*Hanya Untuk Seks! Ooh…*

*La Rose Djayasupena-Belanda*



*”Just for sex”. Itu kalimat yang sering aku dengar dari kebanyakan lelaki,
yang sedang berhubungan dengan seorang cewek, ketika sedang berkumpul dengan
teman-teman cowoknya. Tetapi jaman sudah berubah. Perempuan jaman sekarang
juga terbiasa bicara seenaknya ketika ia tengah menjalin hubungan cinta
dengan seorang laki-laki. Hanya untuk seks. Tidak lebih dari itu. Sambil
bercerita kepada teman-temannya, tanpa rasa malu, mereka menunjukkan muka
dan perasaan tidak bersalah.*

Pada masa ibu dan nenek kita, tidak ada yang berani berkata dan bercerita
tentang seks secara terbuka antarteman. Kecuali, perempuan yang sudah
menikah. Mereka pun membicarakan seks sambil bercanda. Sepertinya, pada
jaman itu, keperawanan sangat penting dan suci sekali. Walaupun ada juga
yang melakukannya secara berbisik-bisik, obrolan seputar seks tetap masih
dianggap sangat tabu.

Berbeda dengan jaman sekarang. Adanya emansipasi memberi perubahan dalam
kehidupan perempuan. Banyak perempuan *single*, tidak malu dan sungkan
bercerita masalah hubungan seks dengan *gebetannya* kepada teman perempuan
dan laki-laki. Sekalipun mereka belum menikah, obrolan tentang seks bukan
hal tabu lagi. Sekarang, hal itu normal-normal saja.

Misalnya, ada seorang laki-laki yang ingin menjalin hubungan yang serius
dengan seorang perempuan. Tetapi, ia ditolak karena perempuan itu tetap
ingin berstatus *single*. Ia tidak ingin terikat dulu dengan seseorang dan
bebas menentukan kemauannya. Ia tidak harus minta ijin jika ingin bepergian
dan melakukan sesuatu. Ia leluasa mendapatkan keinginannya tanpa harus
memberikan penjelasan. Ia memiliki kebebasan untuk menekuni hobi dan
kesenangannya.

Seorang perempuan yang memilih tidak terikat dengan seorang laki-laki,
kecuali *just for sex*, sebaiknya mencari pasangan tetap. Yaitu, seorang
laki-laki yang sama-sama belum mau memiliki ikatan. Jadi, mereka bisa
berlaku layaknya seorang yang sedang berpacaran. Misalnya, bertemu
saat *weekend
aja* atau kalau memang perlu, baru ketemuan. Hihihihi.....

Bedanya, model pacarannya tidak *cuman* pegang-pegangan tangan dan ciuman.
Tetapi, mereka juga melakukan hubungan intim. Yang, tentunya, dilakukan atas
dasar suka sama suka. Dari itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak
diinginkan dari hubungan tersebut, mereka sebaiknya tidak lupa untuk
menggunakan alat kondom atau pil anti hamil.

Bagi laki-laki dan perempuan, berhubungan intim dengan lawan jenis, tanpa
ada ikatan, sepertinya bukan hal aneh lagi di jaman sekarang. Sebab, seks
bagian dari kebutuhan hidup juga. Kehidupan perempuan seperti gambaran di
atas bukan hanya terjadi di Belanda. Hampir di seluruh dunia, termasuk
Indonesia, hubungan tanpa ikatan bisa ditemukan. Terutama di kota-kota
besar, sudah ada (banyak) perempuan yang menjalani hidup seperti itu.

Banyak alasan kenapa perempuan masih tetap ingin menjadi single. Misalnya
karena ingin mengejar karirnya lebih dulu atau pernah merasakan kekecewaan
dalam sebuah hubungan di masa lalunya. Misalkan karena pasangannya sering
berselingkuh. Atau, mungkin juga sudah mencoba hidup bersama, tapi ternyata
setelah menjalaninya lebih memilih hidup sendiri dan tidak ingin terikat
oleh apa pun.

Ada juga perempuan yang memilih tetap *single* dengan alasan masih suka
(ingin) berpetualangan dalam hidupnya. Mereka lebih suka melakukan *
one-night-stand* sebelum akhirnya menemukan “Mr Right”.



*Warm Regards,


Zigo AlCapone
*

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke