanya masalah PHK, jaminan kerja, dsb...itu orde lama.
nasib kita adalah tergantung dari usaha dan doa kita, bukan presiden.

Pada 10 Juni 2009 12:51, Mujibur <[email protected]> menulis:

Waduh....ini milis ikutan juga menjagokan masing2 Capresnya....jadi
ikutan komentar....

Tetapi kita harus realita aja deh....

1.      Ada ngga Capres yang menjamin kita masih kerja lagi di masa yang
akan datang ( hal yang utama)..gampang ngga cari kerja jika kita
diphk...
2.      kita merasa ada perubahan ngga di semua sektor...jika ada
lanjutkan...jika tidak ada coba yang baru....
3.      Ada ngga kenaikan harga sembako dan migas ....dalam 5 tahun
kedepan...( untuk rakyat)
4.      Bagaiman kesejahteraan kita dimasa 5 tahun kedepan ( terutama
karyawan swasta...kontrak ...dll).

 

Saya hanya memberikan wacana aja...sebagian dari masalah yang harus kita
pikirkan untuk 5 tahun kedepan....jika ada yang kurang cocok

Yang mohon maaf aja deh.....yach ini hanya masukan dari saya buat rekan2
yang lain yang lagi berdebat tetang jagoan mereka masing2....jika 

Kurang cocok atau tidak berkenan saya mohon maaf buat semuanya...

 

Rgd,

M. Rasyidi

 

________________________________

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
On Behalf Of syahrul ahmad
Sent: Wednesday, June 10, 2009 12:13 PM
To: [email protected]
Subject: Re: Bls: ~ aga ~ SBY Lanjutkan, Indonesia Bangkrut

 

widih widih widih....

canggih bennerrr dah penjelasan JHON DOE....

cerdas....

 

saya dukung JD (JHON DOE) aja deh sebagai RI-1....

LANJUTKAN!



 

Pada 10 Juni 2009 08:31, JHON DOE <[email protected]> menulis:

JK juga neo lib, wong selama ini juga dia di pemerintahan
GOLKAR Neolib 100 %, waktu jaman soeharto kita juga rajin berhutang...

so pihak JK munafik banget pake isue Neolib untuk menjegal SBY.....

Boediyono walaupun Gubenur BI tapi kekayannya lebih kecil dibanding
Prabowo, artinya orangnya jujur, pekerja sejati bukan politikus yang
mikirin bagaimana membuat partainya menang....

besannya SBY aja bisa diadili, coba dulu jaman GOLKAR...gak akan ada
yang berani sentuh keluarga Cendana...lihat kan bedanya..

yang kita butuhkan adalah pemimpin yang jujur , sederhana, tegas, sopan
dan menghormati hukum. mikirin bangsa bukan hanya partainya aja...

yang 100% anti neo-lib adalah komunis, tapi coba kalau ditanya komunis
atau bukan pasti jawabnya plintat-plintut kayak Wiranto.....

prinsip ekonomi itu jangan dikategorikan secara saklak liberal atau
sosialis, sebab pada prakteknya, pemerintah manapun di dunia akan
melakukan kedua-duanya tergantung situasi dan kondisi negara. yang
membedakan cuma persentase titik beratnya, negara2 sosialis pasti
presentae ekonomi sosialisnya lebih besar.

pertannyaannya, negara kita ini negara sosialis bukan? apakah Soekarno
mempraktekan sosialisme? apakah Soeharto dan GOLKAR juga mempraktekean
sosialisme?

--- Pada Sel, 9/6/09, Reporter Milist <[email protected]>
menulis:


Dari: Reporter Milist <[email protected]>
Topik: ~ aga ~ SBY Lanjutkan, Indonesia Bangkrut
Kepada: [email protected]
Tanggal: Selasa, 9 Juni, 2009, 1:23 AM

SBY  Lanjutkan,  Indonesia Bangkrut 

Oleh : Muslimin B. Putra 

http://muslimindaen glalo.blogspot. com/2009/ 06/sby-lanjutkan
-indonesia- bangkrut. html
<http://muslimindaenglalo.blogspot.com/2009/06/sby-lanjutkan-indonesia-b
angkrut.html> , 

  

Slogan SBY pada pemilu presiden 2009 adalah "Lanjutkan". Dalam
masyarakat intelektual yang relatif paham akan kinerja pemerintahan SBY
yang pro neoliberalisme  berkonotasi sebagai inisiatif melanjutkan
mengutang pada lembaga keuangan multilateral. Bila masa pemerintahan
Megawati mengobral penjualan BUMN dalam skema privatisasi, maka
pemerintahan SBY melanjutkan dan kian menambah utang-utang negara. 

Pada 2008, posisi utang Indonesia tercatat US 149,47 miliar dollar atau
setara dengan Rp 1.548 triliun dengan asumsi Rp 10.360 per US dollar.
Posisi ini mengalami kenaikan US 8,6 miliar dollar pada tahun 2004 yang
hanya tercatat US 139,86 miliar dollar. Maka sejak 2001 hingga 2008,
posisi utang Indonesia telah mencapai Rp 2.648 triliun. Posisi utang
tersebut diperkirakan mencapai 30 persen dari GDP. 

  

Posisi Utang Pemerintah 

Bila menggunakan data Tim Indonesia Bangkit yang disampaikan Rizal Ramli
pada Selasa (01/04/09), total utang pemerintah sebesar Rp 1.667 triliun
atau mengalami peningkatan sebesar 31 persen dalam lima tahun terakhir.
Tim Indonesia Bangkit menghitung posisi utang pada Desember 2003 sebesar
Rp 1.275 triliun, dan membandingkan posisi utang pemerintah pada bulan
Januari 2009 sebesar Rp. 1.667 triliun atau mengalami kenaikan kurang
lebih sebesar Rp 392 triliun. Posisi utang tersebut merupakan utang
terbesar Indonesia sepanjang sejarah. 

Tim Indonesia Bangkit juga menghitung jumlah utang per kapita Indonesia
yang pasti turut meningkat. Jika pada 2004, utang per kapita Indonesia
sebesar Rp 5,8 juta per kepala, maka pada Februari 2009 melonjak menjadi
Rp 7,7 juta per kepala. Hal ini bertolak belakang dengan iklan
pemerintah SBY yang mengatakan utang semakin turun. 

Pada periode Januari-Oktober 2008, SBY "berhasil" melanjutkan dan
meningkatkan beban pembayaran utang luar negeri sebesar US$ 2,335
miliar. Peningkatan utang luar negeri akibat fluktuasi nilai tukar
rupiah terhadap tiga valuta asing utama, yakni dollar AS, euro dan yen
Jepang.  Penyebab meningkatnya beban pembayaran utang karena pada saat
yang sama terjadi penguatan nilai tukar yen terhadap dollar AS,
sementara rupiah melemah terhadap dollar AS. Portofolio pinjaman luar
negeri sangat dipengaruhi oleh tiga valuta asing utama (dollar AS, Yen
Jepang dan Euro) yang mempengaruhi outstanding pinjaman luar negeri
pemerintah. 

Berdasarkan data September 2008, utang dalam bentuk US dollar mencapai
29 persen dari total pinjaman luar negeri. Utang dalam yen sebesar 44
persen, sedang utang dalam Euro sebesar 16 persen terhadap total
pinjaman luar negeri. Data Departemen Keuangan per 31 Oktober 2008,
nilai outstanding pinjaman luar negeri mencapai US 62,103 milliar
dollar. Utang dalam mata uang Yen menduduki komposisi terbesar sekitar
US 27,325 milliar dollar. Akibat penguatan mata uang Yen jepang terhadap
US dollar, pembayaran utang dalam Yen pemerintah SBY melonjak. Setiap
penguatan yen terhadap US dollar sebesar 1 persen, maka akan
mempengaruhi peningkatan pinjaman seniali 0,4 persen ekuivalen US
dollar. Outstanding pinjaman membengkak karena setiap utang yen dibayar
dengan US dollar sementara pemerintah tidak memiliki stok Yen dalam
jumlah besar. Adapun dana dalam bentuk valas terbesar yang dimiliki
pemerintah dalam denominasi US dollar.. 

Data Depkeu per 14 November 2008, tercatat pembayaran utang luar negeri
telah mencapai Rp 22,6 triliun atau 78 persen dari pagu dalam APBN
Perubahan (APBN-P) 2008 yang ditetapkan sekitar Rp 28,97 triliun.
Pembayaran utang dalam negeri  berupa utang pokok dan bunga atas
obligasi negara mencapai Rp 51,4 triliun atau 78 persen terhadap pagu
pada APBN-P 2008 yakni sekitar Rp 65,897 triliun. Dengan total utang
sebesar US 2,335 milyar dollar, bila tingkat bunga sekitar 5 persen,
maka jumlah bunga yang dibayar pemerintah berkisar US 116,7 miliar
dollar. Untuk membayar bunga sebesar itu tidak cukup karena cadangan
devisa hanya US 51 miliar dollar. 

Kenaikan pembayaran bunga utang pemerintah pada 2009 sebesar Rp 8,1
triliun atau 0,2 persen dari PDB diakui oleh Menteri Keuangan, Sri
Mulyani Indrawati pada rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI pada Selasa
(27/01/09). Penyebab kenaikan oleh depresiasi nilai tukar rupiah dan
perubahan asumsi dalam APBN-P dari Rp 9.400/US$ menjadi Rp.  11.000/US$.
Sedang untuk postur belanja pada APBN 2009, pemerintah memperkirakan
anggaran belanja akan turun sebesar 1,3 persen dari PDB. Penurunan
terjadi karena subsidi yang turun Rp 43,54 triliun atau 0,8 persen dari
PDB seiring turunnya harga minyak dunia yang mempengaruhi penurunan
harga BBM dan tariff listrik dalam negeri. Anggaran transfer ke daerah
juga ikut menurun menjadi Rp 16,9 triliun atau 0,3 persen dari PDB,
meski anggaran belanja kementerian dan Lembaga serta anggaran pendidikan
besarannya tidak berubah atau tetap sebesar Rp 207,4 triliun atau lebih
dari 20 persen dalam APBN 2009. Penghematan yang didapat dari penurunan
subsidi dan transfer ke daerah sebesar Rp 63,2 triliun.   

Pada bulan Juni 2009, utang pemerintah banyak yang jatuh tempo dari
total utang didalam pembukuan pemerintah yang mencapai Rp 1.500 triliun
lebih. Berdasarkan jangka waktu temponya, utang luar negeri jangka
panjang mendominasi dengan persentase sebesar 90,2 persen, sedangkan
utang jangka pendek sebanyak 9,8 persen. Berarti utang-utang yang jatuh
tempo pada Juni tahun ini berasal dari utang-utang jangka panjang sejak
rezim Orde Baru yang tak kunjung dibereskan oleh rezim SBY. 

Untuk tahun 2009, pemerintah berencana membayar utang luar negeri
sebesar US 10,1 miliar dollar yang terdiri atas utang pokok sebesar US
7,1 miliar dollar dan bunga utang sebanyak US 3,0 miliar dollar.
Pendanaan pembayaran dibebankan pada APBN 2009. Sementara pada sisi
inflow APBN 2009, biaya yang akan digunakan pembayaran utang luar negeri
berasal dari penarikan pinajamn baru sebesar US 9,1 miliar dollar.
Pinjaman itu berasal dari kredit multilateral dan bilateral dalam bentuk
pinjaman program dan proyek sebesar US 5,8 miliar dollar dan US 3,3
miliar dollar diperoleh dari SUN (Surat Utang Negara) dan sukuk valuta
asing. Berarti pemerintah SBY membayar utang dengan cara mengutang lagi
sehingga negeri ini tidak pernah lepas dari jeratan utang. 

 Sementara itu utang luar negeri swasta sangat dipengaruhi kondisi
krisis keuangan global. Pada tahun 2008, penarikan utang luar negeri
swasta mengalami kenaikan sebesar 33,1 persen dari tahun 2007 yakni dari
US 27,8 miliar dollar menjadi US 37,08 miliar pada 2008. Pada 2009,
posisi utang luar negeri swasta sebesar US 60,6 miliar dollar yang akan
jatuh tempo tahun ini sebesar US 17,4 miliar dollar terdiri dari utang
pokok dan bunga. Kewajiban pembayaran utang didominasi oleh pembayaran
utang luar negeri non bank atau korporasi sebsar US 14,3 miliar dollar
atau 82,2 persen, sedang sisanya sebesar US 3,1 miliar dollar (17,8
persen) merupakan kewajiban pembayaran bank. Meningkatkan aktifitas
penarikan utang luar negeri swasta disebabkan meningkatnya komitmen baru
yang diterima pihak swasta Indonesia. 

  

Indonesia Bangkrut 

Soal Indonesia menuju kebangkrutan, SBY sendiri pernah melontarkan
pernyataan "government is broke", saat membuka Sidang Pleno I Himpunan
Pengusaha Muda Indonesia di Jakarta pada Selasa (10/03/09) lalu. Jika
Government is broke, mengapa terus menambah  utang? Selama lima tahun
kepemimpinan Presiden SBY, kembali menaikkan utang menjadi 392 triliun
rupiah. 

Dengan keinginan kembali SBY  melanjutkan kepemimpinannya sebagai
presiden periode kedua berarti SBY ingin melanjutkan kebangkrutan
pemerintah disebabkan utang-utang yang terus menumpuk untuk diteruskan
kepada generasi anak-cucu bangsa. Nampaknya SBY tidak memiliki rasa malu
dihadapan rakyat banyak dan tidak memiliki suri tauladan yang mulia
sebagai pemimpin. 

Pemerintahan SBY yang pro-neoliberalisme  juga tidak berpihak kepada
kepentingan rakyat banyak. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Nasional (RPJMN) 2004-2009 kelihatan bahwa rezim SBY adalah rezim
anti-subsidi. Pada 2004, jumlah subsidi masih sebesar 6,3 persen dari
PDB, namun sampai pada 2009 jumlah subsidi kepada kepentingan rakyat
banyak terus dikurangi menjadi tinggal 0,3 persen dari PDB. 

Ketidakmauan dan ketidakmampuan pemerintahan SBY untuk keluar dari
ketergantungan pada utang yang kian membesar menunjukkan pemerintahan
SBY sudah pada tahap ketagihan pada utang. Sebenarnya SBY bisa melakukan
pengurangan utang dengan cara merombak belanja negara, menggenjot
penerimaan negara (utamanya penerimaan pajak), dan mengurangi stok utang
secara signifikan serta keberanian politik untuk menyatakan stop utang
kepada lembaga-lembaga agen neoliberalisme seperti World Bank, IMF dan
ADB. 



-- 
*********************************************
Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist dari sumber
terpercaya
http://reportermilist.multiply.com/
**********************************************
Reportermilist menerima penerbitan Iklan dengan tarif hanya Rp 20000/
5 hari kerja terbit dalam setiap Email berita yang dikirim oleh
reportermilist, bayangkan peluang  murah dengan prospect yang
besar, Berminat Hubungi [email protected]
<http://mc/[email protected]> 
=============================
(Iklan)Untuk Berita sekitar Banyumas Kunjungi situs www.Goleti.com
<http://www.goleti.com/> 
=============================
Search Engine Terpopuler Anak Bangsa
http://djitu.com <http://djitu.com/> 
=============================
revolusi produk skuter matik Suzuki "Skydrive"
hubungi Dieler Suzuki terdekat
http://suzuki.co.id/
============================
Space Iklan
=============================

 

________________________________

Cepat, Bebas Iklan, Kapasitas Tanpa Batas - Dengan Yahoo! Mail Anda bisa
mendapatkan semuanya. <http://id.mail.yahoo.com/> 


-- 

<http://id.mail.yahoo.com/> 

Wassalam,
Salam Super

Syahrull Ahmad



<http://id.mail.yahoo.com/> 

 

 

 




-- 
Wassalam,
Salam Super

Syahrull Ahmad



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
thanks for joinning this group.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke