akurrr...bro asean
mo agama apapun...,yg penting balik ke invidu masing2

yg koruptor yg tukang zina yg tukang bunuh yaa..itu semua agama juga ad 
pelakunya.. dan tak ada agama  yg membenarkan semua  kegitan itu..
so...voucher ke surga makin   terbuka lebarrr

setiyadi





________________________________
From: "Asean, Anthonious" <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Fri, October 8, 2010 2:25:15 PM
Subject: RE: SPAM - ~ aga ~ Fw:  Keheranan Tentang Kristenisasi

 
Syukurlah…
Dengan makin banyaknya “pewaris Kerajaan Surga” yang lupa sama ajaran Kristus…
Brarti kans gw nasuk surga lebih besar…
 
Hehehehehee…

SAFETY –FIRST, LAST, and ALWAYS

PPlease consider the environment before printing this e-mail.

The information transmitted is intended only for use by the addressee and may 
contain confidential and//or privileged material. Any review, re-transmission, 
dissemination or other use of it, or the taking of any action in reliance upon 
this information by persons and//or entities other than the intended recipient 
is prohibited. If you received this in error, please inform the sender and//or 
addressee immediately and delete the material from all locations. Thank you.
The Redpath Group
Head Office: 710 McKeown Avenue, North Bay, Ontario, Canada P1B 7M2
(705) 474-2461
 
 
From:[email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Friday, October 08, 2010 2:22 PM
Subject: SPAM - ~ aga ~ Fw: Keheranan Tentang Kristenisasi
 
 
Alfin arifin  
 
 
 
 
 
 
 
 
  



السلام عليكم ورحمته الله وبركا تها
semoga bermanfaat
wass...zainal 
Keheranan Tentang Kristenisasi

Assalamuálaikum Wr. Wb. 
Saat ini saya tengah menempuh studi di Belanda. Dan apa yang ustadz katakan 
bahwa umat nasrani di Eropa sudah meninggalkan agamanya memang benar. 

Saya ke Belanda menjelang natal dan tahun baru 2008. Dan benar bahwa agama dan 
natalan hanya simbol belaka. Ketika natal tiba, orang-orang Belanda bukannya 
pergi beribadah ke gereja, tapi mereka malah lebih memilih pergi ke cafe untuk 
berhura-hura. Gereja kosong sementara cafe penuh tumpah ruah. 

Dan pergantian tahun baru adalah saat bagi semua orang untuk bisa berpesta 
semalam suntuk. Ironis sekali. Mereka sangat jauh dari nilai-nilai 
ke-Nasrani-an 
mereka (sebut saja seperti itu). 

Tapi saya ingin bertanya sekaligus ingin menghilangkan keheranan saya ustadz, 
kenapa Kristen dan missionaris Eropa (yang saya tahu sebagian dari Belanda) 
lebih memilih menyebarkan agama bahkan kalau bisa memurtadkan muslim Indonesia 
dibanding memperbaiki ummatnya yang amburadul? 

Soalnya saya kaget selama di sini, natalan dan pergantian tahun baru yang 
justru 
seharusnya merupakan bagian dari ritual keagamaan, mereka justru menjadikan 
ajang pesta dan seks bebas secara terang-terangan (saya melihat melalui siaran 
televisi). Gak ada nilai keagamaannya sama sekali. 

Someone 
Jawaban 
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 

Penyebab utama para misionaris tidak menawarkan ajaran agama mereka kepada 
bangsa mereka sendiri, karena ajaran itu sudah pernah dicobakan. Dan hasilnya 
nihil alias nol besar. 

Alih-alih menjadi solusi, ajaran Kristen di Eropa malah meninggalkan jejak 
hitam. Penindasan raja dan gereja kepada ilmuwan dan rakyat, masih kuat melekat 
di alam bawah sadar masyarakat di sana. 

Kelam sekali memang, Anda bisa bayangkan bagaimana gereja diberi kekuasaan oleh 
raja untuk menghukum mati para ilmuwan. Bukankah Galileo Galilei, Copernicus 
dan 
banyak ilmuwan lainnya harus dihukum mati, karena dianggap bertentangan dengan 
doktrin gereja? 

Lagian, apa yang mereka ajarkan tentang agama Kristen, sebenarnya sudah tidak 
asli lagi. Yang mereka ajarkan justru pemikiran manusia, filsafat dan ajaran 
sekian ribu sekte yang saling berbeda. Dan orang Eropa sudah bosan dengan semua 
itu. 

Maka kalau di Eropa hari ini masih ada misionaris, penginjil atau pendeta, 
mereka pun sudah tidak lagi punya harapan bagaimana ajarannya laku di negerinya 
sendiri. 

Maka apa yang Anda saksikan tentang sudah ditinggalkannya agama Kristen di 
Eropa, adalah hal yang benar. Bahkan sebenarnya bukan sekarang ini saja, sudah 
sejak lama mereka acuh tak acuh dengan agama mereka sendiri. Mereka pernah 
mengalami masa yang paling menjengkelkan dari kekuatan gereja di Eropa. 

Di Eropa, KristenTinggal Simbol 
Kalau pun sekarang ini kita masih melihat simbol-simbol agama Kristen di sana, 
seperti natalan, kayu salib, Sinterklas dan seterusnya, sebenarnya hanya 
merupakan barang kuno yang sudah tidak lagi diperhitungkan orang. 

Makanya, malam natal tidak diisi oleh mreka dengan misa atau kebaktian, tetapi 
joged semalam suntuk, mabok dan berzina. 

Pemurtadan di Indonesia 
Kalau di Indonesia kita masih menyaksikan aksi-aksi pemurtadan yang dilakukan 
oleh para Romo, Pastur, Pendeta dan para penginjil lainnya, sebenarnya tidak 
bisa langsung dibilang bahwa hal itu dilakukan oleh Belanda atau Eropa. 

Coba saja perhatikan, yang melakukan kristenisasi di Indonesia sekarang ini 
justru orang-orang Indonesia sendiri.Kalau pun ada bule-nya, hanya beberapa 
saja. Para bule itu di negeri asalnya mungkin malah tidak populer. Setidak 
populer ajaran yang dibawanya. 

Bayangkan, ajaran yang sudah tidak 'laku' di Eropa, ternyata masih laku untuk 
didagangkan di sini. Ini yang agak mengherankan dari karakteristik bangsa ini 

Sampai ada seorang kawan yang bilang, bahwa hal itu hanya latah dari bangsa 
kita. Misalnya, bangsa kita initerbiasa mengimpor apa saja dari luar negeri, 
termasuk barang bekas, limbah, atau juga sampah. Betapa agama Kristen di Eropa 
sudah ditinggalkan, ternyata bangsa kita lagi asyik-asyiknya melakukan 
kemurtadan massal. 

Entah benar atau tidak anggapan seperti itu. Tapi yang jelas memang di Eropa 
agama Kristen sudah sejak lama ditinggalkan. 

Dan yang perlu digaris-bawahi, rupanya negara yang mengalami proses pemurtadan 
besar-besaran di dunia ini hanya bisa dihitung dengan jari. Dan yang paling 
parah kondisinya memang Indonesia 

Agaknya, para misionaris itu tahu persis bahwa iman bangsa kita masih terlalu 
mudah untuk luntur. Pokoknya, apapun ajaran, asalkan disebarkan dengan gigih 
tanpa mengenal lelah, pasti banyak pengikutnya. 

Coba Anda bayangkan, jumlah aliran sesat di negeri kita ini mencapai 250 buah, 
hanya dalam kurun waktu 1980 s/d 2006 tahun. Kita tidak bisa habis pikir, sudah 
ketahuan sesat, kok masih ada saja yang ikut. Pengikutnya banyak militan pula. 

Padahal bukan hanya ulama yang menyebutnya sesat, bahkan tukang ojek yang lagi 
mangkal di perempatan jalan sekalipun tahu bahwa kelompok itu memang menyempal 
dari aqidah Islam. 

Mungkin di antara penyebabnya karena bangsa kita ini sangat dangkal akidahnya, 
akibat lemahnya proses pembinaan agama. Kita harus sadari bahwa pendidikan 
Agama 
Islam di sekolah dan bangku kuliah seringkali hanya sekedar formalitas, tidak 
pernah digarap dengan serius, semua dikerjakan dengan setengah hati. 

Syarat iman takwa yang selalu disebut-sebut sebagai syarat seorang pejabat, 
lebih sering berupa pemakian kostum dan hadir dalam peringatan hari besar 
agama. 
Sementara korupsi, penindasan, sogok, dan praktek permalingan uang negara tetap 
jalan terus. 

Faktor lainnya yang menyebabkan para misionaris dunia serius ingin 
mengkristenkan Indonesia adalah karena negeri ini punya jumlah bahan baku dalam 
jumlah yang cukup besar. Bayangkan, ada 200 juta manusia beragama Islam tinggal 
di satu negara, dengan iman rapuh, jumlah ulama sedikit, pemerintah acuh tak 
acuh, dan sebagian besar hidup didera kemiskinan yang abadi. 

Wah, ini memang lahan paling subur yang selalu dicari-cari para misionaris. 
Harga iman di dada setaradengan sekotak mie instan. Murah sekali. 

Cukup bikin sekolah Kristen yang banyak, maka akan ada antrian panjang putera 
puteri bangsa ini yang ingin duduk belajar di dalamnya. Masak sekolah Kristen 
berisi 90% murid yang beragama Islam? Mau diapakan murid-murid itu kalau bukan 
mau dimurtadkan? 

Lalu ke mana para guru muslim? Ke mana para konglomerat muslim? Mengapa mereka 
tidak melindungi anak-anak dari bersekolah yang dibiayai gereja? Mengapa MUI 
tidak pernah mengeluarkan fatwa HARAM menyekolahkan anak di sekolah milik 
Kristen, atau yang berafiliasi ke agama lain? 

Kami dan Anda sepakat untuk heran. 
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 
Ahmad Sarwat, Lc 
  
-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.
-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.



      

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke