Hahaha…

Tenang bro….

Selain dulu si MUNAroh yg agamais…

gw yakin sisa Agaers yg lain orgnya ok2…

gw (Katolik) … gak pernah ngrasa di sudutkan sih…  krn gw yakin hub dgn
Tuhan dan keyakinan itu yah dari masing2 individu… tidak diliat dari
klakuan suatu bangsa atau klompok org dgn agama mayoritas trtntu…

 

Salam Damai aja bro…

Yang penting Tuhan Beserta Kita…. Sekarang dan selama-lamanya….

:-)

 

Inomine patris et vilii et spiritus sancti…

:-)


SAFETY – FIRST, LAST, and ALWAYS


P Please consider the environment before printing this e-mail.


The information transmitted is intended only for use by the addressee
and may contain confidential and//or privileged material. Any review,
re-transmission, dissemination or other use of it, or the taking of any
action in reliance upon this information by persons and//or entities
other than the intended recipient is prohibited. If you received this in
error, please inform the sender and//or addressee immediately and delete
the material from all locations. Thank you.

The Redpath Group
Head Office: 710 McKeown Avenue, North Bay, Ontario, Canada P1B 7M2
(705) 474-2461

 

From: rudi mp. [mailto:[email protected]] 
Sent: Friday, October 08, 2010 3:47 PM
To: [email protected]
Subject: Re: ~ aga ~ Fw: Keheranan Tentang Kristenisasi

 

sekedar saran, walaupun TIDAK SUKA=DELETE, tapi saya mohon jangan ada
unsur menyudutkan suatu agama lain, mungkin lain halnya jika di dalam
suatu forum, (maybe FFI silakan).

 

cmiiw

 

        ----- Original Message ----- 

        From: [email protected] 

        Sent: Friday, October 08, 2010 2:22 PM

        Subject: ~ aga ~ Fw: Keheranan Tentang Kristenisasi

         

         

Alfin arifin 

                
                
                

 

                

        
        
        

        
        السلام عليكم ورحمته الله وبركا تها

        semoga bermanfaat
        wass...zainal 

        Keheranan Tentang Kristenisasi

        
        Assalamuálaikum Wr. Wb. 
        Saat ini saya tengah menempuh studi di Belanda. Dan apa yang
ustadz katakan bahwa umat nasrani di Eropa sudah meninggalkan agamanya
memang benar. 
        Saya ke Belanda menjelang natal dan tahun baru 2008. Dan benar
bahwa agama dan natalan hanya simbol belaka. Ketika natal tiba,
orang-orang Belanda bukannya pergi beribadah ke gereja, tapi mereka
malah lebih memilih pergi ke cafe untuk berhura-hura. Gereja kosong
sementara cafe penuh tumpah ruah. 
        Dan pergantian tahun baru adalah saat bagi semua orang untuk
bisa berpesta semalam suntuk. Ironis sekali. Mereka sangat jauh dari
nilai-nilai ke-Nasrani-an mereka (sebut saja seperti itu). 
        Tapi saya ingin bertanya sekaligus ingin menghilangkan keheranan
saya ustadz, kenapa Kristen dan missionaris Eropa (yang saya tahu
sebagian dari Belanda) lebih memilih menyebarkan agama bahkan kalau bisa
memurtadkan muslim Indonesia dibanding memperbaiki ummatnya yang
amburadul? 
        Soalnya saya kaget selama di sini, natalan dan pergantian tahun
baru yang justru seharusnya merupakan bagian dari ritual keagamaan,
mereka justru menjadikan ajang pesta dan seks bebas secara
terang-terangan (saya melihat melalui siaran televisi). Gak ada nilai
keagamaannya sama sekali. 
        Someone 
        Jawaban 
        Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 
        
