--- In [email protected], Ryan Fitriyanto <fitriya...@...> wrote: > Wah baru minggu depan nanti mau ke sana.... Kok bisa ya banjir cuma karena > hujan lebih 1 jam (lebihnya berapa lama ya),sementara jakarta baru banjir > kalau hujannya sudah berjam2 lamanya. Berarti gubernur Singapura harus > belajar dari "sang ahlinya" :-)
> Salam banjir > Ryan Wah siap siap bawa pelampung Pak Ryan :-) Sebelas tahun lalu pemerintah Singapura pernah mengklaim bahwa Orchad Road bebas banjir. Kemampuan drainasenya bisa mengeringkan air sejumlah kolam renang olimpiade sebelum kopi latte yang dihidangkan dingin. Ternyata klaim tersebut sekarang terpecahkan dengan hujan yang hanya satu jaman. Hanya ada 2 kemungkinan penyebab pecahnya sistem pengamanan tersebut dari desainnya. Ada asumsi atau parameter desain yang tak terpenuhi misalnya ada sumbatan di gorong gorongnya atau asumsi asumsi dan parameter yang dulu dibuat sudah kurang valid lagi sehingga perlu direview. Singapura berbeda dengan Jakarta yang memiliki pengalaman dengan banjir sehingga bisa terlihat tidak banyak toko toko mewah yang sejajar dengan jalan jalan. Begitu juga dengan Belanda yang telah membangun sistem dam karena negara tersebut terletak di bawah permukaan laut. Yang perlu dicermati sekarang adalah fenomena pemanasan global yang mengakibatkan kenaikan permukaan laut. Di website pemanasan global diperkirakan bahwa di Indonesia saja jika tidak dilakukan pencegahan maka hingga tahun 2030 kita akan kehilangan 2000 pulau. Singapura adalah negara pulau yang ukurannya kecil. Apakah ini ada hubungannya dengan kenaikan permukaan air laut yang berbeda dengan kondisi sebelas tahun yang lalu? Mari kita tunggu jawaban dari ahlinya.