        Penyebab utama para misionaris tidak menawarkan ajaran agama
mereka kepada bangsa mereka sendiri, karena ajaran itu sudah pernah
dicobakan. Dan hasilnya nihil alias nol besar. 
        Alih-alih menjadi solusi, ajaran Kristen di Eropa malah
meninggalkan jejak hitam. Penindasan raja dan gereja kepada ilmuwan dan
rakyat, masih kuat melekat di alam bawah sadar masyarakat di sana. 
        Kelam sekali memang, Anda bisa bayangkan bagaimana gereja diberi
kekuasaan oleh raja untuk menghukum mati para ilmuwan. Bukankah Galileo
Galilei, Copernicus dan banyak ilmuwan lainnya harus dihukum mati,
karena dianggap bertentangan dengan doktrin gereja? 
        Lagian, apa yang mereka ajarkan tentang agama Kristen,
sebenarnya sudah tidak asli lagi. Yang mereka ajarkan justru pemikiran
manusia, filsafat dan ajaran sekian ribu sekte yang saling berbeda. Dan
orang Eropa sudah bosan dengan semua itu. 
        Maka kalau di Eropa hari ini masih ada misionaris, penginjil
atau pendeta, mereka pun sudah tidak lagi punya harapan bagaimana
ajarannya laku di negerinya sendiri. 
        Maka apa yang Anda saksikan tentang sudah ditinggalkannya agama
Kristen di Eropa, adalah hal yang benar. Bahkan sebenarnya bukan
sekarang ini saja, sudah sejak lama mereka acuh tak acuh dengan agama
mereka sendiri. Mereka pernah mengalami masa yang paling menjengkelkan
dari kekuatan gereja di Eropa. 
        Di Eropa, KristenTinggal Simbol 
        Kalau pun sekarang ini kita masih melihat simbol-simbol agama
Kristen di sana, seperti natalan, kayu salib, Sinterklas dan seterusnya,
sebenarnya hanya merupakan barang kuno yang sudah tidak lagi
diperhitungkan orang. 
        Makanya, malam natal tidak diisi oleh mreka dengan misa atau
kebaktian, tetapi joged semalam suntuk, mabok dan berzina. 
        Pemurtadan di Indonesia 
        Kalau di Indonesia kita masih menyaksikan aksi-aksi pemurtadan
yang dilakukan oleh para Romo, Pastur, Pendeta dan para penginjil
lainnya, sebenarnya tidak bisa langsung dibilang bahwa hal itu dilakukan
oleh Belanda atau Eropa. 
        Coba saja perhatikan, yang melakukan kristenisasi di Indonesia
sekarang ini justru orang-orang Indonesia sendiri.Kalau pun ada
bule-nya, hanya beberapa saja. Para bule itu di negeri asalnya mungkin
malah tidak populer. Setidak populer ajaran yang dibawanya. 
        Bayangkan, ajaran yang sudah tidak 'laku' di Eropa, ternyata
masih laku untuk didagangkan di sini. Ini yang agak mengherankan dari
karakteristik bangsa ini 
        Sampai ada seorang kawan yang bilang, bahwa hal itu hanya latah
dari bangsa kita. Misalnya, bangsa kita initerbiasa mengimpor apa saja
dari luar negeri, termasuk barang bekas, limbah, atau juga sampah.
Betapa agama Kristen di Eropa sudah ditinggalkan, ternyata bangsa kita
lagi asyik-asyiknya melakukan kemurtadan massal. 
        Entah benar atau tidak anggapan seperti itu. Tapi yang jelas
memang di Eropa agama Kristen sudah sejak lama ditinggalkan. 
        Dan yang perlu digaris-bawahi, rupanya negara yang mengalami
proses pemurtadan besar-besaran di dunia ini hanya bisa dihitung dengan
jari. Dan yang paling parah kondisinya memang Indonesia 
        Agaknya, para misionaris itu tahu persis bahwa iman bangsa kita
masih terlalu mudah untuk luntur. Pokoknya, apapun ajaran, asalkan
disebarkan dengan gigih tanpa mengenal lelah, pasti banyak pengikutnya. 
        Coba Anda bayangkan, jumlah aliran sesat di negeri kita ini
mencapai 250 buah, hanya dalam kurun waktu 1980 s/d 2006 tahun. Kita
tidak bisa habis pikir, sudah ketahuan sesat, kok masih ada saja yang
ikut. Pengikutnya banyak militan pula. 
        Padahal bukan hanya ulama yang menyebutnya sesat, bahkan tukang
ojek yang lagi mangkal di perempatan jalan sekalipun tahu bahwa kelompok
itu memang menyempal dari aqidah Islam. 
        Mungkin di antara penyebabnya karena bangsa kita ini sangat
dangkal akidahnya, akibat lemahnya proses pembinaan agama. Kita harus
sadari bahwa pendidikan Agama Islam di sekolah dan bangku kuliah
seringkali hanya sekedar formalitas, tidak pernah digarap dengan serius,
semua dikerjakan dengan setengah hati. 
        Syarat iman takwa yang selalu disebut-sebut sebagai syarat
seorang pejabat, lebih sering berupa pemakian kostum dan hadir dalam
peringatan hari besar agama. Sementara korupsi, penindasan, sogok, dan
praktek permalingan uang negara tetap jalan terus. 
        Faktor lainnya yang menyebabkan para misionaris dunia serius
ingin mengkristenkan Indonesia adalah karena negeri ini punya jumlah
bahan baku dalam jumlah yang cukup besar. Bayangkan, ada 200 juta
manusia beragama Islam tinggal di satu negara, dengan iman rapuh, jumlah
ulama sedikit, pemerintah acuh tak acuh, dan sebagian besar hidup didera
kemiskinan yang abadi. 
        Wah, ini memang lahan paling subur yang selalu dicari-cari para
misionaris. Harga iman di dada setaradengan sekotak mie instan. Murah
sekali. 
        Cukup bikin sekolah Kristen yang banyak, maka akan ada antrian
panjang putera puteri bangsa ini yang ingin duduk belajar di dalamnya.
Masak sekolah Kristen berisi 90% murid yang beragama Islam? Mau diapakan
murid-murid itu kalau bukan mau dimurtadkan? 
        Lalu ke mana para guru muslim? Ke mana para konglomerat muslim?
Mengapa mereka tidak melindungi anak-anak dari bersekolah yang dibiayai
gereja? Mengapa MUI tidak pernah mengeluarkan fatwa HARAM menyekolahkan
anak di sekolah milik Kristen, atau yang berafiliasi ke agama lain? 
        Kami dan Anda sepakat untuk heran. 
        Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi
wabarakatuh, 
        Ahmad Sarwat, Lc 

        -- 
        you have this email because you join to "aga-madjid"
GoogleGroups.
        to post emails, just send to :
        [email protected]
        to join this group, send blank email to :
        [email protected]
        to quit from this group, just send email to :
        [email protected]
        if you wanna know me, please visit to
www.facebook.com/aga.madjid
        or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
        add my twitter @aga_madjid
        thanks for joinning this group.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke